
WANITAINDONESIA.CO – Geliat kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kini semakin kaya dengan hadirnya kembali sebuah ruang publik yang sempat hilang. Setelah sempat mati suri dan berhenti beroperasi sejak tahun 2020 akibat kendala operasional serta hantaman pandemi virus korona (coronavirus disease 2019), Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang akhirnya resmi membuka kembali pintunya untuk masyarakat luas. Kembalinya ruang membaca ini tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan menjelma sebagai tempat bernaung baru yang modern, nyaman, dan ramah bagi produktivitas masyarakat urban.
Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang hadir langsung untuk meresmikan perpustakaan tersebut mengekspresikan rasa optimisme yang besar. Ia meyakini bahwa gedung yang berdiri kokoh di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan koleksi mencapai 55 ribu buku ini akan menjadi pusat referensi mutakhir, terutama bagi generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan dan ruang berinteraksi yang positif.
“Saya yakin tempat ini akan menjadi tempat referensi baru bagi anak-anak kita yang ingin mencari, membaca, bertemu, dan sebagainya,” ujar Pramono Anung Wibowo dengan penuh keyakinan usai meresmikan perpustakaan tersebut pada Selasa.
Lebih lanjut, pemimpin nomor satu di Jakarta tersebut menaruh harapan besar agar khazanah bacaan di tempat ini dapat terus diperkaya dari waktu ke waktu. Hal ini krusial agar keberadaannya mampu memberikan dampak konkret yang berkelanjutan bagi pemenuhan kebutuhan akademis para pelajar hingga mahasiswa di Jakarta.
Langkah Pemerintah Provinsi Jakarta dalam menghidupkan kembali ruang literasi ini juga mendapatkan sambutan hangat dari tingkat pusat. Kepala Perpustakaan Nasional, Endang Aminudin Aziz, yang turut menyaksikan momentum berharga ini, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembukaan kembali layanan Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang sebagai titik baru dalam memperkuat indeks literasi masyarakat.
“Saya yakin masyarakat Jakarta dan sekitarnya bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan Pemerintah Provinsi Jakarta dengan baik,” tutur Endang Aminudin Aziz yang optimistis fasilitas ini akan ramai dikunjungi.
Keyakinan tersebut memang bukan tanpa alasan. Untuk memanjakan para pengunjung, perpustakaan ini telah bersolek dengan berbagai fasilitas modern yang tidak kalah dengan ruang kerja bersama (coworking space) komersial. Pengunjung dapat menikmati ruang baca yang tenang, area belajar dan kerja yang representatif, hingga ruang lokakarya (workshop). Selain itu, tersedia pula bilik privat, bilik diskusi, bilik multimedia, kios katalog, loker, serta layanan sirkulasi, penelusuran informasi, dan bimbingan perpustakaan yang dikelola secara profesional.
Bagi Anda warga metropolitan yang kerap mengeluhkan sulitnya mencari ruang produktif di luar jam kerja, perpustakaan ini menjadi jawaban yang tepat. Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang kini membuka layanannya setiap hari, mulai dari Senin hingga Minggu, sejak pukul 09.00 hingga 22.00 Waktu Indonesia Barat. Seluruh fasilitas premium dan kenyamanan ini dapat diakses dengan sangat mudah, cukup dengan mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan.
Kehadiran kembali Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang menjadi bukti bahwa ruang publik yang edukatif dapat berjalan beriringan dengan gaya hidup modern. Di tengah kepungan pusat perbelanjaan dan gedung pencakar langit Jakarta, tempat ini hadir sebagai tempat pelarian yang sempurna untuk menenangkan pikiran sekaligus menajamkan intelektualitas. Mari langkahkan kaki, daftarkan diri, dan jadilah bagian dari masyarakat Jakarta yang lebih cerdas dan berwawasan luas. (Gdi)




