WANITAINDONESIA.CO – Langkah petenis kebanggaan Indonesia, Aldila Sutjiadi, di atas rumput hijau All England Club, London, memang harus terhenti. Namun, kisah perjuangannya di turnamen grand slam Wimbledon 2026 justru menyisakan cerita tentang ketangguhan, kelelahan yang berbayar, dan ambisi yang belum padam. Setelah berjuang habis-habisan memeras keringat, Aldila kini memilih untuk menarik napas dan beristirahat sejenak sebelum kembali mengayunkan raketnya di negara paman sam.
Jadwal yang padat bak kejar tayang membuat atlet andalan tanah air ini belum sempat menghirup udara santai London. Sebelum menginjakkan kaki di Inggris, ia baru saja merayakan kemenangan manis setelah berhasil memboyong gelar ganda WTA 500 pertamanya di turnamen Bad Homburg akhir bulan lalu. Rentetan jadwal yang tanpa jeda itu membuat waktu santai menjadi barang mewah yang sangat ia rindukan.
Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi, mengungkapkan bahwa sejak tiba di London dirinya langsung disibukkan dengan jadwal latihan dan pertandingan yang padat. Oleh karena itu, momen jeda setelah turnamen ini akan ia manfaatkan sepenuhnya untuk memulihkan energi serta menikmati sudut-sudut kota London yang belum sempat ia jelajahi.
“Pastinya setelah hari ini, besok aku akan off jalan-jalan, karena setelah dari Bad Homburg ke sini kan belum ada day off (hari libur), jadi belum sempat jalan-jalan di London. Aku akan ambil beberapa hari off, dan kemungkinan besar akan terbang langsung ke Amerika untuk mempersiapkan turnamen di US Swing (rangkaian turnamen Amerika Serikat) selanjutnya,” ujar Aldila Sutjiadi saat diwawancarai oleh media penyiaran olahraga SPOT, Selasa.
Keputusan untuk beristirahat ini diambil setelah Aldila, yang berpasangan dengan petenis asal Argentina, Guido Andreozzi, harus mengakui keunggulan pasangan Australia, Marc Polmans dan Storm Hunter. Dalam laga babak perempat final ganda campuran yang berlangsung pada Senin, pasangan gado-gado Indonesia-Argentina ini kalah dengan skor tipis 6-7(7) dan 5-7. Kekalahan tersebut sekaligus menutup seluruh rangkaian perjuangan Aldila di Wimbledon 2026, setelah sebelumnya ia juga tersingkir di babak kedua ganda putri saat berduet dengan petenis senegara, Janice Tjen.
Aldila Sutjiadi mengakui bahwa jalannya pertandingan hari itu berlangsung sangat ketat dan menguras emosi sejak set pertama. Kedua pasangan saling mempertahankan gim servis masing-masing hingga harus diselesaikan melalui babak penentu atau tie-break, sebelum akhirnya kubu lawan mengamankan set pembuka. Pada set kedua, asa sempat terjaga saat kedudukan imbang lima sama, namun pasangan Australia berhasil mematahkan servis pada gim kesebelas dan menyudahi perlawanan Aldila dengan skor akhir 7-5.
Menurut analisisnya, kekuatan lawan yang sangat padu menjadi pembeda utama dalam laga penentu tersebut. Ia secara khusus menyoroti penampilan impresif dari Storm Hunter yang menjadi motor serangan utama sepanjang pertandingan berlangsung.
“Bisa dibilang 50-50 dari awal, dan memang kita melawan tim yang sangat solid dan kompak. Hunter adalah pemain yang sangat menentukan dalam pertandingan tersebut melalui servis dan pengembalian bola yang agresif,” tutur Aldila Sutjiadi menjelaskan taktik lawan.
Meskipun harus mengepak koper lebih awal dari London, kepala Aldila tidak menunduk. Evaluasi telah dicatat, dan strategi baru siap dirancang. Liburan singkat di London minggu ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah bahan bakar baru bagi sang petenis untuk kembali menggebrak lapangan keras di Amerika Serikat nanti. Beristirahatlah sejenak, Aldila, karena dunia siap melihat pukulan kemenanganmu kembali bergaung di turnamen berikutnya! (Gdi)





