WANITAINDONESIA.CO – Suasana Minggu pagi di jantung ibu kota terasa berbeda dan jauh lebih menyegarkan. Jalan H.R. Rasuna Said yang selama ini lekat dengan kesan padat, kini resmi bersolek menjadi lebih rapi, hijau, dan estetik. Peresmian wajah baru sepanjang 3,8 kilometer ini menandai lahirnya sebuah tengara (landmark) baru yang siap mengubah wajah Jakarta menjadi kota global yang semakin modern dan nyaman untuk semua kalangan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rasa optimisnya saat meresmikan kawasan tersebut. Beliau meyakini bahwa perubahan drastis ini akan menarik perhatian siapa saja yang melintas, terlebih dengan sentuhan detail keindahan yang dipasang di sudut jalan.
“Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus,” ujar Pramono Anung dengan penuh optimisme.
Penataan menyeluruh ini mencakup perbaikan trotoar bagi pejalan kaki, penyesuaian ketinggian permukaan (elevasi) antara jalur cepat dan lambat, hingga keberhasilan membongkar 109 tiang monorel yang selama ini mangkrak dan mengganggu estetika kota. Proyek besar yang mengubah drastis estetika jalur protokol ini menelan biaya sekitar Rp91 miliar.
Menariknya, perubahan ini tidak menyentuh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sama sekali. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan strategi pembiayaan kreatif melalui hak penamaan (naming rights) serta optimalisasi sektor periklanan. Skema ini membuktikan bahwa pembangunan fasilitas publik berkelas dunia di Jakarta bisa terwujud lewat kolaborasi strategis tanpa membebani kas daerah.
Salah satu hasil kolaborasi yang paling menonjol adalah perubahan nama tempat pemberhentian bus menjadi Halte Setiabudi Integritas. Langkah ini merupakan hasil kerja sama sinergis dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi di ruang publik. Pramono Anung menegaskan bahwa pola pembiayaan mandiri seperti ini akan menjadi komitmen baru Jakarta dalam membangun kota yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Proses transformasi ini tentu menyimpan cerita kerja keras di baliknya. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, memaparkan bahwa ratusan tiang beton monorel yang bertahun-tahun terbengkalai berhasil disingkirkan hanya dalam waktu satu bulan sebelum akhirnya seluruh kawasan jalan dan trotoar ditata ulang secara total.
Momentum peresmian ini juga menjadi kado spesial yang bertepatan dengan perayaan hari jadi kota Jakarta. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan bahwa penataan ini adalah bukti nyata dari pembangunan yang manfaatnya bisa langsung dinikmati oleh masyarakat luas. Melalui infrastruktur yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan, Jakarta kini bergerak maju menjadi ruang hidup yang semakin humanis dan modern bagi siapa saja yang beraktivitas di dalamnya.
Kini, wajah baru Rasuna Said telah siap menyambut langkah Anda dengan trotoar yang ramah dan pemandangan kota yang lebih bersih. Tertarik untuk menikmati senja atau sekadar berjalan santai di ikon baru ibu kota minggu ini?





