Mengenal Gentle Parenting untuk Membesarkan Anak Bahagia - Wanita Indonesia <
PARENTING

Mengenal Gentle Parenting untuk Membesarkan Anak Bahagia

wanitaindonesia.co – Pernahkah Anda mendengar gentle parenting? Secara garis besar, gentle parenting adalah pengasuhan yang menekankan cinta kasih dan kelembutan orang tua untuk memahami perasaan anak dan mengutamakan kemauan serta pilihan anak, bukan semata karena tuntutan yang dibuat oleh orang tua.

Gentle parenting dianggap mampu mengembangkan kesejahteraan emosional anak. Gentle parenting dinilai bermanfaat untuk membesarkan anak-anak yang bahagia, mandiri, dan percaya diri.

Gentle parenting mengutamakan elemen-elemen seperti empati, rasa hormat, pengertian, inisiatif, tanpa keterpaksaanm dan batasan. Dengan menerapkan gentle parenting, orang tua akan selalu menerapkan empati dengan mencoba memahami perasaan anak, menghormatinya, dan memberi pengertian. Akan tetapi, tetap ada batasan yang ditetapkan.

Manfaat gentle parenting untuk keluarga?
1. Berkepribadian Lembut
Di dalam gentle parenting, orang tua menjadi teladan untuk selalu bersikap lembut. Selain membuat anak merasa bahagia, ini juga akan jadi bekal berharganya. Allison Andrews, PsyD., psikolog di Massachusetts, AS mengatakan, “Ketika kita bersikap lembut kepada anak-anak kita, kita menjadi teladan dan membantu menciptakan suara hati yang akan menemani mereka sepanjang hidup mereka.”

2. Lebih Mampu Mengelola Emosi Negatif
Di dalam keluarga yang menerapkan gentle parenting, semua emosi termasuk emosi negatif harus divalidasi dan diterima. Orang tua tidak bertindak bak superhero yang tidak pernah sedih. “Kami menunjukkan kelembutan, terutama selama masa-masa stres, kami mencontohkan toleransi frustrasi, dan kami mencontohkan fleksibilitas. Tetap tenang dan bersikap lembut dan tegas,” ujar Andrew.

Hal tersebut akan mengajarkan anak-anak untuk dapat mengelola emosi negatifnya dengan lebih baik.

3. Memiliki Kecerdasan Sosial-Emosional yang Baik
Jujur saja, mengutarakan perasaan bukanlah hal yang mudah, bahkan bagi orang dewasa sekalipun. Anak-anak yang tumbuh dengan gentle parenting akan terbiasa mengungkapkan perasaan mereka. Itu karena orang tuanya secara lembut mendorong semua keluarga untuk melakukannya. Hal ini membuat anak-anak memiliki kecerdasan sosial-emosional yang baik.

4. Meminimalkan Anak-anak Mengalami Kecemasan
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Child psychology menunjukkan bahwa sikap yang lembut juga dapat mengurangi risiko kecemasan. Sehingga, anak-anak lebih berani untuk ‘tampil’. Alih-alih meremehkan perasaan anak-anak saat cemas, orang tua yang menerapkan gentle parenting akan mencoba memahami apa yang membuat anak cemas, misalnya saja saat hari pertama sekolah dan mencoba memberikan pengertian untuk kemudian memotivasi mereka.

5. Tetap Punya Batasan dan Aturan
Walaupun selalu mengupayakan memahami posisi anak, bukan berarti gentle parenting tidak punya batasan. Pengasuhan ini tetap punya batasan dan aturan. Berbeda dengan pengasuhan permisif yang cenderung membiarkan anak. Sekalipun orang tua yang permisif sering memiliki ikatan yang sangat baik dengan anak, mereka sering berkutat dengan situasi sulit untuk mendisiplinkan anak.

Gentle parenting ini menjadi penyeimbang antara batasan, kepatuhan, dan empati. Gentle parenting menawarkan bimbingan dan dukungan.

Batasan dan aturan di dalam gentle parenting ditentukan berdasarkan perkembangan kognitif sesuai usia anak. Jadi, anak tidak ‘digas’ untuk melakukan suatu aturan yang sebetulnya belum menjadi tugas perkembangan di usianya.  Meskipun orang tua yang permisif terkadang memiliki ikatan yang lebih positif dengan anak-anak mereka, mereka sering bergumul dengan situasi yang membutuhkan kepatuhan dan struktur aturan. Pola asuh yang lembut menyeimbangkan antara pola asuh macan dan gaya asuh permisif,

6. Mendisiplinkan Bukan dengan Menghukum
Metode disiplin dalam gentle parenting fokus pada pelajaran hidup yang berharga, bukan fokus pada hukuman. Yang dilakukan untuk mendisiplinkan anak adalah orang tua mencontohkan perilaku yang diharapkan pada anaknya. “Tindakan ini membantu anak-anak lebih memahami bagaimana mereka harus berperilaku tanpa mengekspos mereka pada cara berbicara dan bertindak yang kurang menguntungkan,” ujar Mairin E. Augustine, asisten profesor psikologi di Hamilton College, New York, AS.

Anda juga bisa membaca 7 Kiat Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan yang sejalan dengan gentle parenting

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button