Mencetak Digitalpreneur, Kolaborasi Strategis Lumbung Coin, ICAN, dan VOCASIA Lewat “Living and Learning”

Pre-launching rumah kos Lumbung Coin Eco-resort yang memadukan hunian dengan pembelajaran (living and learning) yang akan difokuskan dalam mencetak talenta digital. Chairman Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) Dian Putra (kiri) dan Direktur Utama Lumbung Coin Eco-resort, Rosantika (kanan) tengah memberikan penjelasan kepada peserta Architecture Product Workshop yang diikuti Ikatan Arsitektur Indonesia Wilayah Malang. Sabtu (11/4/2026).

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah sejuknya udara Kota Batu yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, sebuah terobosan baru dalam dunia properti dan pendidikan mulai menampakkan wujudnya. Perusahaan properti Lumbung Coin Eco-resort secara resmi menggandeng Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) untuk mengembangkan kawasan rumah kos (rukos) inovatif. Proyek ini mengusung konsep “Living and Learning”, sebuah perpaduan harmoni antara hunian komunal modern dengan pusat pembelajaran intensif bagi para penghuninya.

Langkah besar ini ditandai dengan proses pre-launching pembangunan yang dilaksanakan pada Minggu (12/4), berlokasi strategis di dekat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim III, Junrejo, Kota Batu, Malang. Sehari sebelumnya, ICAN juga telah memanaskan mesin kolaborasi dengan menggelar Architecture Product Workshop di Hotel Alana Malang yang dihadiri oleh Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jawa Timur Wilayah Malang. Rekam jejak ICAN sendiri tidak main-main dalam dunia edukasi; sejak 2017, mereka telah melatih lebih dari 10 ribu peserta dari kalangan arsitek hingga pelaku UKM melalui berbagai lokakarya.

Baca Juga :  Revolusi SDM Bank Syariah: Asbisindo Institute dan VOCASIA Luncurkan Platform E-Learning Pintar

Direktur Utama Lumbung Coin Eco-resort, Rosantika di Malang, Minggu (12/4), menegaskan bahwa kawasan ini dirancang sebagai ekosistem transformatif. Menurutnya, tujuan utama dari proyek ini adalah membangun bootcamp di dalam area hunian untuk menciptakan talenta digital yang siap bertarung di level lokal maupun global. Rosantika optimis bahwa keberadaan bootcamp ini akan melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang sejalan dengan target pemerintah dalam menciptakan 19 juta lapangan kerja baru. Beliau membayangkan para penghuni, terutama mahasiswa, sudah mampu mandiri secara finansial dan menciptakan peluang kerja bagi orang lain bahkan sebelum mereka menggenggam ijazah kelulusan.

Konsep hunian ini pun dirancang sangat eksklusif dan terbatas, hanya tersedia 67 unit rumah yang masing-masing terdiri dari 12 kamar. Dengan mengedepankan prinsip Muslim Friendly, pengelolaan hunian akan dibedakan antara laki-laki dan perempuan, namun tetap menyediakan unit khusus untuk keluarga serta tempat ibadah bersama. Fasilitas penunjang seperti minimarket, area olahraga, kolam renang, hingga kendaraan ramah lingkungan di dalam kawasan menjadi standar kenyamanan yang ditawarkan. Hal ini bertujuan menjaga keasrian lingkungan dari kebisingan knalpot, di mana pemilik kendaraan berbahan bakar fosil disediakan area parkir khusus sebelum beralih ke moda transportasi hijau di dalam kawasan.

Baca Juga :  Belajar Tanpa Batas Ruang dan Waktu, Asbisindo Institute dan VOCASIA Hadirkan Solusi Belajar Digital

Melengkapi ekosistem pembelajaran ini, Lumbung Coin juga menggandeng VOCASIA, penyedia platform e-learning yang berpengalaman luas, termasuk dalam sertifikasi manajemen risiko bersama ASBISINDO. Chairman VOCASIA, Farid Subkhan, menyatakan kesiapannya membangun selter pencetak digitalpreneur. Baginya, tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi harus diimbangi dengan opsi karier yang nyata. Melalui paket pelatihan yang fleksibel mulai dari satu minggu hingga enam bulan, VOCASIA menyediakan materi praktis yang sedang menjadi tren, seperti monetisasi perangkat digital, strategi pemasaran, manajemen stok, hingga perpajakan.

Baca Juga :  Belajar Tanpa Batas Ruang dan Waktu, Asbisindo Institute dan VOCASIA Hadirkan Solusi Belajar Digital

Farid Subkhan menjelaskan bahwa sukses di bisnis digital tidak memerlukan modal besar, melainkan kemauan dan keahlian yang terasah. Di bootcamp ini, para peserta akan diajarkan cara memanfaatkan alat seperti Canva untuk pemasaran hingga teknik mendalam seperti SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing). Bahkan, VOCASIA menyiapkan kurikulum khusus untuk membantu para peserta menggarap potensi pasar digital di luar negeri.

Senada dengan hal tersebut, Chairman ICAN, Dian Putra, memastikan bahwa kehadiran bootcamp, co-working space, dan ampiteater di dalam lingkungan kos akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan fasilitas yang nyaman dan aman, ide-ide brilian atau startup baru diharapkan tidak hanya lahir di ruang kelas formal, tetapi juga muncul dari diskusi santai saat menikmati kopi di sore hari. Kawasan ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan kawah candradimuka bagi generasi muda untuk merealisasikan ide bisnis mereka secara nyata. (gdi)