Langkah Mengejutkan BTS dan Stray Kids ‘Menepi’ dari Panggung Grammy Awards

Personel grup BTS yang diunggah melalui media sosial. X/@bts_bighit

WANITAINDONESIA.CO — Langkah tak terduga kembali mengguncang panggung musik global saat dua raksasa musik populer Korea (K-pop), BTS dan Stray Kids, mengambil sikap tegas untuk tidak mengajukan karya mereka pada ajang 69th Grammy Awards. Berdasarkan laporan media hiburan Variety, kepastian ini mengemuka setelah batas waktu pendaftaran karya pada 21 Agustus berlalu tanpa adanya pengajuan dari kedua grup papan atas tersebut. Keputusan bersamanya kedua grup besar ini memicu sorotan tajam terkait dinamika inklusivitas dalam industri musik internasional.

Sikap yang diambil oleh BTS dan Stray Kids berakar pada penolakan terhadap kategori baru yang dibentuk oleh pihak penyelenggara, yaitu Penampilan Musik Pop Asia Terbaik (Best Asian Pop Music Performance). Kehadiran kategori ini dinilai justru membatasi ruang gerak para musisi Asia dalam kategori utama yang lebih luas. Melalui pernyataan bersama para anggotanya, BTS menyampaikan pandangan mendalam mengenai esensi sebuah seni musik.

Baca Juga :  KOLABORASI PALING FENOMENAL YANG PALING DITUNGGU , DOWNY EDISI SPESIAL TinyTAN BTS

“Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, melampaui batas wilayah maupun bahasa,” ungkap ketujuh anggota BTS.

Senada dengan BTS, grup Stray Kids melalui agensinya, JYP Entertainment, mengonfirmasi tidak berpartisipasi dalam pendaftaran kali ini. Pihak manajemen memilih untuk tidak memberikan penjelasan panjang, meskipun kedelapan anggota Stray Kids sebenarnya telah menerima undangan resmi untuk menjadi anggota pemungut suara (voting members) di ajang tersebut. Di sisi lain, pimpinan grup Ateez, Hongjoong, menyatakan dukungannya terhadap aksi solidaritas ini.

Baca Juga :  Samsung Rilis Ringtone “Over the Horizon” Remix Terbaru oleh Suga BTS

“Saya memahami dan sepakat dengan langkah yang diambil oleh BTS, serta sedang mempertimbangkan untuk ikut mengambil langkah serupa,” ujar Hongjoong, Pemimpin Grup Ateez.

Meskipun gelombang penolakan dari komunitas musik Asia terus bergulir, pihak penyelenggara memastikan kategori baru tersebut akan tetap berjalan sesuai rencana. Ketua Eksekutif Recording Academy (Chief Executive Officer Recording Academy), Harvey Mason Jr., menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari pelaku industri.

Baca Juga :  Karpet Merah Imigrasi Muluskan Konser Guns N' Roses dan BTS di Jakarta

“Kami mengakui adanya pertentangan mengenai kategori baru ini, namun dukungan yang kami terima sejauh ini jauh lebih besar dibandingkan dengan kritik yang masuk,” jelas Harvey Mason Jr., Ketua Eksekutif Recording Academy.

Perkembangan ini menandai babak baru dalam perdebatan mengenai batas-batas inkusi dan representasi budaya di ajang penghargaan internasional. Ketika para bintang besar memilih untuk mempertahankan prinsip karya di luar garis kompetisi, publik di seluruh dunia kini menantikan bagaimana ajang penghargaan tertinggi musik dunia tersebut merespons pergeseran arus industri yang kian global ini. (Gdi)