
WANITAINDONESIA.CO – Industri perbankan syariah di Indonesia kini memasuki babak baru dalam transformasi digital pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Menjawab tantangan zaman yang kian dinamis, Asbisindo Institute secara resmi menggandeng platform edutech VOCASIA untuk meluncurkan sistem pembelajaran daring terintegrasi. Langkah strategis ini menandai komitmen kuat dalam mencetak tenaga profesional yang lebih kompeten, tangguh, dan melek teknologi.
Seremoni peluncuran di BSI Tower, Rabu (8/4/2026), menjadi tonggak sejarah kolaborasi kedua institusi. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Ketua Asbisindo Institute, Dr. Wahyu Avianto, bersama Chairman VOCASIA, Dr. Farid Subkhan.
Momen penting ini juga disaksikan oleh tokoh-tokoh kunci industri, yakni Anggoro Eko Cahyo selaku Ketua Umum Asbisindo dan Ani Murdiati, Ketua Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah.
Ketua Umum Asbisindo, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kehadiran platform ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi praktisi perbankan syariah untuk terus mengasah profesionalisme tanpa terhalang sekat ruang dan waktu.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama agar akses terhadap ilmu pengetahuan menjadi tanpa batas.
Platform ini hadir sebagai wadah berbagi pengetahuan yang lebih mudah dijangkau, sehingga peningkatan kompetensi bisa terjadi secara masif dan merata.
Melalui laman resmi asbisindo.vocasia.id, para bankir syariah kini dapat menikmati pengalaman belajar yang sangat fleksibel namun tetap terstruktur. Platform ini mengusung metode self-paced learning, yang memberikan kebebasan bagi peserta untuk mengakses materi mandiri selama 24 jam penuh dalam seminggu.
Menurut Chairman VOCASIA, Dr. Farid Subkhan, inovasi ini menjadi solusi bagi para profesional dengan mobilitas tinggi agar tetap bisa meningkatkan standar daya saing mereka tanpa mengganggu rutinitas pekerjaan.
Tidak tanggung-tanggung, konten yang dihadirkan mencakup berbagai program krusial, salah satunya adalah Program Pemeliharaan Sertifikasi Manajemen Risiko (PPSMR) dari Jenjang 4 hingga 7.
Selain itu, beragam program pengembangan kompetensi lainnya telah dirancang khusus agar selaras dengan kebutuhan nyata di industri keuangan saat ini.
Menurut Farid, kualitas pembelajaran tetap terjaga melalui dukungan video yang terkurasi, modul aplikatif, hingga ruang diskusi interaktif bersama instruktur yang telah berpengalaman di bidangnya.
Kolaborasi antara Asbisindo Institute dan VOCASIA ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi SDM di sektor syariah. Dengan standar kompetensi yang lebih seragam dan produktivitas yang meningkat, industri keuangan syariah nasional optimistis dapat menghadapi dinamika pasar global yang semakin kompleks.
Ke depan, kedua institusi berjanji akan terus memperluas konten dan mengintegrasikan teknologi terbaru guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi syariah Indonesia. (Gdi)




