Martha Tilaar, Sosok di Balik Perjalanan Panjang Industri Kecantikan Indonesia

Berawal dari salon kecantikan yang didirikan pada 1970, bisnis yang dibangunnya kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group. FOTO: Martha Tilaar/ WI Anggie

WANITAINDONESIA.CO — Perjalanan industri kecantikan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok para pionir yang berani membangun gagasan dan menghadirkan identitas kecantikan Nusantara.

Salah satu nama yang memiliki peran penting dalam perjalanan tersebut adalah Martha Tilaar, pendiri yang sejak 1970 mulai membangun bisnis kecantikan dari sebuah salon hingga berkembang menjadi kelompok usaha dengan berbagai lini bisnis.

Kiprah Martha Tilaar menjadi bagian dari cerita yang diangkat dalam HYAS – Makeup Through the Ages, sebuah pameran yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di SPAC8, ASHTA District 8. Pameran tersebut mengajak pengunjung menelusuri perjalanan kecantikan Indonesia dari masa ke masa, termasuk sejarah, inovasi, karya, serta gagasan yang ikut membentuk industri kecantikan Tanah Air.

Dalam perhelatan tersebut, Martha Tilaar Group menghadirkan perjalanan industri kecantikan Indonesia dari perspektif kelompok usaha yang telah berkembang selama lebih dari lima dekade. Salah satu yang ditampilkan adalah perjalanan Sariayu Martha Tilaar, brand yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kecantikan Indonesia.

Baca Juga :  Fajarini Puntodewi Sosok Dibalik Diplomasi Pasar Global Hingga Eksportir Perempuan

“Kisah Sariayu tidak sekadar mengenai produk kecantikan. Brand tersebut tumbuh dari gagasan untuk mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dalam dunia kecantikan. Seiring perubahan zaman, gagasan tersebut terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan nilai yang menjadi identitasnya,” kata Martha Tilaar.

FOTO: Martha Tilaar/ WI Anggie

Semangat itulah yang sejak awal menjadi bagian penting dari perjalanan Martha Tilaar. Berawal dari salon kecantikan yang didirikan pada 1970, bisnis yang dibangunnya kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group. Dalam prosesnya, kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal Indonesia menjadi bagian dari identitas yang terus dikembangkan melalui teknologi dan inovasi.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bagaimana sebuah brand dapat bertahan melewati perubahan zaman. Produk memang menjadi bagian dari sebuah bisnis kecantikan, tetapi nilai, identitas, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang turut menentukan panjangnya perjalanan sebuah brand.

Kini, industri kecantikan berada dalam lanskap yang jauh berbeda dibandingkan ketika Martha Tilaar memulai langkahnya. Media sosial, komunitas digital, dan perubahan perilaku konsumen membuat brand baru dapat membangun popularitas serta kedekatan dengan audiens dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga :  Ini Dia Sosok di Balik Listrik Hijau Indonesia

Namun, cepatnya sebuah brand menjadi viral tidak serta-merta menghapus arti sebuah legacy. Keduanya justru dapat berjalan beriringan.

“Virality mampu menciptakan perhatian dan relevansi secara cepat, sementara legacy dibangun melalui konsistensi, kepercayaan, serta kemampuan sebuah brand untuk terus menemukan relevansinya di tengah perubahan,” sambung Martha Tilaar.

FOTO: Martha Tilaar/ WI Anggie

Pandangan tersebut juga ditekankan Dr. Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group, ketika membicarakan perkembangan industri kecantikan Indonesia dan warisan yang dibangun oleh generasi sebelumnya.

“Where we are today is because someone dared to start yesterday. Sejarah bukan sekadar sesuatu yang kita lihat ke belakang. Sejarah adalah fondasi untuk menentukan ke mana kita akan melangkah berikutnya,” ujar Dr. Kilala Tilaar.

Menurutnya, perkembangan industri kecantikan Indonesia saat ini tidak dapat dipisahkan dari keberanian para pionir yang lebih dulu memulai dan membangun pondasi industri tersebut. Salah satunya adalah Martha Tilaar yang memulai perjalanan dari sebuah salon hingga membawa gagasan mengenai kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dalam industri kecantikan.

Baca Juga :  Jejak Karier Destry Damayanti, Sosok Inspiratif Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia Pilihan Presiden Prabowo

Semangat tersebut kemudian terus dikembangkan melalui perspektif I-Beauty. Bagi Martha Tilaar Group, I-Beauty bukan hanya tentang menciptakan produk kecantikan yang berasal dari Indonesia, tetapi juga bagaimana identitas, kekayaan alam, budaya, dan kreativitas Tanah Air dapat menjadi kekuatan untuk membangun brand yang memiliki daya saing global.

“I-Beauty bukan sekadar tentang menciptakan produk kecantikan yang berasal dari Indonesia. Lebih dari itu, I-Beauty adalah tentang bagaimana identitas, kekayaan alam, budaya, dan kreativitas Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk membangun brand yang memiliki daya saing global,” kata Dr. Kilala Tilaar.

Lebih dari lima dekade perjalanan Martha Tilaar Group memperlihatkan bahwa warisan tidak selalu berarti mempertahankan sesuatu dalam bentuk yang sama. Legacy justru dapat terus hidup ketika nilai yang diwariskan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menemukan makna baru bagi generasi berikutnya. (GIE)