Dr. Nurlely Aman, S.H., M.Kn: Srikandi PLN yang Menginspirasi Lewat Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan Perempuan

Di balik pencapaian gemilang PLN meraih penghargaan bergengsi dalam ajang UN Women Indonesia WEPs Awards 2026, terdapat visi tajam dari seorang perempuan inspiratif: Dr. Nurlely Aman, S.H., M.Kn, Direktur Legal & Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero). (Foto : Desi)

WANITAINDONESIA.CO — ​Di tengah dinamika dunia korporasi yang sarat tantangan, PT PLN (Persero) membuktikan bahwa transformasi bisnis yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap kesetaraan gender.

Di balik pencapaian gemilang PLN meraih penghargaan bergengsi dalam ajang UN Women Indonesia WEPs Awards 2026, terdapat visi tajam dari seorang perempuan inspiratif: Dr. Nurlely Aman, S.H., M.Kn, Direktur Legal & Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero).

Bagi Lely sapaan akrabnya kesetaraan gender bukanlah sekadar wacana atau pemanis citra perusahaan, melainkan fondasi utama untuk membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

​Di bawah komando Lely, PLN sukses memboyong dua penghargaan sekaligus dalam UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 sebagai 1st Winner Gender-inclusive Workplace serta 1st Runner Up Community Engagement & Partnerships. Lely mengungkapkan pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam membangun sistem kerja yang inklusif, sekaligus diniatkan sebagai starting point atau titik tolak untuk menginspirasi korporasi lain di Indonesia agar turut memajukan kepemimpinan perempuan di dunia kerja.

Baca Juga :  Kisah Haru Ibu Upik Kini Punya Listrik Sendiri
(Foto : Desi)

Langkah progresif ini turut diperkuat melalui pengadaan inklusif (inclusive sourcing), di mana PLN secara konsisten merangkul rantai pasok yang memberdayakan perempuan dalam bisnis, perempuan rentan, penyandang disabilitas, kelompok senior, hingga pelaku sektor usaha kecil.

​Komitmen PLN terhadap pemberdayaan perempuan juga tercermin nyata dalam struktur organisasi perusahaan. Dari total sekitar 50.000 pegawai PLN secara nasional, sebanyak 21 persen di antaranya merupakan perempuan.

Baca Juga :  Praktis dan Cepat, PLN Mudahkan Ribuan Pelanggan Jakarta

Perusahaan tidak berhenti pada angka tersebut, melainkan terus mengakselerasi peningkatan jumlah perempuan di posisi strategis dan kepemimpinan hingga mencapai 15 persen menuju target 18 persen. Strategi ini diintegrasikan langsung ke dalam Key Performance Indicator (KPI) bagi para pimpinan unit, yang didorong untuk aktif membina, melakukan coaching, dan mendampingi staf perempuan agar memiliki kepercayaan diri menapaki jenjang karier yang lebih tinggi. Lely menilai gaya kepemimpinan perempuan di lingkungan PLN sangat adaptif, responsif, mengedepankan komunikasi dua arah, serta bernuansa kekeluargaan yang terbukti memberikan sudut pandang beragam bagi kemajuan perusahaan.

​Menjawab tantangan klasik pekerja perempuan berupa keraguan mengambil promosi akibat beban peran ganda antara karier dan keluarga, Lely bersama manajemen PLN menghadirkan solusi humanis melalui ruang dialog terbuka, pendampingan khusus, hingga melibatkan para suami dalam diskusi agar tercipta dukungan keluarga yang utuh bagi sang istri. Kebijakan pendukung seperti fleksibilitas waktu kerja dan cuti ayah (paternity leave) turut diterapkan demi menjaga keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) tanpa mengorbankan hak maupun produktivitas profesional pegawai.

Baca Juga :  Listrik Andal PLN Kawal Transaksi Rp8,2 Triliun Jakarta Fair

Melalui langkah terintegrasi dari hulu ke hilir ini, Dr. Nurlely Aman berharap PLN dapat terus menjadi pelopor dalam mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender di seluruh lini operasional, sekaligus memotivasi sektor industri lain untuk mengadopsi praktik bisnis yang adil, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat. (Des)