
WANITAINDONESIA.CO – Tujuh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University melakukan kunjungan akademik ke pabrik Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktualisasi mata kuliah Teori Manajemen, Perkembangan, dan Penerapannya dengan melihat secara langsung praktik manajemen di industri pangan nasional.
Selama hampir tiga jam, para mahasiswa berdiskusi bersama jajaran manajemen Bogasari yang dipimpin langsung Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang. Diskusi berlangsung di Ruang Pertemuan Cakra Kembar dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke laboratorium, area produksi Mill AB, serta dermaga Bogasari.
Ketujuh mahasiswa yang mengikuti kunjungan tersebut adalah Bambang, Agung Setiawan, Helmi Faiz Kurniawan, Muhamada Anhar, Hermalinda Evianisa, Danang Hendrajati, dan Danu Chandra. Mereka berasal dari angkatan pertama Program Doktor Manajemen IPB dan memiliki latar belakang profesi sebagai dosen, tenaga ahli, hingga konsultan.
Kegiatan akademik ini turut didampingi oleh dosen pengampu, Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc., yang dikenal sebagai akademisi, peneliti, dan pakar manajemen.
Dalam paparannya, Franciscus Welirang menjelaskan perjalanan Bogasari yang tahun ini memasuki usia ke-55 sebagai industri tepung terigu pertama di Indonesia. Menurutnya, industri tepung terigu memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi melalui penciptaan nilai tambah.
“Tepung terigu merupakan produk antara yang tidak dikonsumsi secara langsung, tetapi menjadi bahan baku bagi berbagai produk pangan. Dari sinilah lahir jutaan pelaku UMKM yang menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian nasional,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen pelanggan Bogasari berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, pengembangan kapasitas UMKM menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam strategi pemasaran dan pemberdayaan masyarakat.
Franky, sapaan akrab Franciscus Welirang, juga menjelaskan bahwa tepung terigu memiliki karakteristik yang mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan pangan lokal. Berbagai inovasi tersebut telah dikembangkan bersama mitra UMKM di berbagai daerah, seperti cake berbahan salak dari Balikpapan, aneka kue berbahan kacang-kacangan dan kopi dari Lombok, roti durian, mi berbahan buah naga dan wortel, hingga roti bagelen berbahan campuran tepung singkong di Bandung.
Menurutnya, inovasi tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian lokal sekaligus memperkaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Bogasari melalui Bogasari Baking Center (BBC) secara rutin memberikan pelatihan kepada UMKM dan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha makanan berbasis tepung terigu. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem usaha pangan yang berkelanjutan.
Selain membahas strategi bisnis dan pemasaran, diskusi juga mengulas penerapan tata kelola perusahaan serta komitmen Bogasari terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Berbagai program yang dipaparkan meliputi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemanenan air hujan (rain harvesting), pengelolaan sampah, hingga budidaya tanaman dan rehabilitasi hutan mangrove.
Selama sesi diskusi maupun kunjungan lapangan, para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi manajemen perusahaan, pengelolaan operasional, pemasaran, hingga implementasi praktik keberlanjutan di lingkungan industri.
Di akhir kegiatan, Prof. Jono Mintarto Munandar menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Bogasari kepada mahasiswa doktoral IPB untuk belajar langsung dari praktik industri.
“Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat langsung implementasi manajemen dalam industri pangan nasional. Wawasan yang diperoleh sangat bermanfaat bagi pengembangan keilmuan maupun penelitian ke depan,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama akademik antara IPB University dan Bogasari dapat terus berlanjut sehingga mahasiswa memperoleh lebih banyak kesempatan memahami praktik terbaik di dunia industri. (Den)




