Bongkar Mafia Haji dan Umrah Lewat Aplikasi, Proses Penanganan Kasus Diharap Lebih Cepat

Ilustrasi jemaah melakukan ibadah haji di Tanah Suci. (Foto: Dok Kemenhaj)

WANITAINDONESIA.CO – Sebuah aplikasi disiapkan guna membongkar mafia haji dan umrah. Langkah yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) ini bertujuan memperkuat pengawasan serta mempercepat penanganan berbagai laporan dan kasus penyelenggaraan kedua ibadah tersebut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PPHU) Kemenhaj Achmad Gunawan, mengatakan, aplikasi bernama Sistem Informasi Pengaduan (SIGAP) tersebut dirancang sebagai sistem informasi terpadu yang dapat digunakan oleh jajaran Kemenhaj, baik tingkat pusat maupun daerah.

Selain itu, aplikasi SIGAP dikembangkan agar proses pengaduan dan penanganan kasus dapat dilakukan lebih mudah, terintegrasi, serta dapat diakses oleh berbagai pihak yang memiliki kewenangan.

“Kami mencoba menyiapkan satu aplikasi atau sistem yang lebih mudah dan bisa lebih multi-akun untuk sama-sama kita gunakan dari Sabang sampai Merauke di seluruh Indonesia,” kata Gunawan dikutip Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga :  Bukan Cuma Urusan Listrik Beres, Aplikasi Ini Bikin Jutaan Warga Jakarta Beruntung

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi tersebut nantinya tidak hanya terbatas pada Kemenhaj di tingkat pusat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh kantor wilayah Kemenhaj di tingkat provinsi.

Lebih lanjut, Gunawan mengatakan, terdapat empat tujuan utama pengembangan aplikasi SIGAP. Pertama, mendukung kelengkapan dan ketertiban dokumentasi. Kedua, memastikan proses penanganan laporan berjalan jelas dan dapat ditelusuri. Ketiga, menjamin akuntabilitas penanganan. Keempat, memastikan seluruh proses dapat dikendalikan dan dipantau.

Melalui sistem tersebut, setiap laporan yang masuk akan memiliki alur penanganan yang terstruktur, mulai dari penerimaan laporan, verifikasi, klarifikasi, analisis, hingga mediasi.

Baca Juga :  ​​Aturan Baru Ojol 2026: Kepastian Kemitraan, Potongan Aplikasi 8%, dan Jaminan Sosial

“Dengan aplikasi ini kita akan bisa memberikan kepastian pada prosesnya. Setelah laporan diterima, kemudian diverifikasi, diklarifikasi, dianalisis, dan kemudian dimediasi, nanti akan lebih jelas melalui aplikasi tersebut,” katanya.

Gunawan berharap penerapan aplikasi SIGAP dapat menjaga konsistensi pelayanan pengaduan dan penanganan kasus di seluruh wilayah Indonesia.

Selain mempermudah proses pengaduan, aplikasi ini juga dirancang untuk menyediakan informasi penanganan kasus secara real-time. Data yang ditampilkan nantinya dapat diketahui berdasarkan wilayah provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Melalui aplikasi ini nantinya bisa diketahui secara real-time berapa kasus yang sudah ditangani, baik per provinsi maupun per kabupaten dan kota. Begitu data diinput, maka metadatanya akan berubah,” ungkap Gunawan.

Baca Juga :  Ayo Jadi Bagian dari Hujan Promo Menarik di Aplikasi ShopeePay 11.11

Kemudian, aplikasi SIGAP juga direncanakan untuk mendukung kegiatan pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah di bandara keberangkatan jemaah.

Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan dokumen berbasis kertas atau mewujudkan proses pengawasan yang lebih paperless, baik ketika pengawasan dilakukan di Tanah Air maupun Arab Saudi.

Selain mendukung digitalisasi pengawasan, keberadaan aplikasi SIGAP turut diharapkan mampu memangkas proses administrasi dan mempercepat penanganan berbagai laporan serta kasus penyelenggaraan haji dan umrah.

“Dengan aplikasi SIGAP ini, diharapkan proses penanganan kasus dapat berjalan lebih cepat.” (yud)