Menilik Kegiatan Pasar Kreatif Yang Mengombinasikan Belanja Dengan Lingkungan

Pembeli mengunjungi sebuah stan baju yang ikut berpartisipasi dalam pasar kreatif bertajuk "Visa Presents Livin’ MARKT" di Jakarta pada 4–8 November 2026. Visa Presents Livin’ MARKT.

WANITAINDONESIA.CO — Berbelanja barang fesyen terbaru, memburu racikan parfum unik, hingga berburu kuliner lezat kerap identik dengan gaya hidup konsumtif yang menyisakan jejak karbon bagi lingkungan. Namun, atmosfer berbeda justru tercipta di tengah riuk-pikuk helatan pasar kreatif ( creative market ) bertajuk Visa Presents Livin’ MARKT yang berlangsung di Jakarta pada 4–8 November 2026. Di balik deretan stan yang memanjakan mata, ajang belanja ini menyisipkan misi penting yakni menyelaraskan tren gaya hidup kekinian dengan langkah nyata memitigasi isu perubahan iklim.

Pengalaman berbelanja yang diusung dalam helatan ini tidak hanya mengandalkan daya tarik visual, melainkan juga membangun kesadaran pengunjung terhadap isu emisi gas rumah kaca. Sebanyak lebih dari 250 pelaku usaha dan pasar kreatif lokal ( creative local market ) turut mengambil bagian untuk menyapa para pencinta produk dalam negeri. Pengunjung diajak menjelajahi beragam kurasi ruang pamer yang memikat, mulai dari ranah kecantikan, fesyen, dan parfum ( Beauty Fashion Fragrance Market ), ragam kerajinan Nusantara ( Inacraft ), perayaan gaya hidup perkotaan ( Jacoweek Market ), ruang apresiasi wewangian ( Perfume Pop Market ), hingga ruang bagi para pencinta busana berbahan denim ( Wall of Fades ). Aneka kebutuhan lain seperti kuliner, hobi, barang koleksi, kebutuhan keluarga, hingga penawaran perjalanan ( travel ) turut melengkapi pengalaman tersebut secara utuh.

Baca Juga :  Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah

Di balik keseruan ruang interaksi antara konsumen dan kreator lokal tersebut, terdapat komitmen pelestarian lingkungan yang dihitung secara matang. Guna menekan dampak aktivitas dari pengoperasian acara, pihak penyelenggara secara khusus membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) sebesar 150 ton CO₂e. Langkah penyeimbangan emisi ( carbon offset ) ini dilakukan untuk mengompensasi sebagian emisi yang dihasilkan selama lima hari kegiatan berlangsung. Besaran emisi yang dikompensasi tersebut memiliki dampak yang setara dengan penekanan emisi dari konsumsi listrik rumah tangga sebanyak 172.414 kWh, sekaligus menjadi bentuk dukungan langsung bagi keberlanjutan proyek pengurangan emisi di tanah air.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belanja, Menjelajahi 5 Hidden Gem Estetis di Bandung Bikin Hati Perempuan Bergetar

Inisiatif ini menegaskan bahwa ruang temu gaya hidup dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Senior Vice President Bank Mandiri Agus Hendra Purnama menegaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan kebutuhan masyarakat modern dengan solusi yang tetap berdampak positif. Pihaknya bersama Visa dan seluruh merek yang terlibat ingin menyajikan pengalaman gaya hidup ( lifestyle ) yang terintegrasi secara utuh. Kehadiran kemudahan transaksi digital juga menjadi fondasi penting dalam mendukung kenyamanan seluruh pengunjung selama bereksplorasi.

“Melalui kolaborasi dengan Visa dan berbagai brand serta pelaku usaha, kami ingin menghadirkan pengalaman lifestyle yang lebih terintegrasi dengan solusi transaksi yang cepat, mudah, aman, dan nyaman,” ujar Agus.

Dukungan terhadap transformasi gaya hidup dan kemudahan bertransaksi ini turut ditegaskan oleh pihak mitra penyelenggara. Head of Corporate Communications Visa Indonesia Astri Abyanti menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi pembuktian bagaimana pasar kreatif mampu memberikan nilai tambah yang lebih luas, baik bagi konsumen maupun bagi pertumbuhan para pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  The Concierge Luxe Himpun Luxury Brand Terbaik Lewat Pengalaman Belanja Terdepan

“Visa Presents Livin’ MARKT menunjukkan bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih menarik sekaligus mendorong adopsi pembayaran non-tunai,” ujar Astri Abyanti.

Kehadiran konsep belanja yang memadukan kreativitas lokal, kemudahan teknologi, serta langkah konkret menjaga bumi ini menjadi angin segar bagi industri kreatif tanah air.

Sentuhan kecil dalam setiap transaksi non-tunai dan pilihan produk yang berkesadaran kini tak lagi sekadar memuaskan keinginan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk merawat masa depan alam Indonesia. Sudahkah Anda menjadi bagian dari tren gaya hidup yang peduli pada bumi hari ini? (Gdi)