WANITAINDONESIA.CO – Harapan para petambak udang di Desa Samudra Jaya, Kabupaten Bekasi, untuk meningkatkan kesejahteraan kini menjadi kenyataan berkat sentuhan teknologi kelistrikan.
Melalui program listrik untuk pertanian (Electrifying Agriculture), PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya bersama PLN Electricity Services (PLN ES) berhasil mendorong produktivitas perikanan daerah. Transformasi dari metode konvensional ke berbasis listrik ini terbukti memberikan dampak nyata bagi kelompok petambak binaan Laznas Syarikat Islam dalam mengoptimalkan hasil panen mereka.
Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas penyediaan infrastruktur, tetapi juga mencakup pemberdayaan yang komprehensif. Melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), para petambak mendapatkan pelatihan intensif, pendampingan budidaya, serta penyediaan sarana pendukung operasional yang semuanya bergantung pada energi listrik. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tahapan budidaya udang dapat berjalan lebih efisien dan modern.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam dari pemerintah daerah atas inisiatif ini. Menurutnya, bantuan teknologi listrik tersebut merupakan solusi tepat guna yang manfaatnya langsung menyentuh aspek ekonomi paling dasar dari masyarakat pesisir di Bekasi.
“Saya mewakili Bapak Bupati selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan kepada kelompok budidaya peternak udang di Samudra Jaya ini. Bantuan ini telah dirasakan langsung oleh para petambak melalui peningkatan hasil produksi, yang pada akhirnya secara nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nayu Kulsum dalam kunjungannya ke lokasi tambah belum lama ini.
Sejalan dengan hal tersebut, General Manager (Manajer Umum) PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa kehadiran listrik harus mampu menjadi mesin penggerak ekonomi yang produktif. Menurutnya, program ini merupakan perwujudan komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai penerang, melainkan sebagai mitra dalam membuka peluang usaha yang lebih luas.
“Program Electrifying Agriculture (listrik untuk pertanian) ini menjadi bukti bahwa listrik tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran listrik mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi para petambak,” tutur Moch. Andy Adchaminoerdin dengan optimis.
Fondasi keberhasilan program ini tentu terletak pada keandalan pasokan listrik yang menjangkau lokasi pelosok.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Marunda, Suzana Zein, menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun infrastruktur khusus demi mendukung kelancaran operasional tambah tersebut.
Dukungan teknis ini mencakup pemasangan daya baru sebesar 7.700 VA (Volt Ampere) yang diperkuat dengan pembangunan 12 tiang beton dan bentangan kabel sepanjang 300 meter agar energi listrik dapat tersalurkan dengan sempurna hingga ke bibir tambak.
“PLN UP3 Marunda mendukung penuh program ini melalui penyediaan listrik dengan pasang baru daya 7.700 VA, termasuk pembangunan jaringan berupa 12 tiang beton dan sekitar 300 meter kabel untuk menjangkau lokasi tambak,” jelas Suzana Zein.
Dengan dukungan infrastruktur yang mumpuni, para petambak kini dapat bernapas lega karena operasional kincir air dan sistem pemeliharaan udang dapat berjalan tanpa kendala selama 24 jam penuh. (gdi)





