Perluas Akses Pembiayaan, Kemen UMKM Dorong Kualitas KUR di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Ditingkatkan

Ilustrasi pengusaha sektor UMKM. (Foto: umkm.go.id)

WANITAINDONESIA.CO – Pemerintah mendorong peningkatan kualitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya bagi sektor produksi di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Langkah ini diperlukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM, memacu pertumbuhan usaha, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi penyaluran KUR, khususnya pada sektor produksi, pencapaian target debitur baru, dan pemerataan penyaluran di Bali dan Nusa Tenggara,” kata Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran KUR Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama 27 lembaga penyalur KUR di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dikutip Rabu (28/10/2026).

Helvi menjelaskan, hingga 23 Oktober 2026, realisasi KUR nasional mencapai Rp262,4 triliun atau 91 persen dari target Rp290 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak 4,07 juta debitur.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Bali Raih Penghargaan Dari Pemkot Denpasar, Apresiasi Kolaboraksi Bersama Masyarakat Tingkatkan Kesejahteraan

Capaian debitur baru telah mencapai 118 persen dari target, sedangkan penyaluran ke sektor produksi mencapai 66 persen, melampaui target 65 persen.

Sementara itu, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menyumbang Rp150,5 triliun atau sekitar 57 persen dari total realisasi KUR nasional.

Meski begitu, penyaluran masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Tengah (Jateng), Jatim, dan Jawa Barat (Jabar) menyumbang sekitar 78 persen. Sedangkan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru mencapai sekitar 12 persen.

Helvi menilai pemerataan penyaluran perlu mendapat perhatian bersama. Porsi KUR sektor produksi di regional tersebut baru mencapai 61,1 persen, masih di bawah target. Sementara realisasi debitur yang naik kelas atau graduasi baru mencapai 64 persen dari target.

Baca Juga :  Boeing dan AirNav Sepakati Urai Antrean Pesawat Bandara di Bali

Guna mengatasi tantangan tersebut, Kementerian UMKM akan meningkatkan kesiapan pengusaha UMKM mengakses pembiayaan melalui fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan pencatatan keuangan, dan peningkatan literasi pembiayaan.

“Kami mengimbau lembaga penyalur KUR untuk terlibat aktif dalam program Kementerian UMKM, seperti Festival UMKM, Kumitra, hingga Bursa Wirausaha, yang turut memfasilitasi sertifikasi dan pendaftaran NIB,” kata Helvi.
Selain itu, Kementerian UMKM juga mendorong pemerintah daerah lebih aktif mengidentifikasi dan mengunggah calon debitur potensial ke Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), sekaligus mengintegrasikan program daerah dengan perluasan akses pembiayaan.

Koordinasi antara kementerian, dinas terkait, pemerintah daerah, dan perbankan akan ditingkatkan untuk memetakan potensi industri daerah agar penyaluran KUR semakin tepat sasaran.

“Kami juga mendorong pemerintah daerah lebih aktif mengunggah calon debitur potensial ke SIKP dengan mengintegrasikan program atau kegiatan daerah untuk memperluas akses pembiayaan, khususnya KUR,” ujar Helvi.

Baca Juga :  Solusi Canggih Bebas Sayatan Dada Bagi Penderita Kebocoran Katup Jantung di Bali

Dia menekankan perluasan akses pembiayaan UMKM bukan semata-mata mengenai penyaluran kredit, melainkan juga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan upaya mewujudkan pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru,” kata Helvi menegaskan.

Sementara, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengapresiasi penyelenggaraan Rakor Penyaluran KUR Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Jawa Timur.

Ia menyampaikan, Bank Jatim terus meningkatkan peran aktifnya dalam mengusulkan calon penerima KUR agar pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak pengusaha UMKM.

“Harapannya, penyelenggaraan KUR bisa lebih terbuka lagi. Kita ingin mencari terobosan agar sektor produktif bisa meningkat,” kata Emil menambahkan. (Yud)