WANITAINDONESIA.CO – Hari ini menjadi momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji sekaligus menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, ketika jutaan jemaah dari seluruh dunia memadati Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, puncak ibadah haji yang menentukan kesempurnaan rukun Islam kelima. Berdasarkan penetapan resmi, wukuf di Arafah berlangsung pada 26 Mei 2026, sementara Idul Adha dirayakan pada 27 Mei 2026.
Sejak pagi, arus jemaah bergerak dari Mekkah menuju Padang Arafah dengan tertib. Mereka mengenakan pakaian ihram serba putih, menciptakan pemandangan bak “lautan manusia” yang menyelimuti hamparan gurun suci. Di tempat inilah para jemaah memperbanyak doa, zikir, istighfar, dan munajat, memohon ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.
Wukuf di Arafah dimulai sejak tergelincir matahari hingga terbenam, menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda, “Al-Hajju Arafah”—haji itu adalah Arafah—menegaskan betapa pentingnya momen ini bagi setiap muslim yang berhaji.
Di sekitar Jabal Rahmah, bukit bersejarah tempat bertemunya Nabi Adam AS dan Hawa, ribuan jemaah tampak khusyuk menengadahkan tangan. Suasana haru menyelimuti kawasan suci itu, dengan lantunan talbiyah menggema di udara gurun yang hangat.
Sementara itu, di Masjidil Haram, ribuan umat Islam yang belum bergerak ke Arafah masih memadati area sekitar Ka’bah untuk melaksanakan tawaf dan ibadah sunnah. Pemerintah Arab Saudi juga mengerahkan pengamanan serta layanan kesehatan ekstra guna memastikan kelancaran puncak ibadah haji tahun ini.
Bagi umat Islam di seluruh dunia yang tidak menunaikan haji, hari Arafah juga menjadi momentum penting untuk menjalankan puasa Arafah, sebuah ibadah sunnah yang diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Puncak ibadah di Arafah bukan sekadar ritual, tetapi simbol persatuan umat Islam dunia—berkumpul tanpa memandang bangsa, bahasa, dan status, hanya dengan satu tujuan: mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (den)





