Menyambut Idul Adha, Ini Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah yang Sayang Dilewatkan

Menjelang perayaan Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya melalui puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.

WANITAINDONESIA.CO – Menjelang perayaan Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya melalui puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini dilaksanakan pada awal bulan Zulhijjah dan memiliki keutamaan besar, terutama bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Selain menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, puasa Tarwiyah dan Arafah juga diyakini sebagai momentum membersihkan diri, memperbanyak doa, serta meraih ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Puasa Tarwiyah, Ibadah Sunnah pada 8 Zulhijjah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap 8 Zulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Meski status hukumnya sunnah dan terdapat perbedaan pandangan ulama terkait kekuatan hadis yang mendasarinya, banyak umat Islam tetap menjalankannya sebagai bagian dari amalan utama di sepuluh hari pertama Zulhijjah.

Baca Juga :  Sambut Idul Adha: Siapkan Diri dengan Puasa Arafah dan Tarwiyah

Secara makna, “Tarwiyah” berkaitan dengan persiapan spiritual menjelang hari Arafah, sekaligus menjadi sarana melatih kesabaran dan meningkatkan ketakwaan.
Dengan berpuasa Tarwiyah, umat Islam diharapkan dapat memasuki momentum Idul Adha dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih tenang.

Puasa Arafah, Penghapus Dosa Dua Tahun

Puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa ini dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.
Keutamaan ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Safari Wukuf: Fasilitas Khusus Bagi Jemaah Haji yang Sakit Agar Tetap Bisa Wukuf di Arafah

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, karena pada saat yang sama jutaan jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, puncak dari rangkaian ibadah haji.

Waktu Pelaksanaan dan Niat

Puasa Tarwiyah dan Arafah dilakukan sebagaimana puasa sunnah pada umumnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Jadwalnya adalah:
Puasa Tarwiyah: 8 Zulhijjah
Puasa Arafah: 9 Zulhijjah
Umat Islam dianjurkan membaca niat pada malam hari atau sebelum waktu zawal (tergelincir matahari), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga :  "Selebrasi" Tongseng

Momentum Memperbanyak Ibadah

Selain berpuasa, sepuluh hari pertama Zulhijjah juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi salah satu amalan yang mudah dilakukan, namun memiliki nilai pahala besar serta menjadi persiapan spiritual menyambut Hari Raya Idul Adha.

Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji, dua puasa sunnah ini menjadi kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meraih keberkahan di hari-hari terbaik sepanjang tahun. (den)