Langkah Nyata Bank Jakarta Sulap Tomang Jadi Kawasan Sehat

Dukung Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Bank Jakarta wujudkan program Corporate Social Responsibility berupa pemberian 1 Unit Mandi Cuci Kakus (MCK) berbasis komunal di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan Jakarta Barat. HO-Bank Jakarta

WANITAINDONESIA.CO – Sudut-sudut kawasan padat penduduk di Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, kini bersolek dengan wajah baru yang lebih bersih. Di balik dinding-dinding pemukiman yang rapat, sebuah fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) berbasis komunal atau kelompok masyarakat berdiri kokoh menjadi simbol perubahan. Kehadiran infrastruktur esensial ini bukan sekadar urusan sanitasi, melainkan sebuah lompatan besar bagi warga setempat untuk meninggalkan pola hidup lama demi menyongsong tatanan kota sehat yang merata.

Langkah ini menjadi bagian dari perayaan besar keberhasilan Kelurahan Tomang dalam mendeklarasikan status Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dalam perwujudan lingkungan yang higienis ini, Bank Jakarta mengambil peran strategis melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan menghibahkan satu unit MCK komunal yang layak dan memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Kunci Bank Jakarta 15 Tahun Beruntun Jaga Kepercayaan Nasabah

Aksi nyata tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang hadir langsung dalam acara deklarasi tersebut. Ia menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong tercapainya STBM merupakan parameter mutlak dalam mentransformasikan Jakarta menjadi kota global yang sehat dan berdaya saing. Bergabungnya Kelurahan Tomang kini memperpanjang daftar kelurahan yang berstatus STBM Komitmen di Ibu Kota, yang saat ini telah mencapai 194 kelurahan atau sekitar 72,65 persen.

“Semoga seluruh kolaborator senantiasa diberikan kemudahan. Menyongsong Jakarta memasuki usia lima abad, kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, seraya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bank Jakarta dan seluruh lembaga mitra.

Baca Juga :  Kepatuhan Hukum Jadi Kunci Bank Jakarta Raih Penghargaan

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menjelaskan bahwa pencapaian status STBM bukanlah perkara mudah. Untuk meraih predikat tersebut, sebuah wilayah disyaratkan memiliki sedikitnya 500 kepala keluarga yang telah mengakses dan menggunakan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kelayakan. Melalui program kolaborasi ini, pemenuhan kebutuhan dasar warga di kawasan padat dapat terakomodasi secara optimal.

Di tempat terpisah, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengungkapkan bahwa keterlibatan sektor perbankan daerah dalam isu lingkungan merupakan wujud kepedulian nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga, terutama di kantong-kantong pemukiman yang membutuhkan perhatian ekstra.

”Program CSR MCK komunal ini menjadi langkah Bank Jakarta untuk hadir meningkatkan kehidupan dan lingkungan Jakarta yang bermanfaat. Bank Jakarta percaya kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun Jakarta yang modern, sehat, dan berdaya saing,” papar Agus H. Widodo dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Menang Dobel! Bank Jakarta Buktikan Kelola Uang Nasabah dengan Aman dan Amanah

Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap sektor sanitasi masyarakat ini merupakan bagian dari visi jangka panjang institusinya untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.

Keberhasilan di Kelurahan Tomang ini menjadi bukti bahwa modernisasi sebuah megapolitan tidak hanya dinilai dari kokohnya gedung-gedung pencakar langit, melainkan dari seberapa baik kualitas kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Ketika akses air bersih dan sanitasi layak sudah berada di dalam jangkauan, maka fondasi kehidupan masyarakat yang lebih produktif dan sejahtera pun resmi dimulai. Perjalanan menuju kota global yang humanis kini bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun bersama. (Gdi)