
WANITAINDONESIA.CO — Mobilisasi masyarakat menjelang momentum liburan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 diprediksi bakal meningkat seiring dengan kesiapan layanan transportasi udara yang kian memanjakan para pelancong.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memproyeksikan adanya kenaikan jumlah penumpang pesawat sebanyak tiga hingga empat persen pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Proyeksi positif tersebut merujuk pada capaian tahun sebelumnya ketika pihak pengelola berhasil melayani sedikitnya 158 juta penumpang penerbangan di seluruh penjuru tanah air.
Commercial Director InJourney Airports Veri Y Setiady menjelaskan bahwa keyakinan akan lompatan trafik penumpang tersebut didorong oleh tingginya pertumbuhan konektivitas internasional menuju Indonesia, yang berpadu dengan peningkatan fasilitas serta ragam pilihan layanan modern di area bandar udara.
“Kami optimistis tingkat pengeluaran per penumpang (spending per pax) turut naik, sehingga para pelancong dapat semakin menikmati ruang komersial (commercial space) di area bandara,” ujarnya di Tangerang, Banten, Rabu.
Kehadiran pengalaman perjalanan yang menyenangkan tersebut diselaraskan dengan langkah antisipasi lonjakan arus mobilitas masyarakat. Pihak pengelola bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam mengoptimalkan penyediaan posko pelayanan terpadu serta penyesuaian pengalaman pelanggan (customer experience) untuk menyambut musim puncak (peak season) tahunan.
Veri Y Setiady menegaskan bahwa kawasan bandar udara kini tidak lagi sekadar tempat transit, melainkan wadah hiburan yang semarak melalui sajian instalasi tematik perayaan akhir tahun hingga tawaran menarik dari para penyewa tempat (tenant). Pihaknya turut membuka ruang luas bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan industri kreatif di lingkungan bandar udara, seperti pameran seni, instalasi karakter populer, hingga peragaan busana (fashion show).
Daya tarik momentum libur akhir tahun kali ini kian terasa istimewa berkat adanya dukungan kebijakan strategis yang mempermudah aksesibilitas masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemberian insentif tarif yang secara langsung berpotensi meringankan anggaran perjalanan udara masyarakat.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi menyampaikan bahwa pengumuman resmi kebijakan potongan tarif kebandarudaraan telah ditetapkan di Tangerang pada Senin, 26 Oktober 2026, yang mengacu pada Surat Menteri Perhubungan Nomor AU.007/1/1/MHB/2026 mengenai potongan harga bandara. Kebijakan strategis periode 2026/2027 tersebut sengaja dihadirkan untuk mendukung mobilitas penumpang pesawat dan maskapai penerbangan domestik.
“InJourney Airports menetapkan penurunan tarif bagi penumpang pesawat berupa potongan harga tarif sebesar 50 persen atas Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U, Red) atau juga dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC, Red), berlaku di seluruh bandara InJourney Airports yang berjumlah 36 bandara dan di seluruh rute penerbangan domestik,” kata Mohammad R Pahlevi.
Kebijakan insentif pemotongan biaya pelayanan penumpang tersebut berlaku khusus untuk jadwal keberangkatan pesawat pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Skema pemangkasan tarif kebandarudaraan ini secara otomatis akan mengurangi nominal akhir harga tiket pesawat yang dibayarkan oleh masyarakat, sehingga perjalanan liburan bersama keluarga maupun kerabat tercinta dapat terwujud dengan lebih nyaman, hemat, dan berkesan.
Menikmati penerbangan dengan tarif yang lebih terjangkau sembari menjelajahi kemegahan atraksi seni di kawasan bandar udara tentu menjadi sinyal positif bahwa perjalanan akhir tahun ini siap mengukir kenangan manis yang tak terlupakan. (Gdi)




