Jangan Takut Cek Kesehatan, Cegah Komplikasi Diabetes Sejak Dini

Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat mencegah penyakit bagi lansia. gdi

WANITAINDONESIA.CO – Kesehatan sering kali menjadi hal yang paling mahal ketika tubuh mulai memberikan sinyal keluhan. Di tengah kesibukan melayani masyarakat, banyak pegawai negeri sipil yang tanpa sadar mengabaikan kondisi fisik mereka sendiri. Padahal, mendeteksi penyakit sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan investasi terbaik agar kinerja di tempat kerja tetap berjalan optimal dan prima.

Fenomena abainya aparatur sipil negara terhadap kondisi tubuh ini tercermin dari realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan. Sejak diluncurkan pada Maret 2026 lalu, program yang bertujuan memetakan kondisi kesehatan pegawai ini ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ketua Panitia Promosi Kesehatan Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (UPT PPKP) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Lenny mengungkapkan bahwa jumlah pegawai yang berpartisipasi masih jauh dari harapan. Berdasarkan catatan terbarunya, baru sekitar 34,5 persen atau setara 898 aparatur sipil negara yang memeriksakan diri. Angka tersebut masih sangat jauh dari target awal yang membidik hingga 2.600 orang pegawai di daerah setempat.

Baca Juga :  Buah Kelapa: Rahasia Alam untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Melihat kondisi tersebut, Lenny menilai perlunya dorongan kuat dari seluruh jajaran pimpinan dan pihak terkait agar partisipasi pegawai dapat merangkak naik hingga akhir tahun nanti. Sebagai langkah pendalaman, ia juga mendorong adanya tindak lanjut berupa pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) bagi pegawai yang membutuhkan hasil diagnosis lebih akurat. Informasi penting ini disampaikannya di hadapan sekitar seratus aparatur sipil negara yang menghadiri kegiatan edukasi kesehatan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar promosi kesehatan tersebut berfokus pada kewaspadaan terhadap diabetes melitus, mulai dari pengenalan batas normal kadar gula darah, kondisi sebelum diabetes (prediabetes), hingga pengenalan gangguan saraf tepi (neuropati periferal). Melalui edukasi intensif ini, para pegawai diajak untuk lebih aktif memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan negara, termasuk layanan pemeriksaan gratis di Klinik Utama PPKP yang berlokasi di Balai Kota Jakarta.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Kader Remaja Sehat, Tingkatkan Edukasi Kesehatan di Sekolah

Tidak hanya berfokus pada penyakit tidak menular, UPT PPKP dalam kesempatan yang sama juga memperkenalkan program baru berupa layanan pemeriksaan zat adiktif atau narkoba. Layanan khusus ini menyasar para pegawai, khususnya tenaga pegawai pemerintah non-aparatur sipil negara, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kedisiplinan dan kebersihan lingkungan kerja dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Melalui keterpaduan program ini, seluruh elemen pekerja di Jakarta Utara diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh demi mendukung terciptanya atmosfer kerja yang sehat dan produktif.

Langkah preventif atau pencegahan ini mendapat dukungan penuh dari pihak wilayah setempat. Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Anita Permata Sari menegaskan betapa krusialnya seminar ini agar jajarannya tidak lagi menutup mata terhadap kondisi tubuh mereka sendiri. Ia berpesan agar rasa takut terhadap jarum suntik atau hasil diagnosis medis tidak menjadi penghalang untuk melakukan deteksi dini.

“Jangan takut untuk memeriksa kesehatan karena komplikasi diabetes sangat berbahaya karena bisa menyerang saraf, termasuk saraf mata. Melalui kegiatan ini, kita belajar cara mencegah diabetes dan menjaga pola hidup sehat,” ujar Anita Permata Sari menekankan pentingnya langkah pencegahan sebelum terlambat.

Baca Juga :  Buah Salak, Si Kecil Kaya Manfaat: 11 Khasiat yang Tak Terduga

Menutup arahannya, Anita menaruh harapan besar agar para peserta yang hadir tidak menyerap informasi berharga ini untuk diri mereka sendiri saja. Ia meminta para pegawai menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan pengetahuan tentang bahaya diabetes dan pentingnya deteksi dini kepada rekan kerja sejawat maupun masyarakat luas di lingkungan tempat tinggal mereka.

Bagaimanapun, tubuh yang sehat adalah aset terbesar dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalankan rutinitas pekerjaan. Mengetahui kondisi kesehatan lebih awal bukanlah sebuah momok yang harus dihindari, melainkan sebuah langkah berani untuk mengamankan masa depan yang lebih bugar dan bebas dari bayang-bayang komplikasi penyakit. Tetap jaga pola makan, rutin bergerak, dan jangan ragu untuk memeriksakan diri sekarang juga demi hari esok yang lebih produktif. (Gdi)