Kisah Inspiratif Johnny Andrean: Ditolak Raksasa AS, Malah Sukses Bawa Donat J.CO Mendunia

​Sering dikira waralaba asal Amerika Serikat, J.CO sebenarnya lahir dari perjuangan, keberanian, dan mimpi besar seorang pria bernama Johnny Andrean. Foto : Instagram @JohnnyAndreansalon

WANITAINDONESIA.CO — Banyak yang tak menyangka bahwa di balik kelezatan donat J.CO Donuts & Coffee, dengan tekstur lembut, rasa lumer di mulut, serta tampilan gerai modern elegan tersimpan karya hebat dari putra bangsa.

​Sering dikira waralaba asal Amerika Serikat, J.CO sebenarnya lahir dari perjuangan, keberanian, dan mimpi besar seorang pria bernama Johnny Andrean.

​​Dilansir dari unggahan Instagram @pendaflex_capital, perjalanan Johnny bukanlah cerita manis yang instan. Lahir dan besar di Singkawang, Kalimantan Barat, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta dari nol.

Baca Juga :  Bikin Donat Menjadi Lebih Sehat, Bisa Manfaatkan Labu Parang

​Johnny mengawali kariernya sebagai seorang penata rambut. Modal utamanya hanyalah keterampilan tangan, ketelitian, dan tekad baja. Berkat konsistensi dan kerja kerasnya, bisnis salon yang ia rintis dari bawah sukses berkembang pesat hingga memiliki ratusan gerai di berbagai wilayah Indonesia.

Foto : Instagram @JohnnyAndreansalon

​​Ketika bisnis kecantikannya sudah mapan, jiwa wirausaha Johnny mendorongnya keluar dari zona nyaman. Ia melihat peluang besar di industri kuliner, khususnya donat. Johnny memimpikan donat yang lebih ringan, tidak padat, serta disajikan di tempat yang nyaman untuk bersantai.

Baca Juga :  DONAT UBI JALAR

​Demi mewujudkan ide tersebut, ia keliling dunia untuk melakukan riset dan berencana membeli lisensi waralaba donat ternama asal Amerika Serikat. Namun, niat itu berujung penolakan. Pihak lisensor enggan memberikan fleksibilitas bagi Johnny untuk menyesuaikan konsep dan resep dengan selera lokal.

​Penolakan tersebut justru menjadi titik balik terbesar. Alih-alih menyerah, Johnny memutuskan membuat merek donatnya sendiri dari nol. Selama bertahun-tahun, ia melakukan eksperimen mandiri hingga menemukan formula racikan yang pas: donat yang ringan, lembut, dan lumer saat disantap.

Baca Juga :  Perjalanan Karier Budi Utami dari Waiter ke Director of Sales & Marketing, Kisah Inspiratif Perempuan Hotelier Sejak 1996

​​Pada Mei 2005, gerai J.CO Donuts & Coffee pertama resmi dibuka. Mengusung konsep open kitchen dan interior bergaya premium, J.CO langsung disambut hangat oleh masyarakat hingga antrean pembeli mengular.

​Hanya dalam kurun waktu satu tahun, 16 gerai baru dibuka. Tak berhenti di pasar domestik, J.CO mengepakkan sayapnya ke tingkat internasional, mulai dari Malaysia, Singapura, hingga Filipina. (Des)