Setiap Perempuan Punya Gaun Impian, Elvarica Noviyanti Hadirkan Maison Eternellie untuk Mewujudkannya

Perjalanan profesional Elvarica di industri gaming memberinya pengalaman dalam memimpin tim, mengembangkan bisnis, membangun kemitraan, dan memahami perilaku konsumen dalam skala besar.

WANITAINDONESIA.CO — Membangun bisnis tidak selalu berawal dari peluang pasar. Terkadang, sebuah bisnis lahir dari pengalaman pribadi yang kemudian berkembang menjadi keinginan untuk membantu orang lain. Hal inilah yang melatarbelakangi kehadiran Maison Eternellie, bridal boutique di Gading Serpong yang didirikan oleh Elvarica Noviyanti untuk membantu lebih banyak perempuan menemukan gaun pengantin impian mereka tanpa harus terbebani anggaran yang besar.

Sebelum memasuki industri bridal, Elvarica telah meniti karier di dunia korporat dan industri gaming. Pengalamannya memimpin bisnis berskala besar, termasuk sebagai Country Manager Indonesia di Tencent Games dan kemudian di Huanle Entertainment, membentuk perspektifnya dalam membangun bisnis, memahami kebutuhan konsumen, serta mengembangkan strategi yang berkelanjutan.

Namun, di balik perjalanan profesional tersebut, terdapat pengalaman personal yang menginspirasi lahirnya Maison Eternellie. Pengalaman mempersiapkan pernikahannya sendiri membuat Elvarica memahami bahwa menemukan gaun pengantin yang benar-benar sesuai dengan impian bukanlah hal yang selalu mudah.

Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk menghadirkan pengalaman bridal yang lebih personal, nyaman, dan terjangkau bagi calon pengantin lainnya.

Dari Memimpin Bisnis Gaming hingga Membangun Brand Sendiri

Perjalanan profesional Elvarica di industri gaming memberinya pengalaman dalam memimpin tim, mengembangkan bisnis, membangun kemitraan, dan memahami perilaku konsumen dalam skala besar.

Saat menjabat sebagai Country Manager Indonesia di Tencent Games, ia terlibat dalam pengelolaan bisnis PUBG Mobile yang menjangkau lebih dari 5 juta pemain setiap bulannya. Tanggung jawab tersebut memberinya pemahaman mengenai pentingnya strategi pasar, operasional, serta membangun hubungan dengan komunitas dan berbagai pemangku kepentingan.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut sebagai Country Manager Indonesia di Huanle Entertainment, memperluas pengalamannya dalam memimpin dan mengembangkan bisnis di industri hiburan digital.

Baca Juga :  AMKI Kartini Award: Apresiasi Nyata bagi Perempuan Hebat Indonesia

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang berharga ketika Elvarica memutuskan membangun Maison Eternellie. Baginya, membangun sebuah brand tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk yang menarik. Sebuah bisnis juga perlu memiliki identitas yang jelas, memahami kebutuhan pelanggannya, dan menawarkan nilai yang benar-benar relevan.

Perspektif inilah yang kemudian ia bawa ke industri bridal, dengan pendekatan yang lebih dekat pada pengalaman dan kebutuhan personal setiap perempuan.

Mendukung Perempuan untuk Berani Berkembang

Dukungan terhadap perempuan juga menjadi bagian dari perjalanan profesional Elvarica. Ia pernah terlibat sebagai pembicara dalam program #GameHers dari UniPin dan #WomenInGaming dari TikTok, yang berkaitan dengan komunitas serta representasi perempuan di industri gaming.

Keterlibatannya mencerminkan ketertarikannya untuk mendukung lebih banyak perempuan agar berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, dan membangun karier di bidang yang mereka minati.

Bagi Elvarica, perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dalam berbagai peran, baik sebagai profesional, pemimpin, maupun entrepreneur. Kepercayaan diri dan akses terhadap kesempatan menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Semangat ini juga sejalan dengan gagasan di balik Maison Eternellie, meskipun hadir dalam bentuk yang berbeda. Melalui brand bridal ini, ia ingin membantu perempuan merasa lebih percaya diri dalam menentukan pilihan untuk salah satu momen terpenting dalam hidup mereka.

Pengalaman Pribadi yang Melahirkan Maison Eternellie

Ide Maison Eternellie berawal dari pengalaman Elvarica ketika mempersiapkan pernikahannya sendiri. Dalam proses pencarian gaun, ia menyadari bahwa menemukan wedding dress yang benar-benar sesuai dengan keinginan bukanlah perkara sederhana.

Baca Juga :  PNM di Usia ke-26, Konsisten Menanamkan Nilai Pancasila dalam Setiap Langkah Pemberdayaan

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari desain, kenyamanan, karakter pribadi, hingga anggaran. Bahkan, menjelang hari pernikahan, masih ada perasaan bahwa gaun yang akan dikenakan belum sepenuhnya menjadi gaun impian.

Pengalaman tersebut membuat Elvarica menyadari bahwa perjalanan menemukan gaun pengantin dapat menjadi proses yang emosional bagi seorang perempuan. Gaun tersebut bukan sekadar busana untuk satu hari, melainkan bagian dari kenangan yang akan terus diingat sepanjang hidup.

Dari sana, muncul keinginan untuk membantu calon pengantin lainnya agar dapat menjalani proses pencarian gaun dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Maison Eternellie kemudian dibangun dengan harapan agar setiap perempuan memiliki kesempatan untuk menemukan gaun yang sesuai dengan karakter, selera, dan impiannya sendiri, tanpa harus merasa bahwa gaun yang indah hanya bisa diperoleh dengan biaya yang sangat besar.

Menghadirkan Accessible Luxury bagi Setiap Bride

Maison Eternellie mengusung konsep accessible luxury, dengan pilihan wedding dress mulai dari Rp1 jutaan serta paket bridal yang dirancang untuk membantu calon pengantin memenuhi kebutuhan mereka secara lebih praktis dan terjangkau.

Konsep ini berangkat dari pemahaman bahwa persiapan pernikahan melibatkan banyak kebutuhan yang harus dipertimbangkan secara bersamaan. Karena itu, Maison Eternellie ingin menghadirkan alternatif bagi calon pengantin yang menginginkan gaun indah dan berkualitas, sekaligus tetap memperhatikan anggaran mereka.

Bagi brand ini, pengalaman bridal yang istimewa tidak semata-mata diukur dari harga sebuah gaun. Kenyamanan, kesesuaian dengan kepribadian, dan rasa percaya diri ketika mengenakannya juga memiliki arti penting.

Setiap perempuan memiliki gambaran tersendiri tentang bagaimana ia ingin tampil pada hari pernikahannya. Karena itu, menemukan gaun yang tepat seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan sumber tekanan tambahan.

Baca Juga :  UU Ketenagakerjaan Disahkan, Menteri PPPA Tekankan Pelindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan Pekerja

Melalui Maison Eternellie, Elvarica ingin membantu lebih banyak perempuan menemukan gaun yang membuat mereka merasa cantik, nyaman, dan bahagia di hari istimewa mereka.

Maison Eternellie: Sebuah Rumah bagi Setiap Bride

Filosofi Maison Eternellie tercermin dalam namanya. Kata “Maison” berasal dari bahasa Prancis yang berarti rumah, tempat seseorang merasa nyaman, diterima, dan bebas menjadi dirinya sendiri.

Sementara itu, “Eternellie” terinspirasi dari kata *eternal*, yang melambangkan keabadian, dengan sentuhan feminin yang merepresentasikan keindahan dan keanggunan.

Melalui nama tersebut, Maison Eternellie ingin menjadi seperti rumah bagi setiap calon pengantin: tempat mereka dapat mengeksplorasi pilihan, menemukan gaun yang sesuai dengan karakter masing-masing, dan merasa percaya diri dengan keputusan yang diambil.

Gaun pernikahan mungkin hanya dikenakan selama satu hari, tetapi kenangan yang menyertainya dapat bertahan seumur hidup. Itulah yang ingin menjadi bagian dari pengalaman Maison Eternellie.

Dengan memadukan pengalaman profesional dalam memimpin bisnis dan pemahaman personal tentang perjalanan seorang bride, Elvarica ingin membangun Maison Eternellie sebagai lebih dari sekadar bridal boutique.

Melalui kehadirannya di Gading Serpong, Maison Eternellie membawa pesan sederhana: setiap perempuan berhak merasa cantik, percaya diri, dan bahagia pada hari pernikahannya. Dengan pilihan wedding dress mulai dari Rp1 jutaan, brand ini ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi calon pengantin untuk menemukan gaun impian yang sesuai dengan keinginan dan anggaran mereka. (Ver)