Ibu Bijak Digital Benteng Utama Anak dari Kejahatan Siber

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menjaga buah hati di ruang digital. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Lonjakan aktivitas di ruang siber belakangan ini berbanding lurus dengan tingginya risiko Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang mengintai kaum perempuan dan anak-anak di Indonesia. Menanggapi fenomena krusial ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus bergerak cepat mencari solusi afirmasi dengan memperkuat sinergi pentahelix atau kolaborasi multipihak. Langkah strategis yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, hingga sektor bisnis ini dirasa mendesak demi memutus mata rantai kekerasan siber yang kian kompleks.

Tantangan zaman yang kian mengkhawatirkan ini dikupas secara mendalam oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga :  Kisah Faradina Mufti Jadi Ibu dalam Children of Heaven dan Dibimbing Anak-Anak

Dia menyampaikan pesan yang menyentuh kalbu kaum ibu mengenai betapa dahsyatnya dampak negatif media sosial jika tidak disikapi dengan bijaksana. Menurut beliau, kejahatan berbasis daring (dalam jaringan) saat ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik anak-anak, tetapi juga perlahan merusak pola asuh, mengikis moralitas, hingga meruntuhkan fondasi ketahanan keluarga yang sudah dibangun dengan susah payah.

Arifah mengajak seluruh kaum ibu untuk tidak lagi gagap teknologi dan segera meningkatkan literasi digital (kemelekan digital) di dalam lingkungan keluarga. Ibu-ibu zaman sekarang harus mau membuka diri untuk belajar memahami cara kerja media sosial dan senantiasa memantau aktivitas berselancar sang anak di ruang digital. Pengawasan yang penuh kasih sayang dan pemahaman yang baik dari orang tua merupakan kunci utama agar anak-anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan siber, hingga eksploitasi daring yang kejam.

Baca Juga :  Sebelas Ibu Inspiratif SERASI

Sebagai penutup dari pesan kebangsaannya, Menteri Arifah Fauzi menitipkan sebuah kutipan yang sangat mendalam bagi seluruh perempuan Indonesia untuk direnungkan sebelum beranjak tidur.

“Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keluarga, terutama dalam pengasuhan anak dan perlindungan perempuan di ruang digital. Ibu-ibu juga harus belajar menggunakan media sosial secara bijaksana karena jika tidak digunakan dengan baik, dampaknya sangat besar bagi anak-anak dan keluarga. Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Ketahanan keluarga harus kita jaga bersama.”

Baca Juga :  BTN Memperkuat Arsitektur Risiko Siber Seiring dengan Transformasi Digital

Seruan ini menjadi sebuah ketukan bagi hati setiap ibu. Di tangan seorang ibulah, gawai yang dipegang anak tidak akan menjadi senjata yang menghancurkan masa depannya, melainkan menjadi alat yang mengantarkannya pada gerbang kesuksesan dengan tetap memegang teguh nilai moral luhur bangsa. (gdi)