Hitmaker Studios Cetak Sejarah Baru: The Doll Ghawiah Siap Teror Penonton di 18 Layar IMAX Seluruh Indonesia

Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, The Doll Ghawiah diposisikan sebagai prekuel yang menguak akar mula kutukan di semesta The Doll.

WANITAINDONESIA.CO — Peta perfilman horor Indonesia kembali mencatatkan babak baru yang membanggakan.

Melalui karya terbarunya, The Doll Ghawiah, Hitmaker Studios sukses menembus jaringan bioskop premium dengan menayangkan film ini secara serentak di 18 layar IMAX di seluruh penjuru Indonesia mulai 29 Oktober 2026.

Pencapaian ini sekaligus menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi Hitmaker Studios karena berhasil membawa lini horor unggulan mereka ke layar raksasa IMAX untuk pertama kalinya.

Pengalaman Eksklusif di Layar IMAX

Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh jajaran produser dan sutradara di balik layar terkait pencapaian penayangan di format layar lebar premium ini.

Rocky Soraya, Produser The Doll Ghawiah mengungkapkan bahwa momen penayangan di IMAX ini terasa begitu istimewa karena film ini berhasil tayang di seluruh layar IMAX di Indonesia dengan total 18 layar.

“Penayangan di IMAX merupakan sebuah pengalaman yang sangat spesial karena film ini berhasil tayang di seluruh layar IMAX di Indonesia (total terdapat 18 layar IMAX),” ungkapnya saat penayangan eksklusif The Doll Ghawiah di studio IMAX di Agora Mal Jakarta pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Baca Juga :  Film Pabrik Gula Tayang di IMAX dan Bioskop Seluruh Indonesia Lebaran 2025

“Pihak IMAX sendiri yang menyeleksi dan memilih film ini untuk ditayangkan di bioskop IMAX karena dinilai cocok untuk penayangan di layar besar. Proses penjajakan kerja sama dengan pihak IMAX ini sudah dimulai sejak sekitar 3 bulan sebelum penayangan.”

Guntur Soeharjanto (Sutradara) menyambut kabar ini dengan rasa bangga dan antusias. Dari sekitar 30 judul film panjang yang pernah ia arahkan, kesempatan ini merupakan debut pertamanya menembus layar IMAX.

“Saya sangat antusias dan terkesan karena film ini bisa tayang di IMAX. Dari sekitar 30 film yang telah saya sutradarai, baru kali ini salah satu film saya tayang di IMAX. Saya merasakan pengalaman menonton yang sangat berbeda dan memuaskan, terutama pada 30 menit bagian akhir film yang dinilai sangat menggetarkan jantung.”

Standar Produksi Kelas Kakap demi Layar IMAX

Pemeran utama Darius Sinathrya membeberkan bahwa keputusan untuk merilis film ini di IMAX berakar dari standar produksi tinggi yang diterapkan sejak hari pertama pengambilan gambar.

“Secara teknis, kita memang syuting menggunakan format 4K. Setelah melalui proses pembersihan footage (clean-up) dan penyempurnaan materi secara menyeluruh, ternyata hasilnya sangat layak dan memenuhi standar teknis IMAX,” jelas Darius.

Baca Juga :  Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadirkan Horor Eksorsisme Indonesia yang Level Up ke Layar IMAX

Di sisi lain, aktris Sara Wijayanto sempat dilanda perasaan campur aduk ketika pertama kali mendengar kabar tersebut.

“Kaget banget pas dikasih tahu, ‘Hah, di IMAX?! Oh my God!’ Terus sempat kepikiran, ‘Hah, muka kita jadi kelihatan gede banget dong nanti!’ Bikin insecure ya,” ujarnya sambil tertawa.

Kendati demikian, setelah melihat pratinjau beberapa adegan klimaks, Darius menilai bahwa format IMAX menghadirkan peningkatan kualitas yang masif—mulai dari ketajaman visual hingga dentuman audio yang menggelegar—sehingga mampu memberikan immersive experience yang jauh lebih mendalam bagi penonton.

Prekuel Megah dengan Sentuhan Teknologi Internasional

Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, The Doll Ghawiah diposisikan sebagai prekuel yang menguak akar mula kutukan di semesta The Doll.

Mengambil latar waktu tahun 1988, alur cerita berpusat pada keluarga Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) yang memboyong anak-anak mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), untuk pindah ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung.

Niat awal mencari lembaran hidup baru pasca-kebangkrutan justru berubah menjadi teror ketika Nala menerima boneka misterius bernama Ghawiah—yang bermakna ‘tersesat’—pemberian seorang anak di tengah hutan.

Baca Juga :  Film Pabrik Gula Tayang di IMAX dan Bioskop Seluruh Indonesia Lebaran 2025

Sebagai generasi boneka termutakhir di waralaba ini, Ghawiah dirancang secara khusus. Produser Rocky Soraya bahkan memesan langsung bentuk fisik boneka dari perajin lokal Pak Orlando di Bali, serta menggandeng pakar animatronics asal Amerika Serikat dengan suntikan dana miliaran rupiah. Hasilnya, boneka ini dibekali fitur gerak nirkabel (wireless), ekspresi, serta kostum mendetail yang belum pernah ada sebelumnya.

Sentuhan sinematografi Guntur Soeharjanto sukses meracik atmosfer kelam secara konsisten, bahkan sebelum sosok boneka itu menampakkan diri.

Ketegangan memuncak pada adegan penutup berskala besar, termasuk pembangunan set rumah kaca seluas lapangan tenis yang dihancurkan secara dramatis demi kepuasan visual penonton.

Dengan ramuan genre horor, thriller, dan action yang solid, The Doll Ghawiah siap membawa penonton menelusuri tragedi di balik arwah Uci (Fara Shakila) lewat pengalaman sinematis yang paling mendebarkan tahun ini.

Apakah Anda sudah siap menyaksikan teror mencekam Ghawiah di layar lebar IMAX pada 29 Oktober mendatang?(den)