
WANITAINDONESIA.CO – Kehadiran produk serta teknologi terbaru di industri estetika Indonesia memasuki paradigma baru.
Kini tak lagi soal teknik marketing yang dikemas menarik, namun lebih mengedepankan sains serta standar medis guna memastikan keamanan serta efikasinya.
Untuk memperkuat industri estetika Indonesia yang berkembang sangat masif, PT Redo Marketing Indonesia menginisiasi pembentukan Celluma Indonesia Advisory Board (CICAB). Merupakan forum penasihat yang diisi oleh para pakar dermatologi guna memberikan edukasi, praktik serta komunikasi teknologi LED photomodulation(PBM) di Indonesia.
CICAB diperkenalkan di ARUNA International Summit 2026 di Jakarta, yang mana di forum internasional yang sangat bersejarah di industri estetika Indonesia diluncurkan pula Celluma Elite Series 2 yang ditujukan bagi profesional serta Celluma Nova untuk penggunaan personal.
Agar pengembangan Celluma selalu berpijak pada sains, dan kebutuhan klinis, CICAB berkolaborasi dengan tiga pakar dermatologi ternama Indonesia dr.M.Akbar Wedyadhana, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr.Ruri Diah Pamela, Spesialis Dermatologi dengan keahlian laser, dermatologi kosmetik, dan regenerative medicine, dr. Feilicia Henrica, praktisi dermatologi estetika, dan anti-aging.
CICAB mengedepankan bukti ilmiah serta standar medis sebagai dasar utama dalam pengembangan Celluma. dr.M.Akbar Wedyadhana (dokter Dana) menjelaskan, “Dunia estetika, dan kedokteran regeneratif berkembang dengan sangat pesat.”
“Inovasi teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan serta meningkatnya kebutuhan masyarakat telah menghadirkan peluang yang sangat luar biasa.”
“Hal ini juga menghadirkan tantangan, untuk memastikan bahwa setiap perkembangan teknologi tetap berdasarkan pada bukti ilmiah, etika, dan keselamatan pasien.”
“Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, Estetika Indonesia) menyelenggarakan simposium “ARUNA International Summit 2026” di Jakarta dengan mengangkat tema “Beyond Borders, Beneath The Skin Global Aesthetics for Skin of All Colors”.
“Simposium menjadi cerminan suatu keyakinan akan masa depan industri estetika, dan regeneratif tidak bisa dibangun oleh satu individu maupun institusi, melainkan harus dibangun lewat persatuan, dan jejaring, kolaborasi serta kemitraan yang kuat, “imbuh dokter Dana.
“ARUNA menjadi wadah pertukaran ilmu, inovasi, jejaring profesional yang mengedepankan pendekatan inklusif terhadap keberagaman kulit, budaya serta kebutuhan pasien di berbagai populasi.”
“Kami mengangkat tema tipe kulit berwarna, termasuk tipe kulit orang Indonesia yang memerlukan perhatian, dan penanganan secara khusus. Hal ini merupakan wujud komitmen PERDOSKI bagi kemajuan dermatologi, estetika di Indonesia, dan Asia Tenggara.”
“ARUNA didukung oleh PT Redo Marketing Indonesia yang menghadirkan 29 pembicara ahli luar negeri, dari 11 negara serta lebih dari 50 pembicara Indonesia yang bertaraf internasional untuk berbagi ilmu, dan berdiskusi dalam simposium, dan workshop, “jelas dokter Dana.
“Simposium bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para dokter di bidang estetika, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.”
Lebih lanjut dokter Dana menegaskan bahwa rekomendasi medis tak boleh ditunggangi oleh hal-hal komersil, termasuk dalam menilai protokol pelatihan serta komunikasi pemasaran agar tidak berlebihan.
Inovasi Teknologi Diperkuat Praktisi Klinis
Dalam kesempatan yang sama dr. Feilicia Henrica menyoroti ihwal pemahaman terhadap PBM yang dimaknai secara mendalam dari sekedar melihat efek cahaya pada kulit. Penting untuk memahami interaksinya dengan cellular chromophores, dan respon biologis pada tingkat sel.
“Pendekatan ini sangat penting karena PBM bukanlah sekedar tren melainkan sebuah terapi yang dibutuhkan masyarakat dengan mekanisme yang jelas tepat sasaran. Didukung oleh bukti ilmiah yang diterapkan secara profesional.”
Turut menyampaikan pendapat dr.Ruri Diah Pamela yang melihat adanya cara pandang baru terhadap kesehatan kulit. Perawatan kulit saat ini mulai bergerak dari hasil yang terlihat di permukaan menuju proses biologis di tingkat sel, tempat mekanisme penuaan, dan regenerasi bermula.
Dokter Ruri menyoal kesehatan kulit dalam perspektif yang luas. Bila sepuluh tahun yang lalu estetika hanya membicarakan sudut pandang hanya untuk mengoreksi seperti bila muncul kerutan bagaimana bisa dihilangkan, kulit kendur bisa dikencangkan.
Tapi sekarang terdapat perubahan pemahaman sudut pandang bahwa peremajaan kulit, dan kecantikan tidak hanya sekedar mengkoreksi apa yang ada di permukaan, melainkan harus bisa memperbaiki hingga ke tingkat terkecil yakni ke dalam sel manusia.
“Oleh karenanya lewat ARUNA ekosistem estetika Indonesia dapat memiliki cara pandang baru mengenai inovasi teknologi, dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang estetika, dan kedokteran regeneratif, “ujar dokter Ruri.
Bertepatan dengan pembentukan CICAB, PT Redo Marketing Indonesia menghadirkan dua inovasi LED photobiomodulation dari BioPhotas, Inc (Amerika) yakni Celluma Elite Series 2 untuk profesional, dan Celluma Nova untuk pengguna personal.
Kehadiran kedua produk inovatif ini didukung oleh riset klinis selama lebih dari 15 tahun. FDA Clearance untuk lima indikasi serta mendapatkan lebih dari 60 penghargaan, dan Celluma telah dipercaya di hampir 100 negara.
Vanda Wulandari, National Sales Manager Celluma, PT Redo Marketing Indonesia mengatakan, “Bagi kami menghadirkan Celluma bukan sekedar peluang bisnis, melainkan sebuah amanah. Kami menginginkan teknologi di industri estetika medis Indonesia hadir lewat penatalaksanaan oleh para pakar yang memahami ilmu dari teknologi tersebut.”
Kehadiran produk inovatif tersebut menandai komitmen PT Redo Marketing Indonesia untuk selalu mengedukasi masyarakat lewat produk berkualitas, aman serta terbukti efikasinya.
Celluma merupakan perangkat terapi cahaya yang lahir dari pengembangan riset biostimulasi cahaya NASA untuk astronot yang diluncurkan di Indonesia melalui PT Redo Marketing Indonesia.
Yang membedakan peluncuran kali ini, bukan sekedar inovasi teknologi yang dibawa ke meja perawatan, melainkan pembentukan Celluma Indonesia Advisory Board. Sebuah jajaran praktisi klinis yang akan memastikan teknologi bekerja optimal di iklim tropis Indonesia. (*)




