
WANITAINDONESIA.CO – Langkah awal yang ditempuh oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji usai resmi memangku jabatan baru tidak main-main. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas kementerian serta lembaga demi menjadikan sektor industri nasional sebagai faktor pengungkit (leverage) utama yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di seluruh pelosok negeri.
Momen serah terima jabatan yang berlangsung di Jakarta pada Jumat tersebut menjadi panggung perdana bagi Menperin Muhammad Sarmuji dalam memaparkan arah kebijakan strategisnya. Ia menyampaikan secara terbuka bahwa upaya penguatan industri merupakan sebuah misi besar yang penuh tantangan. Menurutnya, tantangan tersebut bukanlah penghalang, melainkan pendorong utama bagi jajarannya untuk bekerja lebih keras dan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dalam pandangan Menperin Muhammad Sarmuji, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) wajib membangun visi besar agar manuver sektor industri nasional dapat berdiri semakin kokoh di masa mendatang. Keberhasilan pembangunan tersebut dinilainya tidak dapat diraih jika berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan harmonis dari pelbagai kementerian teknis pendukung.
Keterlibatan lintas sektor ini mencakup peran penting Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dari sisi masuknya arus modal, serta Kementerian Keuangan yang bertugas memfasilitasi pelonggaran (relaksasi) dan perangsang ekonomi (insentif) bagi para pelaku industri. Selain itu, koordinasi erat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memegang peranan krusial guna menjamin ketersediaan pasokan gas sebagai sumber daya vital produksi. Sektor hulu dari Kementerian Pertanian pun turut dilibatkan secara aktif agar mampu menciptakan nilai tambah secara maksimal melalui proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi (industrialisasi) dan pengolahan lanjutan (hilirisasi).
Integrasi penuh antarsektor ini menegaskan keyakinan sang menteri bahwa kolaborasi menyeluruh adalah kunci tunggal dalam menggerakkan roda manufaktur nasional secara berkelanjutan. Pelantikan Menperin Muhammad Sarmuji oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10) untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, menandai dimulainya babak baru tata kelola industri tanah air.
Pelantikan tersebut berlangsung serentak bersama pejabat negara lainnya, yaitu Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, Komjen Pol. Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional, serta Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Kini, harapan besar bertumpu pada kolaborasi strategis yang tengah dirajut oleh Menperin Muhammad Sarmuji. Langkah maju ini menjadi bukti nyata bahwa optimisme baru telah lahir untuk membawa industri nasional terbang lebih tinggi, menciptakan lapangan kerja yang luas, serta memacu kesejahteraan masyarakat secara merata di masa depan. (GDI)




