
WANITAINDONESIA.CO – Dunia digital yang berkembang pesat membuka pintu peluang usaha yang tidak terbatas bagi generasi muda. Menyadari potensi besar tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bergerak cepat dengan memperkuat pembinaan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Langkah strategis ini diambil guna membekali para mahasiswa agar mampu membaca arah pasar dan mandiri secara ekonomi di tengah derasnya arus transformasi teknologi.
Sinergi nyata ini diwujudkan melalui gelaran diskusi kelompok pengusaha perempuan (Womenpreneur Development Forum) yang mengusung tema membuka peluang digital (Unlocking Digital Opportunity). Acara yang berlangsung di Universitas Bakrie, Jakarta, menjadi ruang kolaborasi inklusif yang mempertemukan pemikiran akademis dengan praktisi industri. Forum ini terselenggara berkat kerja sama apik antara Kadin Indonesia, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Universitas Bakrie, serta Shopee Indonesia.
Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kadin Indonesia, Tatyana Sentani Sutara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pengusaha perempuan pergi ke kampus (Womenpreneur Goes to Campus). Program tersebut dirancang khusus untuk memantik minat dan keberanian generasi muda agar bersedia terjun langsung ke dunia usaha sejak bangku kuliah.
“Kadin ingin mendorong lebih banyak lagi pengusaha baru yang tercipta melalui program ini. Kami masuk ke kampus-kampus untuk mendorong para anak-anak muda supaya mau menjadi wirausaha (entrepreneur),” ujar Tatyana Sentani Sutara dalam keterangan yang diterima, Jumat.
Meskipun fokus penguatan kapasitas ini memberikan porsi besar pada kepemimpinan ekonomi kaum hawa, Tatyana menekankan bahwa kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara umum adalah tiang pancang yang menjaga stabilitas nasional. Ketika gairah berwirausaha ini tumbuh di lingkungan kampus, maka roda perekonomian digital Indonesia akan bergerak jauh lebih cepat dan tangguh. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan inovator-innovator muda yang siap bersaing di pasar global.
Gayung bersambut, dunia akademis pun melihat urgensi yang sama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja. Wakil Rektor Universitas Bakrie, M. Tri Andika Kurniawan, menegaskan bahwa kemampuan praktis dalam membangun bisnis merupakan salah satu capaian utama yang ingin dihasilkan oleh perguruan tinggi saat ini. Mahasiswa tidak boleh hanya kenyang dengan teori, melainkan harus memiliki modal pengalaman nyata di lapangan.
“Kami ingin mahasiswa punya bekal nyata untuk membangun usaha. Banyak aktivitas kewirausahaan di Indonesia digerakkan oleh perempuan,” ungkap M. Tri Andika Kurniawan.
Masa depan ekonomi digital Indonesia kini berada di tangan generasi muda yang kreatif dan adaptif. Langkah Kadin Indonesia masuk ke wilayah kampus adalah sebuah investasi jangka panjang yang tidak hanya melahirkan pengusaha baru, tetapi juga membuka jutaan lapangan kerja baru di masa depan. Siapkah Anda menjadi bagian dari gelombang wirausaha digital berikutnya yang mengubah wajah perekonomian bangsa? (Gdi)




