Ketika Bocil Mematut Diri “Tampil Wangi dengan Parfum Medium”

Dampak positif dari Fomo Parfum, beberapa bocil mendadak menjadi konten kreator Brand parfum ikonik lokal Mykonos, dan Velizir. (Foto: Tangkapan layar Tiktok)

WANITAINDONESIA.CO – Antrean mengular di sebuah mal mewah di kawasan Jakarta Pusat terlihat nyata, ketika sebuah brand parfum lokal membuka gerainya.

Para calon pembeli brand parfum yang sedang hip itu sebagian besar merupakan bocil (bocah cilik bahasa Jawa) sebutan untuk anak kecil.

Mereka datang bersama orang tua mereka atau kakak, juga ada yang datang dengan teman sebaya. Walau antri barisannya terlihat tertib.

Layaknya bocil yang seolah tak kenal lelah, terlebih jadi bete karena harus menunggu lama, mereka justru terlihat asyik bercanda sembari bercengkrama “membunuh” waktu, agar saat menunggu waktu tak berjalan perlahan.

Dari rona wajah, mereka sangat antusias membayangkan varian aroma dari sebuah brand parfum yang tengah hip Velixir. Brand parfum lokal besutan Pandu M.Haekal.

Jeda berapa hari di mal lain, Pondok Indah juga dipenuhi para bocil yang hendak membeli parfum Mykonos. Saat ditanya influencer mereka antusias, dan hapal dengan varian seperti Monaco Royale, California Signature, California Blue, Matcha Latte lengkap dengan komposisi parfum yang terdiri dari base notes, top notes, dan middle notes.

Seorang Papa muda terlihat menemani buah hatinya, saat ditanya oleh influencer ihwal Bocil Fomo Parfum mahal, dia sendiri mengaku bingung. “Anak saya tiba-tiba saja ingin membeli parfum Velizir, lalu mengajak saya untuk menemaninya. Mungkin pengaruh media sosial, war parfum serta circlenya. Sebagai ayah, saya sih senang-senang saja. Vibes positifnya, dia jadi wangi, dan mulai sadar penampilan, “cetus papa muda tersebut.

Itu merupakan gambaran bocil yang memiliki orang tua tajir. Sanggup memenuhi keinginan mereka terhadap barang yang diimpikan.

Tentu saja arti Merdeka itu harus merata, walau nyata nilainya dirasakan tak sama.
Sisi kelam kehidupan lain di Indonesia, datang dari para bocil yang berasal kelompok ekonomi lemah. Mereka tak layak hanya melongo jadi penonton. Beruntung hadir pelaku usaha kreatif yang memberi panggung buat anak-anak berkantung cekak, agar dapat menikmati aroma parfum yang aduhai.

Peluang bisnis ini ditangkap cerdas oleh pelaku usaha Mereka menawarkan jasa parfum semprot. Awalnya menyasar ke pekerja pengguna komuter line di depan area stasiun Depok. Lucunya target market pengguna tak terpenuhi, justru pembeli datang dari para bocil dengan antusias tinggi. Usahanya pun berlanjut di lokasi CFD Depok, nyata pembeli terbanyak adalah para bocil.

Bocil cekak bersorak girang ketika dapat menikmati aroma parfum favorit mereka. Cukup membayar Rp. 2.000 untuk sekali spray (semprot) yang areanya bisa di area leher, baju, hingga pergelangan tangan bocil. Ada juga penjual lain yang mematok harga Rp. 1.000,- untuk sekali spray.

Baca Juga :  Pria, Parfum & Citra Diri

Fenomena para bocil War Parfum memicu pro-kontra yang tak berkesudahan, juga memunculkan dampak lain. Yang membuat masyarakat terpesona, ada beberapa bocil tampil menjadi konten kreator dadakan untuk mempromosikan parfum populer tersebut.

Dilihat tampilan mereka saat mereview produk, sebagian memiliki kemampuan yang cukup bagus untuk menyampaikan, dan menjabarkan karekteristik masing-masing produk. Ekspresi wajah, gaya bicara yang khas anak-anak membuat netizen banyak yang gemas, bersimpati, walau ada saja yang membully.

Fenomena unik Bocil Fomo Parfum rela War, dan membayar harga mahal. (Foto: Tangkapan layar Tiktok)

War Parfum, Jastip, Harga Gorengan & Pencuri!

Di sebuah mushola di Stasiun Kereta Api Bojong Gede, dua bocil membawa masuk dua goodie bag besar berwarna hitam mewah. Tampilan yang cathy membuat jema’ah yang hendak melewatkan Anshar dipaksa untuk melihat sejenak.

Usai sholat, Wanitaindonesia.co menyapa kedua bocil tersebut. Kalian habis beli brand ini di mana? “Di PIM Om. “Aku beli untuk dipakai sendiri, sisanya barang jastip temanku.”

Ketika ditanya harga untuk parfum viral itu, kedua bocil yang tak bersedia menyebutkan namanya menjelaskan “Harga setiap varian parfum Velizir berbeda, walau berasal dari brand yang sama. Dari Rp. 350.000 -Rp.500.000. Sedangkan Mykonos dari Rp.80.000 hingga Rp.399.000.

Mereka juga menceritakan War Parfum yang ditunggangi oleh banyak oknum. “Awalnya kan banyak yang mencari tapi stoknya kosong. Ini sepertinya disengaja oleh pabrik, karena fenomena fomo di Indonesia mampu mendongkrak popularitas mereka.

“Para bocil seperti kami, pasti akan dibuat penasaran untuk memiliki parfum hip tersebut dengan cara apapun! Karenanya momen ini dimanfaatkan para penipu untuk meraup cuan. Mereka menipu dengan menjual produk KW dengan harga sedikit lebih murah. Produk yang datang kemudian malah sabun cair, yang dikemas dalam botol parfum murahan.”

“Ulah oknum penimbun juga marak, mereka mencari lini favorit. Manakala varian tersebut sulit dicari, mereka tampil bak pahlawan kesiangan, parfum original tersebut dijual dengan harga “gorengan”. Mahal sudah tentu, bisa dua kali lipat dari harga aslinya.”

“Pembeli menjadi pencuri. Ini merupakan tindakan tak terpuji, karena anak& anak yang fomo itu butuh pengakuan. Pedagang di area CFD banyak yang mengeluh parfum dagangan itu hilang secara “gaib”.

Karena susah untuk mendapatkannya, mereka melihat peluang jastip buat teman-teman. “Lumayan deh uang hasil jastip bisa mengcover pembelian parfumku.

Walau memiliki strategi marketing yang tak bijak, dikarenakan fenomena War Parfum tersebut memunculkan para pelaku kriminal, namun pelaku usaha yang membuka gerainya di mal mewah tersebut, membuat aturan agar para pembeli yang telah antri, dipastikan akan mendapatkan produk. Inipun tak akan menjamin sejumlah varian favorit akan tetap tersedia hingga antrian terakhir. Pembeli dilarang memborong hanya boleh membeli maksimal 3 botol.

Baca Juga :  Kala Pangeran Harry dan Ibunda Nike Ardilla Tuntaskan Kangen Melalui Aroma Parfum

Saking susahnya untuk mendapatkan parfum Velizir, khususnya varian tertentu, anak yang Wanitaindonesia.co jumpai di mushola Stasiun Kereta Bojong Gede harus merelakan parfum miliknya dibeli oleh temannya.

“Ini bukan bisnis, tapi lebih ke setia kawan serta perasaan tak tega. Karena terus dirayu agar mau menjual parfum miliknya walau sudah digunakan, diapun harus merelakannya. Tentu saja harganya-pun harga teman, bukan harga yang dijual para penimbun.”

Kedua anak tersebut menceritakan War Parfum yang telah dimanfaatkan para penipu dengan menjual parfum KW lewat online shop maupun transaksi COD. Parfum feak tersebut tak mencirikan produk otentik seperti dikemas memakai botol tebal. Pada kemasan luar tercantum kode produksi. Cairan terlihat bening, ketika dispray tak meninggalkan noda minyak. Teristimewa parfum original yang memiliki identitas aroma base notes, tip top notes, middle notes.

Tentu saja para bocil yang tertipu dengan parfum feak patah hati, tapi mereka segera bangkit untuk merayu orang tuanya, agar mau memberikan uangnya kembali.

(Foto: Tangkapan layar Tiktok)

Tips Menyikapi Anak Fomo Parfum

Isye Carmanita, praktisi gaya hidup mengapresi tren bocil fomo parfum. Namun ia memberikan rules untuk para bocil, dan orang tuanya. Pesan simpatik ini disampaikan khusus buat para orang tua, Om, dan Tante maupun Oma – Opa pembaca Wanitaindonesia co

1. Beri pemahaman mengapa seseorang itu membutuhkan parfum, dimulai dari rentang usia, jenisnya. Parfum yang sedang hip itu bukan diproduksi untuk anak-anak, melainkan mereka yang sudah menginjak dewasa serta orang dewasa.

2. Ajarkan cara pengunaan yang dipakai setelah mandi. Namun saat beraktivitas mereka butuh parfum, pastikan tubuh serta baju yang mereka bersih serta bebas dari keringat.

3. Walau salah namun sudah dikaprahkan, orang dewasa wajib menjelaskan bahwa parfum tak boleh digunakan pada baju melainkan pada area tubuh di titik nadi seperti leher, dada, lipatan siku serta pergelangan tangan.
Adapun jarak untuk penyemprotan 15 hingga 20 cm.

4. Anda bisa membelikan mereka parfum favoritnya lewat pembelajaran seperti uangnya patungan dari uang mereka, dan uang Anda.

5. Ajarkan anak untuk tak fomo. Tak perlu membeli barang yang bukan kebutuhan primer tersebut. Ajarkan pemenuhan kebutuhan dengan mengacu kepada pada skala prioritas. Bukan pada keinginan melainkan pada kebutuhan.

Baca Juga :  Kisah Sukses Dua Sahabat Muda di Dunia Parfum Lokal Owner Saff & Co

Saat kondisi ekonomi yang tak baik, banyak teman-teman mereka yang sedang kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan primer seperti makanan, dan sekolah.

6. Sebaiknya uang yang mereka punya diinvestasikan, untuk membeli barang investasi yang mudah dicairkan seperti menabung emas.

7. Ajak mereka untuk bersedekah kepada teman, berapapun itu nilainya. Dengan bersedekah mereka akan mendapat pembelajaran langsung dari sisi kehidupan yang tak selalu gemerlap menyenangkan.

Anak biasanya mudah tersentuh, berempati lalu mendapat pembelajaran ketika mereka melihat langsung realita yang tak seindah gambaran di media sosial.

8. Namun jika orang tua hendak mengabulkan permintaan tersebut, sebaiknya jangan langsung membeli parfum.

Tunggulah seminggu agar anak memahami bahwa untuk membeli parfum harus dengan uang. Untuk mendapatkannya, uang harus dicari lewat bekerja.

Sementara kondisi sekarang, banyak orang tua yang menganggur atau bekerja serabutan. Cara ini mampu merangsang rasa empati anak terhadap lingkungan sekitar, tak mementingkan ego sendiri serta memahami konsep manajemen uang.

9. Beri pembelajaran dengan kompromi bersama anak, bahwa uang untuk membeli parfum harus dibagi dua.

Bila ia menginginkan barang kebutuhan sekunder tersebut, mereka wajib mengeluarkan uangnya juga. Bisa diambil dari tabungan mereka.

10. Alternatif lain berupa reward atas prestasi akademik atau bila mereka rajin membantu pekerjaan rumah. Untuk reward seperti ini, sudah tentu Anda yang harus membelikan parfum tersebut tanpa kewajiban anak untuk ikut patungan.

11. Pedomani asas keadilan, jika Anda memiliki anak lebih dari satu di rentang usia yang sama atau berdekatan, dan mereka memiliki keinginan yang sama, pastikan untuk membelikan semuanya.

12. Agar tak boncos, beli ukuran taster yang bisa Anda temukan di area CFD atau kakilima. Untuk memastikan keaslian parfum, carilah pedagang yang amanah, yang kerap mengunggah video di medsos. Atau amati kerumunan pembeli yang datang ke lapak mereka.

13. Saat membeli, anak disarankan untuk memilih parfum dengan aroma yang disukainya, bukan fomo. Tentu saja untuk mengetahui aroma parfum yang menjadi preferensi anak, ada seninya. Salah satunya dengan mengacu kepada waktu, dan tempat ketika parfum hendak digunakan seperti ketika bermain, pergi ke mal, dlsbnya.

14. “Ingatkan buah hati Anda untuk memakai parfum dalam volume yang wajar. Kisarannya satu hingga 3 kali, dikarenakan parfum tersebut memiliki aroma yang khas, tahan lama. Sebaiknya aturan ini tak dilanggar, agar tak mengganggu orang-orang di sekelilingnya. (*)