
WANITAINDONESIA.CO – Jamu tidak hanya menjadi bagian dari tradisi pengobatan dan keseharian masyarakat Indonesia, tetapi juga merepresentasikan kekayaan pengetahuan dan budaya Nusantara yang terus berkembang. Semangat tersebut dihadirkan melalui acara “The Art of Jamu”, kolaborasi antara Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center dan Acaraki Jamu yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 15.00 17.00 WIB di Kencana Lounge Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center.
Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai warisan gastronomi lokal serta mendemonstrasikan bagaimana metode penyeduhan modern dapat digunakan dalam memproses bahan-bahan herbal Nusantara agar relevan dengan standar industri food and beverage (F&B) masa kini.
Menelusuri Akar Sejarah: Memahami Profesi “Acaraki”
Sesi utama dari “The Art of Jamu” diisi dengan pemaparan historis dari Acaraki Jamu yang komprehensif mengenai budaya minum jamu. Edukasi ini menyoroti profesi Acaraki, sebuah gelar yang secara historis disematkan kepada para peracik jamu pada era Kerajaan Majapahit.
Pemaparan ini meluruskan stigma bahwa jamu hanyalah pengobatan alternatif, melainkan sebuah seni meracik (gastronomi) yang membutuhkan presisi, pengenalan karakter rempah, dan teknik ekstraksi yang tepat.
Acaraki Jamu mendemonstrasikan pergeseran paradigma dalam teknik ekstraksi. Jika secara tradisional jamu ditumbuk atau direbus dalam waktu lama, kini Acaraki menerapkan metode modern. Teknik seperti penggunaan espresso machine, French press, hingga V60 dripper diaplikasikan pada rempah mentah untuk mengekstraksi minyak atsiri dan sari pati rempah secara optimal, menghasilkan minuman yang lebih bersih, beraroma tajam, namun ringan.
Tiga Menu Kolaborasi
Tidak berhenti pada cerita, pengalaman jamu ini dilanjutkan melalui live demonstration pembuatan tiga kreasi minuman kolaborasi Kencana Lounge dan Acaraki Jamu. Ketiganya memperlihatkan bagaimana bahan-bahan tradisional dapat dikemas dalam pengalaman minum ala kontemporer, tanpa meninggalkan karakter khasnya.
Kreasi pertama adalah Kuteja, perpaduan kunyit, temulawak, dan jahe. Ketiga bahan tersebut dikenal sebagai bagian dari kekayaan rempah yang lekat dengan tradisi jamu Indonesia, menghasilkan cita rasa rempah yang khas dan hangat.
Berikutnya, Golden Sparkling memadukan kunyit dan asam jawa dengan sparkling water. Sentuhan sparkling water memberikan karakter yang lebih segar dan ringan, menghadirkan interpretasi berbeda dalam menikmati jamu.
Sementara itu, Moringacha menghadirkan pendekatan yang lebih kontemporer melalui daun kelor dalam bentuk bubuk yang diseduh dengan air panas dan ditambahkan susu. Teknik penyajiannya menyerupai pengalaman menikmati matcha, namun menggunakan bahan yang berasal dari kekayaan tanaman Indonesia.
Ketiga kreasi tersebut menunjukkan bagaimana bahan-bahan tradisional dapat dieksplorasi menjadi pengalaman kuliner yang berbeda, tanpa menghilangkan identitas dan yang melekat pada bahan tersebut.
Kencana Lounge: Destinasi Kuliner Autentik Berlokasi di lantai 2 Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, Kencana Lounge merupakan restoran yang menghadirkan sajian autentik Indonesia. Kehadiran “The Art of Jamu” menjadi bagian dari komitmen Kencana Lounge untuk terus mengangkat kekayaan kuliner Nusantara melalui pengalaman yang tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga cerita dan nilai budaya di baliknya. Kencana Lounge merupakan hasil rebranding dari Momiji Japanese Restaurant, restoran bergaya Jepang yang sebelumnya beroperasi di lokasi tersebut.
Kencana Lounge resmi beroperasi sejak 4 Juli 2023, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner khas Indonesia serta komitmen Aston Priority Simatupang untuk menghadirkan ruang yang mengangkat kekayaan kuliner Nusantara.
Nama “Kencana” memiliki makna “emas”, yang merepresentasikan kemewahan. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam identitas Kencana Lounge sebagai salah satu produk unggulan Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center yang menyajikan berbagai sajian khas Indonesia sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara.
Kencana Lounge beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Selain sebagai area kuliner, Kencana Lounge juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan acara, mulai dari pernikahan, pertemuan, ulang tahun, lamaran, arisan, hingga acara privat dan korporat.
Melalui “The Art of Jamu”, Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center dan Acaraki Jamu mempertemukan warisan tradisi dengan kreativitas kuliner. Jamu ditempatkan bukan hanya sebagai minuman tradisional, tetapi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki cerita dan potensi untuk terus dieksplorasi. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat peran Kencana Lounge sebagai ruang yang merayakan kekayaan kuliner Indonesia—tempat cita rasa, cerita, dan budaya Nusantara dapat hadir dalam satu pengalaman.
“Melalui kolaborasi ‘The Art of Jamu’ bersama Acaraki Jamu, kami ingin menghadirkan cara baru bagi masyarakat urban dalam menikmati kekayaan herbal Nusantara. Kencana Lounge hadir tidak hanya sebagai destinasi kuliner otentik Indonesia, tetapi juga sebagai wadah edukasi gaya hidup sehat yang relevan tanpa mengesampingkan nilai histori budaya lokal” kata Andi Gevika Rizki, General Manager. (den)




