WANITAINDONESIA.CO – Hari yang produktif dan penuh konsentrasi ternyata tidak ditentukan oleh seberapa keras usaha yang dikerahkan saat menatap layar komputer di siang hari. Berdasarkan laporan media gaya hidup Real Simple, para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kunci utama menjaga ketajaman perhatian dan stabilitas energi sepanjang hari justru terletak pada kebiasaan yang dibangun sesaat setelah membuka mata di pagi hari.
Membuka pagi tanpa ketergesaan menjadi fondasi utama bagi sistem saraf. Terapis trauma somatik (terapi penyembuhan trauma berbasis tubuh) Chloë Bean, LMFT, menjelaskan bahwa salah satu langkah terbaik untuk menjaga fokus adalah menghindari gempuran notifikasi, surel (email), dan media sosial sesaat setelah bangun tidur.
Senada dengan hal tersebut, terapis sekaligus pendiri Out of the Woods Therapy, Laura Sgro, LCSW, menegaskan bahwa kebiasaan langsung meraih gawai di pagi hari memicu lonjakan dopamin (senyawa kimia otak penyedia rasa senang) yang terlalu mudah didapatkan. Kondisi ini membuat otak cenderung menolak tugas-tugas yang lebih kompleks di kemudian hari karena sistem penghargaan otak telah terganggu.
Untuk menyiasatinya, terapis sekaligus pendiri Yellow Chair Collective, Linda Yoon, LCSW, menyarankan agar gawai tidak disentuh selama 20 hingga 30 menit pertama. Waktu luang tersebut dapat dimanfaatkan untuk kembali terhubung dengan indra, seperti menikmati hangatnya air saat membasuh wajah atau menyesap secangkir kopi dengan perlahan.
Selain menenangkan pikiran, aktivitas fisik ringan di pagi hari juga memegang peranan penting. Laura Sgro menyebutkan bahwa bergerak di pagi hari dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) sekaligus meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Pelepasan endorfin (hormon pereda nyeri dan pemicu kebahagiaan) secara alami akan mendukung ketajaman perhatian. Aktivitas ini tidak harus berupa olahraga berat, sebab berjalan kaki santai selama 10 hingga 15 menit di luar ruangan atau melakukan peregangan ringan sudah cukup untuk menjaga kelenturan tubuh dan pikiran.
Pengelolaan waktu dan penentuan prioritas juga menjadi penentu efisiensi kerja. Linda Yoon menganjurkan pembuatan jadwal fokus utama yang dipadukan dengan jeda istirahat terencana selama 10 menit untuk menyegarkan pikiran. Laura Sgro menambahkan bahwa kemampuan otak dalam mengambil keputusan memiliki batas harian. Oleh karena itu, menentukan satu prioritas terpenting sebelum membuka daftar pekerjaan dapat mencegah terjadinya kelelahan mengambil keputusan (decision fatigue).
Sisi psikologis juga memerlukan asupan hal positif. Chloë Bean mengungkapkan bahwa fokus akan terasa makin sulit jika hari hanya diisi oleh deretan kewajiban. Menjadwalkan satu hal menyenangkan untuk dinantikan di akhir hari, seperti membaca buku favorit atau menyeduh minuman hangat, mampu menyeimbangkan sistem saraf agar tidak terus-menerus berada di bawah tekanan produktivitas.
Dari sudut pandang nutrisi, kecukupan energi dan hidrasi tidak boleh diabaikan. Ahli gizi terdaftar sekaligus pendiri Nutrition With Maddie, Maddie Pasquariello, MS, RDN, menekankan pentingnya mengonsumsi kalori yang cukup saat sarapan setelah tubuh berpuasa sepanjang malam. Makanan kaya serat dan karbohidrat kompleks sangat dianjurkan untuk menjaga rasa kenyang dan mencegah penurunan konsentrasi di siang hari. Selain itu, mengawali pagi dengan segelas air putih menjadi kebiasaan krusial untuk mencegah penurunan fungsi kognitif (kemampuan berpikir dan mengingat) akibat dehidrasi.
Rangkaian rutinitas pagi ini akan memberikan hasil maksimal jika ditopang oleh kualitas tidur yang baik pada malam sebelumnya. Mengadopsi kebiasaan positif secara bertahap, dimulai dari satu perubahan kecil setiap minggunya, akan membantu tubuh dan pikiran beradaptasi secara alami menuju pola hidup yang lebih fokus dan seimbang.
Membangun hari yang penuh fokus dan energi bukanlah tentang perubahan drastis dalam semalam, melainkan keberanian untuk memulai satu langkah kecil yang konsisten sejak terbitnya matahari. Ketika pagi diresapi dengan ketenangan dan perhatian penuh pada diri sendiri, setiap tantangan yang hadir sepanjang hari pun dapat dilalui dengan pikiran yang jernih dan prima. (gdi)





