WANITAINDONESIA.CO – Subsektor film, animasi, video, serta musik kini resmi menjadi tambang emas baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Demi menggarap potensi besar tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menjalin kolaborasi strategis dengan penyedia layanan streaming (penayangan langsung) video Viu untuk mengasah talenta kreatif lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa kerja sama ini menyasar percepatan pencapaian indikator kinerja utama sektor ekonomi kreatif. Kehadiran platform digital berskala regional seperti Viu diyakini menjadi akselerator penting dalam meningkatkan nilai investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, hingga kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto nasional.
“Sekarang subsektor film, animasi, dan video termasuk musik menjadi the new mining (tambang baru) dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Secara nilai ekonomi, subsektor tersebut juga menjadi prioritas yang pertumbuhannya sangat cepat. Maka, kami melihat ada keseriusan dari Viu yang bisa menjadi mitra strategis Kementerian Ekraf untuk mencapai empat KPI yang kami jalankan,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Kerja sama ini tidak sekadar berfokus pada ranah produksi dan distribusi konten hiburan semata. Kementerian Ekonomi Kreatif mengarahkan kemitraan pada peningkatan kapasitas para pelaku industri kreatif melalui program bootcamp (pelatihan intensif) dan kurasi talenta. Langkah ini diambil untuk membekali para kreator dengan keterampilan yang relevan sesuai kebutuhan industri global sekaligus membuka akses pasar yang jauh lebih luas.
Pendekatan pengembangan SDM tersebut selaras dengan 3 program unggulan Kementerian Ekonomi Kreatif, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub (Pusat Kreatif), dan Creative by Indonesia (Kreatif oleh Indonesia). Melalui integrasi program ini, para pelaku kreatif dari berbagai daerah akan mendapatkan pendampingan terstruktur sebelum terjun langsung ke industri komersial.
Langkah nyata pengembangan talenta ini disambut positif oleh pihak Viu melalui penyiapan program khusus berbasis reality show (tayangan realitas) bertajuk Viu Co.Lab. Program ini dirancang sebagai wadah pencarian bakat yang mempertemukan kreator konten berpotensi dari seluruh pelosok tanah air untuk mengasah kemampuan storytelling (penuturan cerita) di bawah bimbingan para profesional.
Country Manager Viu Indonesia, Avijit Dutta, menegaskan kesiapan platformnya untuk membawa karya dan talenta lokal ke panggung Asia Tenggara. Jangkauan distribusi Viu yang luas di tingkat regional menjadi jembatan utama dalam mengenalkan kekayaan cerita serta keindahan budaya Indonesia ke penonton internasional.
“Kami sangat terbuka untuk menjadi mitra dan membawa kolaborasi ini menjadi nyata. Inilah tujuan kami membangun IP (Intellectual Property / Hak Kekayaan Intelektual) yang dapat menghubungkan talenta internasional dengan kekayaan destinasi dan budaya Indonesia,” kata Avijit Dutta.
Kolaborasi antara pemerintah dan platform digital ini menjadi angin segar bagi masa depan industri kreatif tanah air. Ketika ide-ide segar dari pelosok negeri mendapatkan wadah pelatihan yang tepat dan akses distribusi tingkat dunia, cerita Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan siap menghipnotis penikmat hiburan di panggung global. (Gdi)





