Taktik Jitu Ayu Dewi Kader Generasi “SERU”

Bagi Ayu Dewi mengajarkan pekerjaan rumah kepada anaknya, Aqilah Dewi Humairah merupakan upaya untuk mengkader generasi SERU (Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul). (Foto: Istimewa)

WANITAINDONESIA.CO – Ayu Dewi, sosok mom inspiratif memiliki kiat khusus menjadikan buah hatinya sebagai generasi unggul. Pembaca Wanitaindonesia.co ingin mengikuti taktiknya?

Hadir sebagai Mom inspiratif di acara “Oreo Berbagi Seru”, Ayu Dewi terlihat cantik dengan short sleeve dress batik berhias lipatan origami cantik. Mom Ayu sangat antusias menceritakan kiat dirinya dalam memberikan bekal pendidikan ke anak-anaknya.

Ayu, dan suami bertekad untuk menjadikan ketiga buah hatinya Aqilah Dewi Humairah, Mohamad Aqlan Ukasyah, dan Muhammad Aqli Ataya agar memiliki memiliki keterampilan yang lebih kompleks. Lekat dengan karakter SERU yakni Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul. Tujuannya agar anak-anaknya mampu beradaptasi serta berkembang di masa depan.

Dengan gaya bicara riang lekat dengan candaan seru, Ayu menceritakan ihwal kesehariannya dalam membersamai ketiga buah hatinya, terutama ketika anak-anaknya ada di rumah.

Menurutnya, ”Anak zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan generasi dulu. Mereka hidup, dan tumbuh kembang dalam dunia yang sangat dinamis, lekat dengan beragam tantangan. Oleh karenanya, pola asuh, serta pola didik harus menyelaraskan dengan perkembangan zaman.

Sebagai salah satu pembicara mewakili para mom Indonesia, Ayu mengaku tersanjung karena diberi kesempatan untuk sharing bersama keseruan Oreo.

“Aku sadar di luar sana banyak sekali mom yang cantik, dan pintar. Namun Oreo memilihku mungkin karena melihat aku sebagai mom yang paling seru, “cetus Ayu tak bermaksud untuk kepedean.

Ihwal rasa percaya tinggi yang dimiliki seseorang, menurutnya berasal dari karakter unggul yang mereka miliki. Karakter unggul yang kemudian mendorong seseorang merasa mampu untuk dapat melakukan sesuatu.

Waktu kecil Ayu sudah dimotivasi oleh kedua orang tuanya untuk selalu menjadi yang terbaik. Gemblengan dari orang tuanya tersebut terbawa hingga sekarang, menjadi legacy ketika dia memiliki anak.

Baca Juga :  Ayu Dewi Mencuci Tanpa Drama

Sebagai mom, Ayu juga menghendaki anak-anaknya mewarisi DNA-nya, yakni sebagai pribadi yang memiliki karakter unggul. “Tentu saja harus lebih baik dariku. Nah untuk mengkader anak berkarakter unggul tentu tak mudah, tapi bukan pula hal yang sulit. Lekat dengan beragam tantangan, “paparnya.

“Orang tua harus lebih bijak, memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa mereka juga mampu mendidik anak mereka agar memiliki karakter unggul, “ungkapnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, para mom mumpuni mengikuti perubahan zaman, mereka harus adaptif beber Ayu. Lekat dengan komunikasi yang baik, pengaplikasian teknologi, up-date beragam ilmu. Mom juga paham dengan beragam isu terkini, dan tak kalah penting mahir melakukan pekerjaan rumah tangga.

Ayu Dewi belajar cara memainkan alat peraga bersama relawan Teman Bermain, inovasi terdepan Program “Oreo Seru Berbagi” dukung kurikulum nasional pada prinsip deep learning. (Foto: Istimewa)

Sinergitas Apik Guru & Orang Tua

Anakku sekolah di tempat yang mendidik para siswanya untuk memahami sebuah konsep secara keseluruhan. Mereka dibimbing untuk dapat mengaplikasikan pendidikan secara berkelanjutan.

Contohnya dengan membuat pilihan yang bertanggung jawab. Dipancing, serta dididik untuk terus berdiskusi, berinteraksi juga berpikir kritis. Ini tentu sangat penting buat perkembangan mereka.

Nah apa-apa yang telah mereka dapatkan di sekolah harus berlanjut di rumah. Apa saja yang mereka pelajari di sekolah harus related, dengan apa yang mereka dapatkan di rumah.

Peran orang tua khususnya mom untuk melanjutkan tugas pendidik di sekolah merupakan hal yang mutlak, agar anak selalu termotivasi, dan kemudian menjadi terbiasa.

“Karenanya sesibuk apapun aku, bahkan walau dalam kondisi yang lelah, waktu berinteraksi bersama anak sembari menciptakan momen seru, guna mengaplikasikan ilmu yang didapat dari sekolah, wajib aku lakukan, “kata Ayu.

Ayu melihat ihwal belajar, anak harus memiliki ketertarikan yang tinggi. Di sini peran mom menjadi penting untuk menarik minat mereka, kemudian lewat proses belajar-mengajar kemudian lambat laun menjadi kebutuhan.

Baca Juga :  Ayu Dewi Mencuci Tanpa Drama

Lebih lanjut Ayu menceritakan, bagaimana dia selalu berbicara kepada dirinya sendiri. Anak-anak harus nyaman, serta merasakan kehangatan di rumah, kala berkumpul dengan saudara, dan orang tua mereka. Ayu dan suami percaya semua hal-hal positif untuk anak berawal dari keluarga inti.

Dari sini tantangan berikutnya akan menjadi lebih mudah dilewati, terutama ketika mom hendak membentuk karakter mereka yang unggul.

Salah satu alat peraga dari program “Oreo Berbagi Seru”, Segitiga Sains. (Foto: Wanitaindonesia.co)

“Karakter unggul seperti apa yang diharapkan?, tentunya mom menginginkan anak-anak mereka memiliki kombinasi antara kecerdasan intelektual, keterampilan adaptif, dan karakter mulia yang kuat.”

“Selain fokus ke prestasi akademik, mereka memiliki integritas, peduli sesama, turut berkontribusi positif bagi lingkungan. Kesemua itu merupakan karakter yang ada pada generasi SERU. Selain lewat beragam upaya yang telah dilakukan, tak kalah penting orang tua melakukannya juga lewat lantunan doa.”

“Contoh kecil saat di rumah, sehabis makan mereka terbiasa untuk membawa piring kotor ke belakang. Anakku yang sulung tak sungkan mencuci piring kotor yang dia gunakan, “jelas Ayu.

Dari belajar mencuci piring sendiri, mereka juga aku ajarkan untuk melakukan pekerjaan rumah lainnya seperti menyetrika pakaian, mengepel, maupun merapikan kamar, dan tempat tidurnya sendiri. Bagiku cara ini merupakan salah satu bentuk dari upaya pembentukan karakter unggul.

Ayu menambahkan, “Berbagai pekerjaan rumah tangga tersebut diajarkannya langsung. Walau memiliki asisten rumah tangga, anak-anak harus mandiri dengan mengenal, terbiasa, serta tak malas untuk melakukannya.”

“Aku percaya anak yang menjadi titipan Tuhan ini merupakan anugerah yang tak ternilai. Wajib dirawat, dijaga, dididik dengan pola asuh yang baik, selaras dengan ajaran agama.”

Tower Challenge melatih kosakata dan kalimat berbahasa Inggris secara menyenangkan. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Ajar Sportifitas lewat Catur

“Untuk menumbuhkan sikap sportifitas, anak-anak aku ajarkan untuk melewatinya dengan berproses seperti saat mereka berkompetisi. Lumrah saja dalam setiap kompetisi ada yang sukses maupun mengalami sukses tertunda, “ucapnya.

Baca Juga :  Ayu Dewi Mencuci Tanpa Drama

“Saat mereka memahami pentingnya sebuah proses, aku, dan suamiku percaya bahwa mereka akan memiliki mentalitas pejuang, tangguh, tak mudah menyerah. Tak tertarik dengan cara-cara instan. Esensi sebuah proses pasti membutuhkan upaya nyata, waktu, ketekunan, dan kesabaran untuk mencapainya, “terang Ayu.

Untuk melatih jiwa kompetisi, Ayu kerap bermain catur bersama anak-anaknya. Dari teknik permainan yang seru sampai yang serius kami mainkan. Saat bermain mereka banyak belajar tentang pentingnya berpikir strategis, kesabaran, juga perencanaan jangka panjang. Permainan catur juga mengajarkan arti tanggung jawab.

Ayu menceritakan, “Ketika mereka menang, ada rasa bungah, mereka bilang ke papanya telah berhasil mengalahkan mom. Sekilas terlihat simpel, namun percayalah ini menjadi memorable bagi mereka kelak ketika dewasa.

Dari bermain catur tentunya bisa menjadi sarana bonding berkualitas antara orang tua dengan anak mereka. Ini akan menjadi legacy yang terus berlanjut ketika kelak mereka menjadi orang tua, ihwal belajar yang bisa dilakukan dengan penuh keseruan.

“Karena itu aku mendukung upaya-upaya Oreo dalam turut berkontribusi memberi nilai pada dunia pendidikan Indonesia. ”

“Program “Oreo Berbagi Seru” yang berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar merupakan langkah konkret, yang dipilih biskuit favorit keluarga Indonesia itu, dalam menyampaikan pesan, bahwa belajar itu identik dengan keseruan bagi pelajar, guru maupun orang tua, “tukasnya.

Lewat program Oreo Berbagi Seru hadir sarana pembelajaran interaktif di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Sarana pembelajaran tersebut dikembangkan dengan pendekatan belajar sambil bermain, yang menekankan pada prinsip deep learning, yakni pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyfull.

“Tentu hal ini akan menghadirkan pengalaman belajar yang Seru bagi murid, guru sekaligus orang tua, “pungkas Ayu bungah. (*)