WANITAINDONESIA.CO – Di tengah gempuran produk impor, industri baja nasional lewat PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sedang bersiap melakukan lompatan besar.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmennya untuk membawa perusahaan baja kebanggaan bangsa ini kembali berjaya dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Perusahaan berkode KARS di Bursa Efek Indonesia kini bukan lagi perusahaan yang berkutat dengan persoalan masa lalu. Dr. Akbar mengungkapkan bahwa efisiensi terus dilakukan secara ekstrem.
Hasilnya mulai terlihat nyata terlihat dari keberhasilan perusahaan menutup tahun buku 2025 dengan rapor keuangan yang positif.
Adanya suntikan modal strategis melalui dukungan dana dari Danareksa sebesar Rp5 triliun dialokasikan khusus untuk memperkuat pembelian bahan baku.
Kemudian kepercayaan perbankan. Keberhasilan negosiasi dengan perbankan swasta dan asing, termasuk pemberian haircut utang yang signifikan, menjadi bukti kembalinya kepercayaan pasar terhadap manajemen KS.
Tantangan
Menghadapi persaingan dengan China yang memproduksi 1,6 miliar ton baja per tahun dengan harga energi yang sangat murah, KS memilih untuk tidak menyerah. Meski usia pabrik sudah mencapai 40 tahun, KS terus berbenah dengan strategi “Speed and Less Bureaucracy”.
Salah satu langkah berani yang akan diambil adalah memulai proyek hilirisasi di Cilacap pada 29 April ini. Proyek ini bertujuan untuk menekan ketergantungan impor bahan baku dan memaksimalkan sumber daya dalam negeri, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Sinergi untuk Ketahanan Nasional
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, KS juga aktif mendukung industri maritim, seperti penyediaan bahan baku untuk pembangunan 200.000 kapal nelayan melalui PT PAL. Hal ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.
“Kami ingin menjadikan Krakatau Steel sebagai model BUMN yang sehat dan kompetitif. Ini bukan sekadar bisnis, tapi tentang menjaga kedaulatan industri nasional agar kita tidak terus bergantung pada bangsa lain. Dengan dukungan doa dan kepercayaan masyarakat, kita akan wujudkan baja nasional yang tangguh,” tutup Dr. Akbar Djohan. (Gdi)





