Studi Terbaru, Latihan Beban Dua Jam Seminggu Jaga Kesehatan Jantung

Ilustrasi rutin olahraga angkat beban dapat menjaga kesehatan jantung. gdi

WANITAINDONESIA.CO – Selama ini, aktivitas olahraga yang memacu denyut nadi seperti lari, bersepeda, atau jalan cepat selalu menjadi pilihan utama saat seseorang ingin menjaga kesehatan organ pemompa darah. Olahraga aerobik tersebut memang sudah lama terbukti ampuh. Namun, sebuah temuan medis terbaru justru mengungkap fakta yang tidak kalah mengejutkan tentang jenis olahraga lain yang sering kali diabaikan dalam urusan kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), yaitu latihan kekuatan beban.

Melansir laporan dari portal kesehatan EatingWell, sebuah studi jangka panjang berskala besar menemukan bahwa latihan ketahanan (resistance training) memiliki peran yang sangat masif dalam memangkas risiko penyakit mematikan. Tidak main-main, rutinitas ini mampu menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20 persen, bahkan menekan risiko serangan jantung (infark miokard) hingga mencapai angka 44 persen.

Penelitian komprehensif (menyeluruh) yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology ini menganalisis data kesehatan dari sekitar 117.000 peserta dalam Nurses’ Health Study dan Nurses’ Health Study 2. Para peneliti melacak rekam jejak aktivitas fisik mereka selama hampir 15 tahun untuk melihat korelasi antara kebiasaan bergerak dengan tingkat kesehatan jantung.

Salah satu peneliti utama dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Tianyue Zhang, mengungkapkan rasa terkejutnya atas hasil yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, kombinasi olahraga ini memberikan benteng pertahanan yang jauh lebih kuat bagi tubuh daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga :  Latihan di Bali! Strategi Rahasia Timnas Hadapi Cina dan Jepang Demi Tiket Piala Dunia

“Efek gabungan dalam menurunkan risiko serangan jantung ternyata lebih besar daripada yang saya harapkan dari olahraga aerobik saja. Ini menunjukkan bahwa latihan kekuatan mungkin jauh lebih penting bagi kesehatan jantung daripada yang kita duga sebelumnya,” papar Dr. Tianyue Zhang seperti yang dikutip oleh EatingWell.

Dalam rincian hasil studi tersebut, manfaat perlindungan ini akan didapatkan secara optimal jika seseorang meluangkan waktu minimal dua jam dalam seminggu untuk melatih kekuatan otot. Hebatnya lagi, setiap penambahan satu jam latihan beban mingguan secara konsisten terbukti memberikan proteksi (perlindungan) tambahan berupa penurunan risiko penyakit jantung sebesar 5 persen dan risiko serangan jantung sebesar 14 persen.

Mengapa aktivitas angkat beban bisa berdampak begitu besar bagi kesehatan internal tubuh? Dokter sekaligus asisten profesor dari University of Massachusetts Amherst, Dr. Amanda Paluch, menjelaskan bahwa latihan ketahanan ini secara langsung memperbaiki akar penyebab yang memicu kerusakan organ jantung. Aktivitas fisik ini bekerja efektif dalam menurunkan tekanan darah, mengoptimalkan kontrol gula darah, meningkatkan kadar kolesterol baik, serta mengubah komposisi tubuh dengan menambah massa otot sekaligus mengikis jaringan lemak jahat.

Baca Juga :  7 Cara Mengajar Bayi Berenang

Meski demikian, Dr. Tianyue Zhang mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta meninggalkan olahraga kardio dan hanya fokus pada angkat beban. Rahasia proteksi terbaik sebetulnya terletak pada sinergi (kombinasi) gerakan yang bervariasi. Seseorang yang memadukan dua jam latihan beban dengan 150 menit olahraga kardio intensitas sedang setiap minggunya akan menikmati penurunan risiko serangan jantung hingga 45 persen dibandingkan mereka yang tidak aktif bergerak.

Selain faktor jenis olahraga, ada satu musuh dalam selimut yang wajib diwaspadai, yaitu durasi duduk yang terlalu lama. Kebiasaan mager (sedentary behavior) ini memegang andil besar dalam merusak kesehatan pembuluh darah meski seseorang sudah rajin berolahraga.

Mengenai bahaya ini, seorang profesor epidemiologi dari lembaga yang sama, Profesor Edward Giovannucci, memberikan catatan penting mengenai dampak buruk dari gaya hidup minim gerak. Menurut beliau, olahraga satu kali sehari tidak akan cukup untuk menghapus efek buruk dari tubuh yang terus-menerus diam sepanjang hari.

“Perilaku menetap yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kardiovaskular bahkan pada orang yang berolahraga, karena periode duduk yang lama memperlambat aliran darah, mengurangi aktivitas otot, dan dapat memperburuk kadar gula darah, tekanan darah, serta lemak darah,” jelas Profesor Edward Giovannucci dengan tegas.

Baca Juga :  Cara Obati Anak yang Tidak Suka Olahraga

Kabar baiknya, Anda tidak harus pergi ke pusat kebugaran (gym) atau membeli peralatan yang mahal untuk memulai langkah sehat ini. Latihan kekuatan pada dasarnya adalah aktivitas apa pun yang membuat otot-otot tubuh bekerja lebih keras melawan suatu beban. Gerakan sederhana yang memanfaatkan berat badan sendiri (bodyweight exercise) seperti melakukan squat (gerakan jongkok-berdiri) dan push-up di rumah, atau memanfaatkan tali elastis (resistance band) sambil bersantai di ruang tamu sudah lebih dari cukup untuk melatih otot-otot besar.

Menjaga kesehatan jantung ternyata tidak serumit dan semenakutkan yang dibayangkan. Kita tidak dituntut untuk menjadi binaragawan atau pelari maraton dalam semalam. Cukup dengan mulai menyisipkan gerakan-gerakan kecil di sela-sela waktu kerja, mengurangi waktu duduk, serta melatih otot tubuh secara rutin, kita sudah memberikan investasi terbaik bagi masa depan tubuh kita sendiri. Mari berdiri dari kursi Anda sekarang, lakukan peregangan, dan mulailah melangkah demi jantung yang lebih kuat dan berenergi. (Gdi)