7 Cara Mengajar Bayi Berenang - Wanita Indonesia <
PARENTING

7 Cara Mengajar Bayi Berenang

wanitaindonesia.co – Susan Meredith dalam bukunya Teach Your Child to Swim menuliskan bahwa berenang tidak hanya membantu bayi mengasah kemampuan motoriknya, namun juga melatih keseimbangannya. Bahkan, beberapa penelitian juga menyatakan bahwa bayi yang terbiasa berenang menunjukkan perkembangan mental dan kemampuan kognitif yang lebih cepat.

Bagi orangtua yang tidak punya waktu untuk mengikuti kelas kursus berenang bayi,   jangan khawatir. Prinsip mengajarkan bayi berenang adalah memperkenalkan dan membuatnya terbiasa dengan air. Dan itu bisa bunda dan ayah lakukan  sendiri.

Sebagai persiapan, bacalah referensi tentang infant swimming. Bunda dan ayah juga bisa menonton video contoh latihan berenang untuk bayi di laman resmi sekolah-sekolah berenang yang memiliki kelas untuk bayi. Di sana banyak penjelasan dan praktik langsung dari instruktur yang bersertifikasi khusus di infant swimming.

Infant swimming bukan mengajarkan bayi untuk berenang dengan berbagai gaya  seperti orang dewasa. Yang dilakukan dalam infant swimming adalah  melatih mekanisme menyelamatkan diri di dalam air. Yang penting adalah bagaimana  tubuhnya bisa bermanuver sendiri di dalam air. Jadi, jangan berekspektasi terlalu tinggi. Pastikan saja bahwa bayi anda senang selama berada di air. Dan perlu sabar untuk mengikuti tahapan- tahapan. Jangan paksakan bayi, dan tetap amati perkembangan kemampuannya.

Berikut ini adalah beberapa hal dasar dan gerakan yang bisa dicoba untuk bunda dan ayah  di awal-awal membawa bayi ke kolam renang :

Tetap tenang dan percaya diri. Jika anda tenang, bayi anda juga akan tenang. Bangunlah rasa percaya dirinya untuk masuk ke dalam air.

Komunikasikan padanya tentang aktivitas apa yang akan ia lakukan.

Ciptakanlah suasana yang menyenangkan. Mama atau Papa bisa memercikkan air atau menyiram air dari gayung kecil ke wajahnya. Mengutip dari akun @menjadiibu yang dikelola oleh dr.Ratih Ayu Wulandarimainan akan membuatnya lebih rileks. Jadi jangan ragu untuk membawa mainan ke dalam air.

Ada kemungkinan mereka akan menangis ketika masuk ke dalam air, tapi jangan cemas. Lanjutkan saja mengajaknya berjalan-jalan di air sampai ia nyaman dan dapat menikmati. Bayi suka air, kok.

Dekaplah bayi dengan mantap. Wajah bayi harus menghadap bunda atau ayah agar bisa terkontrol dan mencegah kemungkinan bayi meminum air kolam. Ajaklah mereka berjalan-jalan di pinggir kolam dulu, baru perlahan ke tengah dan ke ketinggian yang lebih dalam. Kontak mata sangat penting. Ajaklah ia terus berkomunikasi atau nyanyikanlah lagu untuknya.

Bayi adalah peniru ulung. Berikan contoh anda menenggelamkan mulut sejajar dengan air dan meniup seperti gelembung. Ini adalah pelajaran baginya agar ia tidak menghirup air saat mulutnya masuk ke dalam air.

Jika ia semakin nyaman, posisikan punggungnya besandar di bahu anda dan gerakkan kakinya seperti gerakan menendang. Ini mengajarkan refleks kakinya untuk bergerak di dalam air.

Jika ia semakin nyaman dan berani, jangan ragu untuk mengajaknya menyelam. Tapi perlu diingat, hal ini bisa dilakukan setelah beberapa kali sesi latihan dan bayi terlihat sudah percaya diri.

Masih mengutip dari akun @menjadiibu, bayi bisa diajarkan menyelam ketika mereka sudah mengerti komando. Pastikan semua bagian kepalanya tercelup air. Jika hanya sebagian saja, bisa menyebabkan telinganya sakit karena perbedaan tekanan udara. Di awal-awal, hanya coba satu detik saja lalu angkat kembali.

Jika kemampuan bayi semakin terlihat konsistensinya, maka cobalah ajak dia untuk mengambil mainan. Lemparlah mainan yang ia suka tidak terlalu jauh dari posisinya. Dan biarkan ia menyelam mengambilnya.

Tidak semua gerakan ini bisa dipraktikkan langsung dalam satu kali sesi latihan. Ulangilah terus menerus secara rutin setiap seminggu sekali. Jangan memforsir tenaga bayi. Tetap perlu diingat bahwa kita tidak sedang mengajarkan bayi untuk berenang. Belajar renang dengan gaya katak, kupu-kupu dan lainnya baru bisa dipelajari oleh anak berusia empat tahun ke atas. (wi)

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button