
WanitaIndonesia.co, Jakarta – Puncak acara Soyalympic Door of Future 2025 yang digelar di Playtopia Gandaria City, Jakarta, menjadi saksi semangat anak-anak dengan sensitivitas terhadap susu sapi untuk tetap aktif, sehat, dan berani bermimpi. Program edukatif dan kompetitif yang digagas Morinaga Soya ini telah menyapa keluarga di 12 kota besar di Indonesia, membawa pesan kuat bahwa anak-anak dengan alergi susu sapi tetap bisa meraih prestasi gemilang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan Your Choice, Their Future, yang mendorong para orang tua untuk percaya pada pilihan nutrisi yang mereka berikan sejak dini. Menurut Betzylia Wahyuningsih, Brand Manager Morinaga Soya, “Soyalympic bukan hanya ajang olahraga untuk anak-anak yang sensitif terhadap susu sapi, tapi juga simbol gerakan inklusif untuk mengubah rasa takut menjadi semangat. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, tetap bisa tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri untuk meraih mimpinya.”
Edukasi Tentang Alergi yang Sering Terabaikan
Alergi terhadap susu sapi atau Cow’s Milk Allergy (CMA) adalah salah satu bentuk alergi makanan paling umum pada anak-anak. Sayangnya, gejalanya kerap kali tidak dikenali dengan baik karena menyerupai gangguan ringan seperti ruam, gangguan pencernaan, atau rewel berkepanjangan. Jika tidak tertangani, hal ini bisa berdampak pada tumbuh kembang anak.
Dalam sesi edukasi, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp.A(K), M.Kes, Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi Anak, menekankan pentingnya pendekatan holistik. “Menangani sensitivitas terhadap makanan, termasuk susu sapi, tidak cukup hanya dari sisi medis. Dibutuhkan dukungan dari orang tua, komunitas, dan juga industri nutrisi agar anak-anak tetap bisa tumbuh optimal,” jelasnya.
Data juga menunjukkan bahwa risiko alergi meningkat jika ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa, dan 70% lebih orang tua menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan anak mereka mengalami alergi makanan.
Cerita inspiratif datang dari Ryu Kintaro, yang dulunya mengalami gejala alergi susu sapi. Kini, ia tumbuh menjadi anak aktif dan percaya diri. “Dulu waktu kecil aku sering sakit perut, kulit merah-merah, dan gampang rewel. Tapi setelah ketahuan penyebabnya dan mulai minum susu soya, semuanya berubah. Sekarang aku bisa aktif, ikut kegiatan, dan nggak ngerasa beda dari anak-anak lain,” ujarnya.
Ryu menjadi simbol bahwa anak-anak dengan alergi tidak seharusnya merasa terbatas. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan keluarga, mereka tetap bisa berprestasi di berbagai bidang.
Final Game dan Apresiasi untuk Komitmen Edukasi
Acara final dari Soyalympic 2025 mempertemukan anak-anak dari seluruh Indonesia dalam dua kategori kompetisi: individu dan kelompok. Para pemenang tidak hanya mendapatkan hadiah menarik, tetapi juga kesempatan belajar ke Jepang sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kemampuan mereka.
Sebagai simbol semangat yang terus menyala, acara ditutup dengan penyalaan Obor Harapan oleh perwakilan anak-anak, orang tua, tenaga medis, dan tim Morinaga Soya. Momen ini menggambarkan komitmen bersama untuk terus mendukung anak-anak dengan alergi susu sapi dalam meraih masa depan mereka.
Tak hanya itu, Morinaga Soya juga dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas inisiatif edukasi alergi terbesar kepada pasangan orang tua dan anak di Indonesia.
Lewat Soyalympic, Morinaga Soya mengajak lebih banyak pihak—dokter, rumah sakit, komunitas parenting, hingga pembuat kebijakan—untuk bersama membangun lingkungan yang inklusif dan suportif bagi anak-anak dengan sensitivitas terhadap susu sapi.
“Kami percaya setiap anak, termasuk mereka yang memiliki sensitivitas terhadap susu sapi, berhak tumbuh sehat dan percaya diri. Melalui Soyalympic dan kampanye Your Choice, Their Future, kami ingin terus mendampingi orang tua dalam setiap langkah kecil yang menentukan masa depan. Kami berharap semangat hari ini menjadi pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap anak bisa jadi juara dalam versinya masing-masing,” tutup Betzylia Wahyuningsih. (WIB)




