Sinergi Kemanusiaan Baznas dan Turki Perluas Program Pemberdayaan Umat

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid (kiri) dan Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan (kanan) dalam pertemuan di kantor Kedubes Turki, Jakarta, Senin (4/5/2026). HO-Baznas RI.

WANITAINDONESIA.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI semakin memperkokoh langkahnya dalam menebar manfaat di kancah internasional melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Turki. Kemitraan yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Turki di Indonesia ini difokuskan pada pengolahan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk berbagai program kemanusiaan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi yang menyasar langsung masyarakat luas.

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa jalinan kerja sama antara kedua belah pihak sesungguhnya telah berakar kuat sejak lama. Sinergi ini tidak hanya melibatkan lembaga pemerintah, tetapi juga berbagai yayasan kemanusiaan terkemuka di Turki. Menurutnya, rekam jejak kemitraan tersebut telah melahirkan banyak program nyata yang berdampak positif bagi kemandirian umat di kedua negara.

“Kerja sama antara Baznas RI dan pihak Turki telah berjalan sangat erat, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial,” ungkap Sodik Mudjahid saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Selasa. .

Salah satu bukti nyata dari keberhasilan kolaborasi ini adalah apresiasi yang diberikan kepada Turkish Cooperation and Coordination Agency (Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turki atau TİKA). Lembaga tersebut meraih penghargaan sebagai Best International Corporate Partner (Mitra Korporasi Internasional Terbaik) pada ajang Baznas Awards 2025 karena kontribusinya yang luar biasa dalam mendukung program-program pengembangan ekonomi.

Di tingkat daerah, Baznas (Bazis) DKI Jakarta juga telah menggandeng TİKA untuk menginisiasi program-program yang inklusif. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan kedai kopi bagi penyandang disabilitas (Difabis Coffee and Tea), pembangunan Pesantren Tahfiz Difabel (lembaga pendidikan penghafal Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas), hingga bantuan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat (mustahik).

Kepedulian Baznas RI terhadap Turki juga teruji saat bencana gempa bumi dahsyat melanda negara tersebut pada tahun 2023. Kala itu, Baznas RI bergerak cepat mengirimkan bantuan berupa dana, kebutuhan logistik, selimut, serta obat-obatan. Tidak hanya bantuan materi, tim tanggap bencana (emergency response team) juga diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk membantu proses pemulihan warga di sana.

Menilik ke depan, Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menekankan pentingnya keberlanjutan program di sektor pendidikan. Ia berharap dukungan dari Pemerintah Turki dapat memperluas akses beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, serta memperkuat operasional Sekolah Cendekia Baznas (SCB) sebagai lembaga pendidikan unggulan.

“Kami sangat berharap kolaborasi strategis ini terus berjalan secara berkelanjutan, terutama dalam memfasilitasi akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta memperkuat program beasiswa dan operasional Sekolah Cendekia Baznas,” tutur Zainut Tauhid Sa’adi dengan penuh harap.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola zakat di Indonesia yang dijalankan secara resmi oleh negara melalui Baznas. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus menjalin kerja sama multisektor melalui berbagai lembaga resmi di bawah naungan Pemerintah Turki guna meningkatkan kesejahteraan umat secara lebih luas. (gdi)