
WANITAINDONESIA.CO – Senin ini menjadi ujian berat bagi warga Ibu Kota. Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Jakarta tak hanya meninggalkan genangan, tapi juga memaksa ratusan warga meninggalkan hangatnya tempat tidur menuju pengungsian, sementara ribuan pengendara terjebak dalam “labirin” kemacetan yang seolah tak berujung.
Di Jakarta Utara, sebanyak 282 jiwa harus merelakan rumah mereka terendam air demi keselamatan. Kelurahan Kebon Bawang menjadi titik terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 60 cm.
Suasana haru menyelimuti lokasi pengungsian seperti Masjid Jamii Ar Ridho dan SDN 05 Kebon Bawang. Setidaknya 257 warga Kebon Bawang dan 25 warga Lagoa kini bergantung pada bantuan darurat setelah rumah mereka tak lagi bisa dihuni akibat luapan air yang datang begitu cepat.
Pindah ke Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot berubah menjadi sungai kecokelatan. Senin malam, antrean kendaraan mengular hingga 4 kilometer, mulai dari SMK Telkom hingga Rusun Pesakih.
Para pengendara berebut sisi kanan jalan yang lebih tinggi, menciptakan botol leher (bottleneck) yang membuat laju kendaraan nyaris mati total. Jalur TransJakarta pun tak luput dari serbuan kendaraan pribadi. Pemandangan pilu terlihat saat sejumlah pemotor terpaksa mendorong tunggangannya yang mati mesin akibat nekat menerobos banjir setinggi 20 cm.
Upaya Pemprov DKI Jakarta
Pemprov DKI tidak tinggal diam. Di balik genangan tersebut, ribuan petugas berjibaku melawan waktu. Berikut adalah upaya masif yang telah dikerahkan:
- Operasi 66 Mesin Pompa: Khusus di Jakarta Utara, 50 stasiun pompa di 17 rumah pompa bekerja non-stop 24 jam. Selain itu, 16 unit pompa mobile dikerahkan ke titik-titik mati untuk mempercepat penyedotan.
- Personel Gabungan Lapangan: Tim dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, hingga Damkar (Gulkarmat) diturunkan untuk memastikan tali-tali air tidak tersumbat sampah.
- Penanganan Pengungsi: BPBD DKI bersama pihak Kelurahan dan Kecamatan sigap menyiapkan kebutuhan dasar (makanan, selimut, obat-obatan) bagi para penyintas di lokasi pengungsian.
- Normalisasi Drainase: Sudin SDA mengungkapkan bahwa hujan kali ini mencapai 150 mm (kategori ekstrem), sehingga fokus utama saat ini adalah memaksimalkan aliran menuju Kali Mookervart dan kanal-kanal utama lainnya.
Tips kalau kena macet
Banjir seringkali sepaket dengan kemacetan yang menguras emosi. Agar kesehatan mental Anda tetap terjaga meski terjebak berjam-jam, coba lakukan ini:
- Latihan Napas 4-7-8: Tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, buang perlahan 8 detik. Ini secara ilmiah menurunkan hormon stres (kortisol) di tengah kemacetan.
- Alihkan dengan Audio Positif: Alih-alih mendengarkan berita kemacetan terus-menerus yang bikin panik, putarlah podcast komedi, buku audio, atau daftar lagu (playlist) favorit yang menenangkan.
- Siapkan “Amunisi” di Kabin: Selalu simpan camilan ringan dan air minum di mobil. Perut yang lapar akan membuat seseorang jauh lebih cepat marah (hangry).
- Terima Kondisi (Radical Acceptance): Sadari bahwa kemacetan akibat banjir adalah hal di luar kendali Anda. Menolak kenyataan hanya akan menambah beban pikiran. Fokuslah pada apa yang bisa Anda kendalikan, seperti mengatur suhu AC yang nyaman atau menghubungi keluarga untuk memberi kabar agar hati lebih tenang.
Waspada dan Tetap Aman! BPBD DKI mengimbau warga untuk segera menghubungi nomor darurat 112 jika membutuhkan bantuan evakuasi atau medis. Layanan ini tersedia gratis dan beroperasi 24 jam. (Gdi)




