Sate Suruh, Kuliner Legendaris yang Menjadi Ikon Kota Salatiga

Bagi para penikmatnya, Sate Suruh bukan hanya soal rasa, tetapi juga nostalgia.

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern, Sate Suruh tetap bertahan sebagai salah satu makanan khas yang paling dicari di Kota Salatiga. Kuliner legendaris ini bukan sekadar hidangan sate biasa, melainkan bagian dari identitas kota yang telah diwariskan turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.

Nama “Suruh” berasal dari sebuah wilayah bernama Suruh di Kabupaten Semarang, tempat resep sate ini pertama kali diperkenalkan sebelum kemudian populer di Salatiga. Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Suruh menggunakan daging sapi yang dimarinasi dengan rempah-rempah khas seperti kunyit, kencur, dan kayu manis, lalu disajikan dengan bumbu kacang bertekstur kasar yang cenderung manis, lengkap dengan ketupat yang menjadi ciri khas pendampingnya.

Baca Juga :  4 Cara Mudah Melakukan Baking Therapy untuk Meditasi dan Ketenangan Diri

Salah satu warung yang paling dikenal adalah Sate Sapi Suruh Bu Harkim, yang telah berdiri sejak 1987 dan hingga kini tetap ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai daerah. Konsistensi rasa menjadi alasan utama mengapa kuliner ini mampu bertahan di tengah persaingan zaman. Dalam sehari, warung ini bahkan mampu menjual hingga ribuan tusuk sate.

Baca Juga :  Tips Menyimpan Sisa Makanan Agar Lebih Tahan Lama

Bagi para penikmatnya, Sate Suruh bukan hanya soal rasa, tetapi juga nostalgia. Salah satu konsumen, Alvin M, mengungkapkan, “Dagingnya empuk dan yang paling menonjol adalah saus kacangnya yang bertekstur kasar, memberi cita rasa yang sangat khas.” Sementara pelanggan lain, SE W, menyebut Sate Suruh sebagai “kuliner autentik Salatiga yang wajib di coba.

Baca Juga :  Sate Padang Rajo Roxy Tidak Pelit, Kuah dan Bawang Melimpah Serta Bisa Ditambah Berulang Kali

Kini, Sate Suruh telah menjelma menjadi ikon kuliner Kota Salatiga, menjadi tujuan wajib bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa khas kota berhawa sejuk tersebut. Di tengah perubahan zaman, kehadiran Sate Suruh membuktikan bahwa warisan rasa tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. (Den)