
WANITAINDONESIA.CO – Aroma sate dan kuah soto khas Minangkabau turut meramaikan Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 yang digelar di Summarecon Mall Serpong (SMS). Salah satu peserta yang hadir membawa cita rasa khas Pariaman adalah Sate dan Soto Padang Piaman Laweh.
Pemilik sekaligus pengelola Sate dan Soto Padang Piaman Laweh, Reza Favlevi, mengatakan sajian yang mereka hadirkan merupakan resep keluarga yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.
Reza yang merupakan keturunan Pariaman mengaku sejak kecil sudah akrab dengan sajian tersebut. Resep dan karakter kuah yang digunakan hingga kini masih mempertahankan racikan yang diwariskan orang tuanya.
“Ini warisan keluarga. Saya asli orang Pariaman dari orang tua saya. Dari pertama saya lahir, kuah yang dibuat orang tua memang warnanya seperti ini,” ujar Reza.
Salah satu ciri khas sate yang ditawarkan Piaman Laweh adalah pilihan jenis daging yang beragam. Pengunjung dapat memilih sate daging, lidah, usus, ayam, hingga jantung.

“Ciri khas kita berbagai macam daging. Ada daging, lidah, khusus, ayam, jantung,” katanya.
Selain pilihan sate, karakter kuah juga menjadi pembeda. Jika soto Padang Pariaman pada umumnya dikenal memiliki kuah berwarna merah, Piaman Laweh justru mempertahankan kuah dengan warna kuning kecokelatan.
Menurut Reza, perbedaan warna tersebut bukan berarti menghilangkan identitas kuliner Pariaman. Warna kuah tersebut justru menjadi ciri khas racikan keluarganya yang telah dipertahankan sejak generasi sebelumnya.
“Kalau di Pariaman asli biasanya merah. Cuma di kita warnanya seperti ini. Ini warisan keluarga,” ujarnya.
Reza mengatakan, keluarganya telah lama menjalankan usaha kuliner tersebut. Setelah orang tuanya berdiri dan menjalankan usaha secara mandiri, resep keluarga tersebut kemudian diteruskan kepadanya.

Untuk menikmati sajian sate, pengunjung dapat memilih berdasarkan jenis daging yang diinginkan. Sate daging dan sate lidah masing-masing dibanderol Rp50.000 per porsi. Sementara sate usus dan ayam dibanderol Rp45.000, sedangkan sate jantung seharga Rp32.000 per porsi.
Saat ini, Sate dan Soto Padang Piaman Laweh lebih banyak melayani pelanggan melalui penjualan langsung dan kanal online. Reza menyebut mereka belum memiliki banyak cabang dan masih mengembangkan usaha secara bertahap.
Keikutsertaan dalam FKS ke-14 menjadi kesempatan bagi Piaman Laweh untuk memperkenalkan kuliner khas keluarga kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya pengunjung di kawasan Serpong.
Di tengah beragam kuliner yang hadir dalam festival, Sate dan Soto Padang Piaman Laweh membawa satu hal yang menjadi kekuatannya: cita rasa keluarga yang berakar dari Pariaman dan tetap dipertahankan di tengah perkembangan kuliner yang semakin beragam.
Bagi Reza, mempertahankan resep keluarga bukan sekadar menjaga rasa, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan identitas kuliner Pariaman kepada generasi dan masyarakat yang lebih luas. (Ver)




