Purwati, Sang Kartini Modern Penyulap Sampah Menjadi Berkah

Ditangan Purwati limbah yang seharusnya dibuang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

WANITAINDONESIA.CO – Semangat R.A. Kartini tak lagi soal pena dan kertas, namun telah bertransformasi ke berbagai lini profesi. Salah satu potret nyata itu ada pada sosok Purwati, fasilitator di Rumah Edukasi Komunitas Pilah Sampah yang gigih mendobrak rendahnya literasi pengelolaan sampah di tengah masyarakat.

Langkah Purwati dimulai pada Agustus 2023. Menariknya, misi lingkungan ini berawal dari semangat mandiri untuk membiayai pendidikannya.

Namun, seiring berjalannya waktu, panggilan hati untuk menjaga bumi justru menjadi motivasi utamanya.

Baca Juga :  Systemiq Luncurkan Buku Tentang Sistem Pengelolaan Sampah Yang Efektif

“Awalnya saya bekerja di sini untuk membiayai kuliah. Lalu, kesadaran dari dalam hati untuk menjaga lingkungan mendorong saya untuk terus meningkatkan edukasi pengelolaan sampah di masyarakat,” tutur Purwati dengan penuh semangat.

Tugas Purwati bukan sekadar urusan administratif. Ia adalah ujung tombak edukasi bagi para donatur dan keluarga. Kepiawaiannya terbukti saat ia mampu menyulap tumpukan sampah menjadi produk bernilai estetika tinggi, seperti signage hingga mainan anak.

Baca Juga :  Frisian Flag Dukung Semangat Anak Berkreasi di Lomba Space Poster & Mewarnai Bersama ISC PP -IPTEK TMII

“Berangkat dari kesadaran itu, akhirnya saya buat karya dengan sampah yang ada. Hasilnya, ada yang menjadi aksesoris hingga suvenir cantik,” lanjutnya.

Kehadiran Purwati melengkapi inisiatif mulia Nahdya Maulina, seorang Penyuluh Lingkungan Hidup KLHK, dan Febty Febriani, peneliti dari BRIN. Kolaborasi para perempuan hebat ini telah membuahkan hasil yang mencengangkan bagi kelestarian lingkungan.

Sepanjang tahun 2025 saja, Komunitas Pilah Sampah yang kini diikuti 20 ribu pengikut di Instagram ini berhasil memilah 8 ton sampah. Aksi nyata ini tidak hanya mencegah sampah berakhir di TPA, tetapi juga berhasil mengubahnya menjadi nilai ekonomi hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga :  Mengubah Darurat Sampah Menjadi Berkah Energi Terbarukan

Melalui tangan dingin Purwati dan tim, kita belajar bahwa sampah bukan sekadar limbah. Di tangan perempuan yang peduli, ia bisa bertransformasi menjadi karya sekaligus solusi ekonomi yang menginspirasi lebih banyak keluarga Indonesia untuk mulai memilah dari rumah. (gdi)