
WANITAINDONESIA.CO – Kabar baik datang dari pilar industri baja nasional. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menunjukkan sinyal pemulihan performa yang kuat di awal tahun fiskal 2026.
Perusahaan kebanggaan Indonesia ini optimistis mengejar target laba bersih sebesar 129 juta dolar AS pada tahun ini.
Dalam acara Coffee Morning Media with CEO KRAS di Jakarta, Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, Senin, menjelaskan bahwa fondasi perusahaan kini semakin tangguh berkat program efisiensi yang konsisten. Pada Kuartal I-2026 saja, perseroan telah mengantongi laba bersih sebesar 4,6 juta dolar AS.
“Hasil ini adalah indikator bahwa transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil stabil. Kami fokus memastikan setiap lini produksi efisien agar produk baja kita lebih kompetitif dan menjadi pilar utama kemandirian ekonomi nasional,” ujar Akbar Djohan.
Dibalik performa yang meningkat, industri baja tetap harus waspada terhadap dinamika global. Tenaga Ahli Krakatau Steel, Widodo Setiadharmaji, menyoroti adanya gangguan pasokan dunia yang memicu kenaikan harga bahan baku. Salah satunya akibat kerusakan fasilitas produksi di Iran yang menyebabkan hilangnya kapasitas hingga 12 juta ton.
“Hampir semua komoditas baja naik. Iron ore naik 13%, bahkan produk setengah jadi (slab) melonjak hingga 36,5%. Belum lagi kenaikan biaya logistik akibat blokade jalur maritim yang meningkatkan premi asuransi pengiriman,” jelas Widodo.
Bagi para pelaku industri manufaktur, tantangan terbesar adalah disparitas harga. Saat ini, pasar domestik juga menghadapi gempuran produk dari China yang dijual dengan harga sangat rendah, bahkan di bawah harga produksi mereka sendiri yang sedang merugi.
Krakatau Steel terus berupaya menjaga agar industri baja Indonesia tidak tumbang di tengah persaingan yang tidak sehat ini. Dengan dukungan penguatan permodalan bersama Danantara, KRAS berkomitmen mengoptimalkan pabrik Hot Strip Mill (HSM) dan Cold Rolling Mill (CRM) untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Melalui efisiensi yang berkelanjutan, Krakatau Steel berharap dapat terus menjadi pendukung utama ketahanan infrastruktur dan manufaktur nasional, sekaligus memastikan industri strategis ini tetap memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi ekonomi keluarga dan bangsa. (gdi)




