WANITAINDONESIA.CO – Inovasi bukan lagi tentang siapa yang paling cepat berlari sendirian, melainkan tentang seberapa kuat kita mampu bergandengan tangan dengan mitra internasional.
Menyadari hal tersebut, Kemdiktisaintek terus memacu hilirisasi (penghiliran) riset agar manfaatnya tidak hanya mendekam di laboratorium, tetapi benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
Salah satu langkah nyatanya adalah memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan melalui kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.
Dalam sebuah simposium inovasi di Jakarta, Fauzan Adziman, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, menekankan pentingnya kerja sama ini untuk menghadapi era disrupsi (gangguan) teknologi yang kian cepat.
Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan riset yang lebih relevan dan mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat kedua negara.
Sinergi ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperluas ruang kerja sama antara peneliti, pemerintah, dan pihak industri.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah penguatan analisis ekonomi dan pengukuran dampak dari setiap program inovasi yang dijalankan. Tanpa pemahaman yang kuat mengenai manfaat ekonomi bagi rakyat, sebuah inovasi dianggap belum berjalan optimal.
“Kami ingin mendalami analisis ekonomi agar inovasi yang lahir benar-benar memberikan solusi yang inklusif (terbuka untuk semua),” ungkap Fauzan saat menjelaskan arah kebijakan kolaborasi tersebut.
Pendekatan yang diambil pun tidak hanya terbatas pada keunggulan teknologi semata, tetapi juga mengadopsi aspek sosial, seni, dan ekonomi melalui pendekatan SHARE (Social Humanities, Art, Religious Studies, and Economics).
Hal ini untuk memastikan bahwa setiap hasil riset tetap menghargai nilai-nilai budaya dan sosial yang ada. Beberapa praktik baik dari Australia, seperti program baja ramah lingkungan, kini menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam menyusun peta jalan riset strategisnya sendiri.
Membangun kerja sama internasional adalah tentang membuka cakrawala baru dan saling belajar demi kemajuan bersama. Di balik setiap angka pertumbuhan dan kecanggihan produk riset, ada harapan akan kesejahteraan yang lebih merata bagi setiap individu.
Semangat kolaborasi ini mengingatkan kita bahwa di dunia yang kian terhubung, keberhasilan sejati adalah saat kita bisa tumbuh dan maju bersama tanpa meninggalkan siapa pun di belakang. (Gdi)





