Menyulap Ramuan Tradisional Jadi Gaya Hidup Modern yang Siap Memikat Pasar Global

Peresmian Cafe Jamu Acaraki di PIK 2. GP Jamu Indonesia

WANITAINDONESIA.CO – Aroma rempah khas nusantara yang dahulu identik dengan cangkir tanah liat di sudut dapur nenek, kini bersiap melangkah jauh melampaui batas negara. Tradisi minum obat tradisional herbal (jamu) yang telah mengakar selama berabad-abad di Indonesia tengah berada di ambang transformasi besar, mengubah citra lamanya menjadi bagian dari gaya hidup modern yang digandrungi generasi muda sekaligus mendunia.

Langkah strategis tersebut dimotori oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama PT Jamu Jago yang sepakat menjalin sinergi untuk mengangkat derajat produk lokal bernilai tambah tinggi. Potensi besar ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menembus sengitnya persaingan pasar internasional, tanpa sedikit pun meninggalkan identitas budayanya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan keyakinannya bahwa produk herbal khas nusantara memiliki modal kuat untuk bersaing di panggung dunia. Kunci utamanya terletak pada keberanian untuk merombak cara penyajian dan pengemasan agar relevan dengan tuntutan zaman.

Baca Juga :  Gaikindo Minta Stimulus Otomotif Diperluas Demi Saingi Pasar Global

“Saya percaya jamu bisa mendunia. Agar jamu sejajar dengan produk global, kita harus memodernisasi kemasan serta penyajiannya, baik melalui format kekinian yang mudah diakses maupun bentuk kapsul yang praktis, tanpa menghilangkan akar budayanya,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Meski peluang terbuka lebar, perjalanan menuju panggung internasional bukan tanpa rintangan. Pemerintah mencatat adanya tantangan besar pada aspek rantai pasok (supply chain), pencitraan merek (branding), hingga minimnya wirausahawan yang mampu membawa industri ini ke skala besar. Melalui kolaborasi ini, pemerintah bergerak menyelaraskan program guna menjaga keberlanjutan tradisi kesehatan herbal, sekaligus merangkul para pelaku usaha mikro dan kecil dalam rantai pasoknya.

Inovasi ini juga menyasar kelompok muda melalui program edukasi dan pembaruan produk agar kebiasaan mengonsumsi ramuan sehat dapat kembali bergelora. Akselerasi menjadi kunci penting agar dampak ekonominya dapat segera dirasakan secara merata dari tingkat daerah hingga nasional.

Baca Juga :  Membentengi Sektor Keuangan Domestik dari Riuh Pasar Global

“Kita perlu bergerak cepat agar produk jamu ini benar-benar berputar untuk menggerakkan ekonomi Indonesia, sehingga nantinya seluruh persiapan yang matang ini dapat dengan mudah dikolaborasikan di berbagai lokasi yang ditargetkan,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Langkah memperkuat industri berbasis kearifan lokal ini sejalan dengan catatan positif di sektor ekonomi kreatif. Data Badan Pusat Statistik yang diolah oleh Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa subsektor kuliner menjadi penyumbang terbesar bagi ekonomi kreatif pada tahun 2025, yakni mencapai angka 41,06 persen dengan pertumbuhan sebesar 8,44 persen.

Kinerja ekspor barang ekonomi kreatif di subsektor ini turut mencatatkan kenaikan yang signifikan. Nilai ekspor melonjak dari 0,23 miliar dolar Amerika Serikat pada rentang Januari hingga April 2025, menjadi 0,28 miliar dolar Amerika Serikat pada periode yang sama di tahun 2026.

Baca Juga :  Strategi Baru Pemerintah Antar Brand Lokal Tembus Pasar Global

Semangat pergerakan ini disambut hangat oleh pihak industri yang siap mengeksekusi langkah-langkah konkret di lapangan, mulai dari jaminan ketersediaan produk hingga kelancaran distribusi logistik demi mendukung keberhasilan program.

“Kami sangat senang Ibu Wamen Ekraf memiliki visi yang sama untuk membangkitkan jamu sampai kancah global. Terima kasih atas diskusi yang produktif untuk kemajuan program Jamu Jago, dan kami siap menindaklanjuti seluruh arahan Ibu Wamen demi kebangkitan jamu Indonesia,” ungkap Komisaris Utama Jamu Jago Bambang Sutantio.

Perpaduan antara warisan leluhur dan sentuhan modernitas kini bukan lagi sekadar impian. Ketika segelas ramuan herbal lokal disajikan dengan gaya hidup kekinian, Indonesia tidak hanya sedang menawarkan kesegaran dan kesehatan, tetapi juga sedang memamerkan kekayaan budaya bangsa yang siap menaklukkan panggung dunia. (Gdi)