WANITAINDONESIA.CO –Â Sebagai pengelola keuangan keluarga, kita tentu menyadari bahwa gejolak ekonomi dunia secara tidak langsung bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasar lokal.
Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 50 bps menjadi langkah berani yang diambil demi menjaga keseimbangan. Langkah ini dipandang sangat strategis oleh para ahli ekonomi untuk menjaga daya tarik pasar keuangan dalam negeri.
Pilihan menaikkan bunga acuan ke level 52,5 persen ini dinilai efektif sebagai langkah antisipatif.
Berdasarkan pandangan pengamat, kenaikan bunga BI menjadi 5,25 persen tersebut berfungsi untuk mencegah modal asing keluar secara besar-besaran dari Indonesia.
Ketika modal asing tetap bertahan di dalam negeri, stabilitas ekonomi nasional akan menjadi lebih kokoh.
Bagi kehidupan sehari-hari, situasi makro yang stabil seperti ini bertindak sebagai perisai tak kasatmata yang menjaga nilai tukar mata uang kita, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus oleh lonjakan harga barang-barang impor. (gdi)





