Menjemput Harapan di Ujung Senja Lewat Musikal Senja Teduh Pelita

Musikal Senja Teduh Pelita merupakan kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D’Essentials. Foto : Umar WanitaIndonesia.co

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini, sebuah pertunjukan musikal hadir mengajak penonton berhenti sejenak untuk merenung tentang harapan, kasih sayang, dan hubungan manusia dengan alam.

Musikal Senja Teduh Pelita merupakan kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D’Essentials yang menghadirkan pengalaman teater musikal penuh emosi di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini akan berlangsung hingga 12 Juli 2026.

Mengambil latar masa depan ketika dunia tak lagi dihuni orang-orang dewasa, musikal ini mengikuti perjalanan sembilan anak yang harus bertahan hidup di tengah bumi yang rusak akibat perubahan iklim dan keserakahan manusia. Melalui kisah mereka, penonton diajak melihat kembali arti kepedulian, keberanian, dan pentingnya menjaga kehidupan.

Yang membuat pertunjukan ini semakin istimewa adalah hadirnya sekitar 20 lagu populer MALIQ & D’Essentials yang dirangkai menjadi sebuah cerita utuh. Lagu-lagu seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, hingga Jalan Pulang tak hanya dinikmati sebagai karya musik, tetapi hidup kembali melalui akting, tari, dan tata panggung yang memukau.

Baca Juga :  Langkah Baru MALIQ & D’Essentials Usai Konser Musikal

Mewakili MALIQ & D’Essentials, Angga Puradiredja mengaku terharu melihat lagu-lagu mereka mendapatkan makna baru di atas panggung.

“Hari ini, lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tetapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru,” ujarnya.

Pertunjukan ini berpusat pada karakter Arah bersama Pasukan Pelita, sekelompok anak yang memiliki kemampuan bertahan hidup di tengah dunia yang telah berubah. Di balik kisah tersebut tersimpan pesan bahwa harapan selalu hadir selama manusia masih memiliki kasih sayang dan semangat untuk menjaga kehidupan.

Produser sekaligus sutradara Nuya Susantono mengatakan setiap karakter dalam pertunjukan ini merepresentasikan sisi terbaik yang ada dalam diri setiap orang.

Baca Juga :  Musikal Senja Teduh Pelita Hadir Juli 2026, Angkat Kisah Harapan Anak-Anak di Tengah Krisis Bumi

“Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apa pun untuk orang yang disayanginya. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan,” katanya.

Karakter Arah diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar. Meski menghadirkan interpretasi yang berbeda, keduanya tetap membawa pesan yang sama mengenai kekuatan cinta dan harapan.

“Arah mengajarkan bahwa harapan dan kasih sayang adalah kekuatan yang membuat kita terus melangkah,” tutur Daria.

Tak hanya menyuguhkan cerita yang menyentuh, Musikal Senja Teduh Pelita juga memanjakan penonton melalui tata panggung yang modern. Penggunaan projection mapping, tata cahaya, hingga teknik puppetry yang menghadirkan satwa-satwa khas Indonesia membuat setiap adegan terasa hidup dan penuh imajinasi.

Baca Juga :  Maliq & D'Essentials Bawakan Lagu Kumpul Bocah untuk Soundtrack Film Animasi Jumbo

Di balik kemegahan visual tersebut, pertunjukan ini menyampaikan pesan sederhana namun penting, yakni mengajak masyarakat lebih peduli terhadap bumi. Selama masa pertunjukan, penonton juga diajak membawa sampah elektronik (e-waste) untuk didaur ulang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Musikal Senja Teduh Pelita tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga ruang refleksi tentang dunia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya. Sebuah pertunjukan yang mengingatkan bahwa harapan selalu bisa tumbuh, bahkan di tengah situasi yang paling sulit sekalipun.

Bagi pencinta seni pertunjukan maupun penikmat karya MALIQ & D’Essentials, musikal ini menjadi pengalaman yang layak disaksikan. Hingga 12 Juli 2026, Graha Bhakti Budaya menjadi tempat di mana musik, teater, dan pesan tentang kemanusiaan berpadu menjadi sebuah perjalanan yang hangat dan membekas di hati.(umr)