WANITAINDONESIA.CO – Panggung pertunjukan musikal bertajuk “Senja Teduh Pelita” siap menghentak, namun grup musik legendaris MALIQ & D’Essentials rupanya sudah menatap jauh ke masa depan. Kelompok musik yang digawangi oleh vokalis Angga Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana, gitaris Arya ‘Lale’ Aditya Ramadhya, pemain bas (bassist) Dendy ‘Javafinger/Jawa’ Sukarno, pemain kibor (kibordis) Ilman Ibrahim Isa, serta penabuh drum (drummer) Widi Puradiredja ini tengah bersiap melahirkan karya-karya segar sekaligus sebuah warisan ilmu lewat dunia pendidikan musik. Langkah besar ini dirancang demi memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi industri musik tanah air.
Ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada Rabu lalu, vokalis MALIQ & D’Essentials, Angga Puradiredja mengungkapkan bahwa jadwal mereka sudah tersusun rapi untuk menyambut proyek-proyek terbaru.
“Setelah ‘Senja Teduh Pelita’ ini banyak rencana, ada Sekolah MAD, ada lagu tunggal (single) baru, ada album baru, semua sudah teratur lini masanya,” ujar Angga Puradiredja dengan penuh antusias.
Salah satu proyek yang paling mencuri perhatian adalah pendirian Sekolah MALIQ & D’Essentials Music Lab atau yang disingkat MAD. Lembaga ini dirancang khusus sebagai wadah untuk membagikan pengetahuan mendalam mengenai proses kreatif dan aspek teknis di balik lagu-lagu hit mereka. Angga Puradiredja menjelaskan bahwa selama ini penikmat musik mungkin hanya menangkap pesan permukaan, seperti tema cinta yang kental dalam lagu-lagu mereka. Namun, jika dibongkar lebih dalam, ada keilmuan teknis yang sangat berbeda dan bernilai tinggi untuk dipelajari.
Melalui sekolah musik tersebut, mereka berkomitmen untuk membagikan proses hulu ke hilir dalam berkarya. Angga Puradiredja juga berharap inspirasi dari lagu baru yang akan segera meluncur dalam waktu dekat dapat selaras (align) dan menerjemahkan seluruh proses yang sedang mereka jalani saat ini. Menurutnya, gerakan ini harus mencakup segala bidang supaya berkelanjutan dan nyata memberi dampak yang terasa bagi semua pihak yang terlibat.
Sebelum rencana-rencana besar itu terwujud, masyarakat terlebih dahulu akan dimanjakan oleh pertunjukan musikal “Senja Teduh Pelita” yang diprakarsai oleh Jakarta Movin dengan dukungan penuh dari Indonesia Kaya. Pertunjukan yang mengemas 20 lagu mahakarya MALIQ & D’Essentials ini dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Panggung musikal ini akan dipimpin oleh Alf Elijah Sigarlaki yang terpilih memerankan tokoh utama Arah versi laki-laki, berdampingan dengan Daria Lakshmi sebagai pemeran Arah versi perempuan. Kedua talenta muda yang sebelumnya sukses mencuri perhatian dalam pementasan teater “Musikal Petualangan Sherina” ini harus menghadapi tantangan besar. Mereka tidak hanya dituntut menghafal dialog dan mendalami peran, tetapi juga wajib menguasai tata gerak (koreografi), teknik vokal, pembagian suara, hingga teknik pergerakan di atas panggung.
Sutradara pertunjukan musikal “Senja Teduh Pelita”, Nuya Susantono menceritakan alasan di balik keputusan unik menampilkan tokoh Arah dalam dua versi gender. Menurutnya, hal tersebut sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa kisah yang diangkat adalah cerita universal mengenai perjalanan hidup manusia yang melampaui batasan gender maupun usia.
“Anak-anak, dewasa, manusia, semua bisa terhubung (relate) dengan perjalanan (journey) dan perjuangan ini,” ucap Nuya Susantono menutup perbincangan.
Menyaksikan harmoni lagu-lagu penuh cinta yang melebur dalam gerak dan seni peran di atas panggung tentu akan menjadi pengalaman emosional yang magis. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah refleksi kehidupan yang akan menyentuh hati setiap penonton, sekaligus menjadi gerbang pembuka bagi pergelaran karya-karya hebat MALIQ & D’Essentials selanjutnya yang patut kita nantikan bersama. (gdi)





