WANITAINDONESIA.CO – Pendidikan adalah investasi terbaik untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Menyadari hal tersebut, Universitas Pertamina menggelar kuliah umum berkelanjutan bertajuk “Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition”.
Forum hangat ini menjadi ruang bagi para mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri untuk saling bergandengan tangan, berdiskusi mencari solusi nyata demi pembangunan Indonesia yang rendah karbon.
Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menegaskan bahwa transisi energi tidak akan bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara kampus, industri, pemerintah, dan masyarakat luas agar solusi yang dilahirkan benar-benar relevan dengan kebutuhan lokal. Kampus berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan hidup yang menghubungkan riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Semangat keberlanjutan ini tentu harus ditopang oleh fondasi ketahanan energi yang kuat dari hulu ke hilir. Di saat masa transisi ini berjalan, sektor produksi dalam negeri pun terus menunjukkan kinerja yang membanggakan. Hal ini tecermin dari catatan positif Pertamina Hulu Indonesia yang berhasil membukukan angka produksi minyak mencapai 120 persen dari target.
Keberhasilan di sektor hulu ini memberikan rasa tenang bagi pemenuhan kebutuhan energi harian keluarga Indonesia, sembari kita bersama-sama melangkah mantap menuju ekosistem masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (gdi)





