
WANITAINDONESIA.CO – Ketika jemari menyentuh layar ponsel untuk menyelesaikan belanja daring (online), mengakses layanan perbankan, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), ada satu kekuatan tak kasat mata yang bekerja tanpa henti di balik layar. Kekuatan itu adalah pasokan listrik. Bagi industri pusat data (data center), aliran setrum bukan lagi sekadar pelengkap operasional, melainkan fondasi utama yang menentukan hidup matinya layanan digital selama 24 jam penuh tanpa jeda.
Menyadari peran krusial tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus bergerak memperkokoh infrastruktur kelistrikan di Ibu Kota. Langkah nyata kembali ditorehkan pada pengujung Juni 2026, ketika PLN UID Jakarta Raya melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jatinegara sukses melakukan penyalaan (energize) penambahan daya listrik untuk MoraRepublic. Angka kapasitas yang semula berada di level 1.385.000 VA kini resmi melejit menjadi 1.730.000 VA.
Peningkatan daya ini bukan sekadar urusan perubahan angka di atas kertas, melainkan sebuah simbol kesiapan Jakarta dalam menampung ledakan aktivitas digital. Menariknya, MoraRepublic mencatatkan diri sebagai pelanggan pusat data pertama di wilayah kerja PLN UP3 Jatinegara. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti otentik bahwa ekspansi industri digital kini semakin meluas, tidak lagi menumpuk di kawasan bisnis konvensional, sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai magnet ekonomi digital nasional.
Apresiasi tinggi pun datang dari pelaku industri atas kesigapan penyedia setrum negara ini. Wakil Presiden Manajemen Pusat Data (VP Data Center Management) MoraRepublic, Sugiharto, menyatakan rasa terima kasihnya atas proses peningkatan daya yang berjalan aman, lancar, dan tepat waktu tanpa mengganggu operasional perusahaan sama sekali. Koordinasi yang solid dan perencanaan matang menjadi kunci utama kesuksesan transisi energi tersebut.
“Penambahan kapasitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan infrastruktur kelistrikan guna mendukung pertumbuhan layanan digital dan pengembangan bisnis perusahaan ke depan. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan PLN dapat terus berlanjut dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Sugiharto dalam pernyataan resminya.
Komitmen untuk mengawal jalannya transformasi digital ini pun ditegaskan kembali oleh manajemen PLN. Manajer Umum (General Manager) PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa pusat data merupakan infrastruktur vital pada era modern. Oleh karena itu, pasokan listrik yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi harga mati agar seluruh aktivitas digital masyarakat, dunia usaha, hingga layanan publik dapat berputar tanpa hambatan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik, terutama bagi pelanggan data center. Hingga akhir Juni 2026, PLN UID Jakarta Raya telah melayani 50 pelanggan data center dengan total daya tersambung mencapai 483.545.000 VA,” ungkap Moch. Andy Adchaminoerdin.
Sinyal positif pertumbuhan ini pun dipastikan belum akan mereda dalam waktu dekat. PLN UID Jakarta Raya mencatat sedikitnya ada empat pelanggan pusat data baru yang telah menyatakan komitmen serupa untuk melakukan penyambungan listrik di Jakarta, dengan total kebutuhan daya raksasa mencapai 633.800.000 VA. Fakta ini menjadi indikator kuat bahwa Jakarta tetap menjadi kiblat investasi teknologi nasional.
“Bagi kami, setiap penyambungan baru bukan sekadar penambahan pelanggan. Di baliknya terdapat investasi yang tumbuh, lapangan kerja yang tercipta, serta berkembangnya ekosistem digital yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Jakarta,” tutur Moch. Andy Adchaminoerdin dengan optimisme tinggi yang sekaligus mengakhiri penjelasannya.
Pada akhirnya, kecepatan dan kenyamanan dunia digital yang kita nikmati hari ini berdiri di atas pilar-pilar energi yang kokoh. Menarik untuk melihat bagaimana kolaborasi antara penyedia energi dan pelaku teknologi ini akan terus melahirkan inovasi baru yang mempermudah gerak nadi perekonomian kita di masa depan. (Gdi)




