
WANITAINDONESIA.CO – Kabar menenangkan datang bagi keluarga dan calon jemaah haji yang tengah bersiap menuju Tanah Suci. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah memastikan bahwa sebanyak 23 dapur katering di Madinah siap memanjakan lidah jemaah gelombang pertama dengan hidangan yang sangat akrab di lidah.
Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Beny Darmawan dalam keterangannya, Senin, menegaskan bahwa para jemaah tidak perlu risau selama sembilan hari menetap di Madinah karena seluruh menu telah diseleksi ketat untuk menghadirkan kehangatan masakan rumah.
Kunci kelezatan hidangan ini terletak pada penggunaan bumbu autentik yang didatangkan langsung dari tanah air dalam bentuk pasta racikan.
Beny Darmawan menjelaskan bahwa penggunaan bumbu pasta asli Indonesia ini jauh lebih memudahkan dalam proses distribusi hingga produksi dibandingkan bumbu mentah, tanpa mengurangi kualitas rasa.
Tak hanya bumbu, kehadiran juru masak lokal menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap dapur mitra. Menurut Beny, setiap dapur wajib memiliki setidaknya dua koki utama dan empat asisten dari Indonesia guna menjamin aroma dan teknik memasak yang benar-benar sesuai dengan selera nusantara.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia agar nutrisi mereka tetap terpenuhi dengan baik. Beny menyampaikan bahwa menu untuk lansia dapat disesuaikan dengan permintaan, misalnya mengubah tekstur nasi menjadi bubur atau lebih lunak agar lebih mudah dicerna.
Keamanan pangan pun dijaga dengan sistem pengawasan berlapis di kantor Daker, klinik kesehatan, hingga pengecekan akhir oleh petugas di hotel sebelum makanan dihidangkan.
Beny menjamin bahwa makanan akan selalu dicek dan diawasi ketat demi memastikan kondisi terbaik saat dikonsumsi jemaah.
Menjaga pola makan bagi lansia selama di Tanah Suci memang memerlukan perhatian ekstra agar ibadah tetap berjalan lancar. Sangat disarankan bagi jemaah lansia untuk selalu mengutamakan asupan serat dari sayuran namun dengan tekstur yang empuk agar nyaman saat dikunyah.
Meskipun kelelahan melanda, jemaah sebaiknya tidak melewatkan jadwal makan tiga kali sehari guna menjaga stamina tubuh tetap stabil. Selain itu, membatasi makanan yang terlalu pedas atau berminyak sangat dianjurkan untuk menghindari gangguan pencernaan, serta pastikan untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur agar tubuh tetap terhidrasi di tengah cuaca panas. (Gdi)




