
WANITAINDONESIA.CO — Pagi Idul Adha di kawasan Sentul terasa berbeda. Di tengah suasana hotel yang biasanya identik dengan aktivitas tamu dan pelayanan hospitality, halaman parkir Lorin Syariah Hotel Sentul justru dipenuhi jamaah yang melaksanakan Sholat Idul Adha bersama. Bukan sekadar seremoni tahunan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa konsep syariah yang diusung hotel tersebut benar-benar diterapkan dalam aktivitas nyata dan menyentuh masyarakat sekitar.
Di saat banyak hotel hanya menggunakan label “syariah” sebagai identitas bisnis, Lorin Syariah Hotel Sentul menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut hidup dalam budaya perusahaan dan kegiatan sosialnya. Bahkan, hotel ini dikenal sebagai salah satu hotel yang secara konsisten menggelar Sholat Idul Adha setiap tahun bersama karyawan, manajemen, hingga masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, suasana religius sudah terasa di area hotel. Jamaah yang terdiri dari karyawan, masyarakat sekitar, hingga jajaran direksi berkumpul untuk melaksanakan ibadah bersama. Momen tersebut juga dihadiri Komisaris Utama PT HSS, Tinton Soeprapto, Direktur PT HSS Agus Badrudin, serta keluarga besar Lorin dan Syariah Hotel Sentul.
Fazrin Rizki Septiadi selaku General Manager Lorin dan Syariah Hotel Sentul dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda tahunan perusahaan, tetapi juga bagian dari komitmen hotel dalam menjalankan nilai-nilai syariah secara nyata.
“Pagi hari ini kami melaksanakan Sholat Idul Adha bersama di halaman parkir Syariah Hotel Sentul yang dihadiri manajemen serta Direksi PT HSS, karyawan dan karyawati Lorin dan Syariah Hotel Sentul, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Tahun ini, Lorin dan Syariah Hotel Sentul memotong tiga ekor sapi dan tujuh ekor kambing sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat dan stakeholder di kawasan Sentul.
Menariknya, sebagian hewan kurban tersebut juga disalurkan kepada sejumlah instansi di wilayah Sentul sebagai bentuk sinergi dan apresiasi terhadap stakeholder yang selama ini turut mendukung keberadaan hotel. Empat ekor kambing diserahkan kepada Bappeda, Koramil, Polsek, serta kelurahan setempat.
Tidak berhenti sampai di situ, paket daging kurban juga dibagikan kepada masyarakat sekitar. Total sebanyak seribu kantong daging disalurkan kepada karyawan Lorin dan Syariah Hotel Sentul, pekerja di Sirkuit Sentul, serta warga di sekitar kawasan hotel.

Dalam proses pembagian daging kurban, Lorin dan Syariah Hotel Sentul juga mengikuti arahan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait pengurangan penggunaan sampah plastik saat momentum Idul Adha. Seluruh distribusi daging menggunakan bahan ramah lingkungan seperti daun pisang, besek bambu, dan wadah non-plastik lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai tidak hanya memperhatikan nilai sosial dan keagamaan, tetapi juga mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Pembagian daging kurban tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan masyarakat. Selain membantu warga yang membutuhkan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara hotel dan lingkungan sekitar.
Di tengah perkembangan industri hospitality yang semakin kompetitif, Lorin Syariah Hotel Sentul mencoba menghadirkan wajah hotel yang berbeda. Bukan hanya mengejar bisnis dan okupansi, tetapi juga menempatkan nilai sosial dan spiritual sebagai bagian penting dari identitas perusahaan.
Konsep inilah yang membuat hotel tersebut memiliki karakter kuat di mata masyarakat. Predikat “syariah” yang melekat bukan sekadar nama, melainkan diwujudkan melalui kegiatan nyata yang konsisten dilakukan dari tahun ke tahun.
Bagi Fazrin, Idul Adha bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga waktu untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan kurban, perusahaan ingin memastikan bahwa keberadaan hotel dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Pesan kami mudah-mudahan di Idul Adha tahun ini perusahaan semakin maju melalui program CSR yang kami lakukan dengan membagikan daging kurban ini. Semoga perusahaan kami semakin jaya ke depan dan sukses selalu,” tambahnya.
Kegiatan seperti ini juga menjadi bukti bahwa dunia perhotelan dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai religius dan sosial. Lorin Syariah Hotel Sentul mencoba menghadirkan hospitality yang lebih humanis, tidak hanya fokus pada pelayanan tamu tetapi juga memperhatikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Atmosfer kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para karyawan terlihat terlibat langsung dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Semangat gotong royong dan kekeluargaan menjadi pemandangan yang jarang ditemui di industri perhotelan modern.
Bagi masyarakat sekitar, kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi sudah menjadi bagian dari tradisi yang dinanti. Kehadiran hotel justru dirasakan dekat dengan warga karena aktif berinteraksi dan berbagi manfaat secara langsung.
Komitmen inilah yang perlahan membangun citra Lorin Syariah Hotel Sentul sebagai hotel yang tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga membawa nilai spiritual dan sosial dalam operasionalnya.
Di era ketika banyak perusahaan berlomba membangun branding, Lorin Syariah Hotel Sentul memilih membangun kepercayaan melalui aksi nyata. Sholat Idul Adha berjamaah, pemotongan hewan kurban, hingga pembagian ribuan paket daging menjadi gambaran bahwa konsep syariah yang mereka usung benar-benar dijalankan secara konsisten.
Lebih dari sekadar hotel, Lorin Syariah Hotel Sentul ingin menjadi bagian dari masyarakat. Sebuah tempat yang tidak hanya hadir untuk bisnis, tetapi juga untuk berbagi, menguatkan kebersamaan, dan menebarkan nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan Idul Adha tahun ini, Lorin Syariah Hotel Sentul kembali menegaskan bahwa hospitality tidak selalu soal kemewahan fasilitas. Kadang, nilai terbesar justru hadir dari kepedulian dan ketulusan berbagi kepada sesama. (AM)




